
"Aku rasa tidak, " jawab Qander.
"Baiklah, kalau begitu kita saling mencari tahu informasi, " ucap Rita.
"Ya, aku mengerti. Aku akan memberikan lagi sinyal kepadamu, " ucap Qander. Dia takut kalau pengikht ayahnya sedang mencarinya saat ini.
"Ya, aku juga akan menjalani kehidupanku, " ucap Rita.
Kemudian, cermin pun berubah seperti semula. Rita tak bisa melihat lagi Qander maupun dunia Chang'an.
Dia pun tertidur lelap setelah dia berkomunikasi dengan Qander. Terlalu banyak yang ia pikirkan saat ini. Namun, dia pun tidak bisa apa-apa di dunianya sendiri. Dia takut kalau orang yang menyamar menjadi Yuu sedang mengawasinya. Jadi, dia tak boleh sembarangan dalam menggunakan kekuatannya itu.
***
Keesokan harinya, Rita bangun dari tidurnya. Dia menyesuaikan diri dengan jadwal di kampusnya itu.
"Rita, " panggil ibunya dari luar.
"Ya, bu, " jawab Rita.
"Yuu menjemputmu di depan cepat bersiap-siap, " ucap ibunya.
Rita yang mendengarkan itu pun terkejut. Ternyata, orang yang menyamar menjadi Yuu tetap bersikeras mendekatinya. Dia tidak bisa melakukan tindakan lain selain menurutinya.
"Ya bu, sebentar lagi, " jawab Rita. Dia tak bisa menolak jemputan orang yang menyamar Yuu itu.
Rita pun segera bersiap dengan pakaian kampusnya itu. Dia pun membawa beberapa buku untuk pergi ke kelasnya.
Dia melihat Yuu sudah berada di meja makan.
"Ayo makan bersama dari koki yang khusus untuk menyiapkanmu, " ajak Yuu. Dia segera menarik tangan Rita agar bisa makan bersama dengannya.
Yuu memang lelaki kaya yang ia kenal di kampusnya itu. Hanya saja, kebiasaan Yuu yang dulu tidak berubah. Dia memang setiap hari selalu membawakan masakan dari koki di rumahnya itu ke tempatnya.
Rita yang berpikir Yuu sedang menyamar itu pun mengalami perasaan yang dilema. Dia tak bisa mengatakan Yuu itu asli atau palsu.
"Ya, " jawab Rita singkat. Dia pun duduk bersama Yuu dengan ibunya di sana. Sungguh, pemandangan yang memang hadir di masa lalu itu berada di masa ini.
Yuu pun memberikan makanan favorit Rita berupa ikan gurame bakar. Tak lupa, dia juga memberikan salad buah kepada Rita sebagai hidangan penutupnya.
Rita pun memakan aap yang diberikan oleh Yuu. Terasa sama makanan yang ia sukai itu. Tak berbeda dari masa lalu.
"Enak, bukan? " tanya Yuu. Dia memperlihatkan senyum manisnya itu.
"Ya, aku sudah lama tak memakan ini, " jawab Rita jujur. Dia biasanya memakan dari buah yang berenergi khusus dari dunia Chang'an. Dia tak memakan lagi apa yang dimasak di bumi selama dia tinggal di dunia Chang'an. Itu membuatnya benar-benar rindu hingga dirinya meneteskan air mata.
"Kenapa kau menangis? " tanya ibunya dan Yuu bersamaan.
"Ini enak sekali, bu, " jawab Rita. Dia tak bisa mengatakan kalau dirinya tak mencicipi makanan yang sedang ia makan saat ini.
"Kalau begitu tambah lagi, " ucap Yuu. Dia pun memberikan ikan gurame bakarnya lagi kepada Rita.
"Aku akan berangkat ke kampus. Lain kali lagi makan untuk porsi nambahnya, " tolak Rita.
"Baiklah, aku akan mengantarkanmu, " ucap Yuu.
Mereka berdua pun telah selesai makan lalu bersuap ke mobilnya Yuu. Dia bisa saja menggunakan teleportasi, tapi dia tak bisa mengungkapkan kekuatannya itu di dunia bumi.
"Jaga anakku ya, Yuu, " ucap ibunya Rita itu.
"Ya, bu, " jawab Yuu.
Mereka berdua pun langsung naik ke mobil Yuu itu. Tak lupa, Yuu memasangkan seat beltnya itu ke tubuh Rita.
Kendaraan mobil pun berjalan lebih lambat. Mengingat, mereka memang berangkat lebih pagi sebelum masuk kelas jam 08.00.
"Apakah kau juga ikut denganku ke dunia Chang'an? " tanya Rita di dalam mobil.
"Aku ikut denganmu untuk menjemputmu ke dunia bumi, " jawab Yuu. Dia langsung menjawabnya tanpa memberikan alasan apapun yang membuat Rita tak mencurigainya.
"Bagaimana kau bisa ikut denganku? Sedangkan aku sendiri pun berada dalam kritis saat kecelakaan di tiang listrik itu, " ucap Rita.
"Aku menawarkan diri dengan nyawaku hingga aku bisa menemuimu saat ini, " ucap Yuu terlihat serius.
Rita yang mendengarkan itu pun langsung melirik ke arah smapingnya Yuu itu.
"Apakah kau tidak bercanda denganku? " tanya Rita khawatir.
"Aku serius. Nyawaku takkan lama lagi. Jadi, aku benar-benar berharap bisa menikahimu secepatnya, " ucap Yuu. Dia berbicara tanpa melihat Rita akibat dirinya sedang mengendarai mobilnya itu.
"Kamu pasti berbohong kepadaku! " seru Rita sedikit marah dengan wajahnya Yuu yang hanya bisa berfokus ke depan tanpa melihatnya itu. Padahal, Yuu bisa saja membuat mobilnya berjalan sendiri dengan kekuatannya, tapi dia benar-benar tak menggunakannya di saat itu.
"Haha, ya aku sedang bercanda. Apa yang kamu bicarakan membuatku tak mengerti apalagi tentang dunia Chang'an, " tawa Yuu.
Rita yang mendapatkan tawaan dari Yuu pun segera mengernyitkan dahinya. Dia pun langsung menghadap ke kiri agar tak melihat lagi Yuu. Dia hanya melihat perjalan di luar selama di dalam mobil itu.
"Aku serius, tak ingin dibercandai, " ketus Rita.
"Apakah kau benar-benar marah kepadaku? " tanya Yuu. Dia segera menghentikan mobilnya ke pinggir agar dia bisa berkomunikasi dengan saling menatap.
"Ya, aku marah kepadamu! " seru Rita. Dia tak ingin melihat Yuu saat ini, tapi Yuu langsung membalikkan wajahnya Rita hingga mereka berdua saling berhadapan.
"Tatap aku, dan kau akan melupakan kejadian ini ke depannya, " ucap Yuu. Dia menghipnotis Rita yang sudah menatap matanya itu hingga dia benar-benar tak sadarkan diri dalam mobilnya itu.
'Kau tak boleh menanyakan itu kepadaku karena aku takkan sungkan menghapus ingatanmu sedikit demi sedikit. ' batin Yuu. Dia pun melajukan mobilnya itu menuju ke kampus.
Selama perjalanan itu, Qian Yu yang sudah terlepas dari hukumannya itu langsung bertelepati kepada Yuu. Lebih tepatnya, kepada Huan-Huan.
"Kau sudah mencarinya sendiri? " tanya Qian Yuu kepada Huan-Huan.
"Ya, kau terlalu lama dalam bertindak, " jawab Huan-Huan.
"Tapi, dia wanitaku! " seru Qian Yu terlihat marah. Dia tak ingin wanita yang ia cintai diganggu oleh Huan-Huan. Sudah cukup dirinya menderita akibat dirinya harus menempa diri di dunia lain. Bahkan, dirinya pun sellau tersiksa demi mendapatkan kekuatan yang diakui oleh Huan-Huan itu.
"Aku tahu, tapi aku menginginkan jiwanya demi penelitian ku, " ucap Huan-Huan. Dia terlihat datar dalam ekspresinya itu.
"Aku bisa membawanya kepadamu, tapi aku gak bisa memberikannya di tahun ini. Bisakah sedikit kau mengerti aku? " ucap Qian Yu.
"Gak bisa. Itu terlalu lama sebelum puncaknya Dark Eyes meninggi, aku benar-benar harus mendapatkan jiwa wanita yang kau cintai itu! " seru Huan Huan-Huan.
"Jangan macam-macam dengannya atau aku akan... "