
"Kau hanya menjadi pengasuh bayi saja, aku tidak bisa menikahimu, " jawab Bao Yu. Dia tidak bisa menerima Nayna sebagai pengantinnya.
Nayna yang menerima penolakan pertama kalinya benar-benar kecewa sekali saat itu. Dia tak menyangka ada orang yang berani menolaknya. Apakah dia juga akan menolak kalau dirinya bukanlah manusia bumi melainkan ratu tiga dimensi?
"Apakah karena diriku manusia bumi? " tanya Nayna. Dia ingin tahu alasan Bao Yu itu menolaknya.
"Bukan, aku memiliki alasan tersendiri. Kau tak bisa menjadi pengantin ku, " jawab Bao Yu. Dia terlihat murung. apakah di hatinya sudah ada Nayna ataukah tidak?
Wajahnya benar-benar tak bisa ditebak, apalagi kedua matanya masih tertutup kain mantra itu.
Nayna yang melihat itu pun berbicara kepada sang bayi melalui telepati.
'Apakah ayahmu berkata jujur? ' tanya Nayna.
'Ya, dia sudah memiliki hati kepada ibu. Namun, dia memiliki alasan yang tidak dapat dijelaskan. ' jawab bayi jelmaan burung Phoenix itu.
Nayna yang mendengarkan itu pun hanya bisa menganggukan kepalanya saja.
"Kalau kau tidak memiliki urusan lain lagi, aku akan pergi, " ucap Bao Yu.
Nayna pun mengenggam tangannya Bao Yu dengan salah satu tangannya itu.
"Kau tak bisa pergi begitu saja, kau harus belajar juga cara merawat bayi, " ucap Nayna. Dia benar-benar mengambil alih topik agar Bao Yu tidak murung lagi.
Dia benar-benar tahu cara mengambil hati pria yang murung.
Bao Yu yang mendengarkan perkataan itu pun memojokkan Nayna ke tembok.
"Kau ingin aku tahu belajar cara merawat bati atau kau ingin menggodaku? " tanya Bao Yu. Dia tersenyum hingga Nayna pun mencium singkat bibirnya Bao Yu lalu pergi secepat mungkin dengan menggendong bayi.
"Aku ingin keduanya, " jawab Nayna.
Bao Yu yang mendapati tingkah Nayna itu pun hanya tersenyum. Dia pun mendekati Nayna hingga merangkul tubuhnya Nayna.
"Ajari aku merawat bayi dengan kedua mataku yang disegel ini, " ucap Bao Yu.
"Baiklah, dengarkan aku baik-baik dan rasakan tanganku yang sedang mengajari tanganmu, " jawab Nayna.
Bao Yu pun hanya mengikuti perkataan Nayna hingga mereka berdua benar-benar membuat bayi itu bisa makan.
'Bagaimana pendekatannya ibu? ' tanya bayi burung Phoenix itu.
Nayna yang mendengarkan itu pun benar-benar khawatir, bagaimana bila Bao Yu mendengarkan itu?
Bayi burung Phoenix itu pun mengetahui kekhawatiran sang ibunya hingga dia berbicara lagi melalui telepati.
'Tenanglah ibu. Ayah takkan mengetahui pembicaraan kita berdua. Aku benar-benar mengkhususkan pembicaraan ini untuk ibu. ' jawab bayi burung Phoenix itu.
'Baiklah, ibu mengakui kehebatanmu, tapi apakah kau tahu karena itu ibu tak bisa kembali ke dunia Chang'an untuk menyelesaikan misi sebelum dirimu dewasa. ' ucap Nayna.
'Aku tahu itu, Bu. Hanya saja, memanfaatkan waktu bersama ini tidak akan ada hari lain lagi. ' jawab bayi burung Phoenix itu.
'Apa maksudmu berkata itu? ' tanya Nayna khawatir.
'Hanya tinggal membutuhkan waktu, sampai orang yang menyegel ayah itu akan datang ke dunia Lin'an ini. Kalau ibu kembali ke dunia Chang'an, mungkin ibu takkan bisa melihat lagi ayah. ' jawab bayi burung Phoenix itu terdengar misterius.
'Apakah orang itu bisa dibandingkan dengan ibumu? ' tanya Nayna.
'Ya, orang itu bisa melebihi ibu. Bukankah di atas langit selalu ada kekuatan langit lain? ' jawab bayi burung Phoenix itu.
'Ya, ibu akan melatih kekuatan ibu lagi agar bisa mengalahkan orang itu. ' jawab Nayna.
'Daripada melatih kekuatan ibu lagi, kenapa ibu tak ber kultivasi bersama dengan ayah? ' tanya bayi burung Phoenix itu.
'Kenapa ibu tidak mencobanya saja! ' seru bayi burung Phoenix itu.
Setelah pembicaraan itu, Nayna pun melamun hingga suaranya Bao Yu pun menyadarkan lamunannya.
"Apa yang sedang kau pikirkan? " tanya Bao Yu.
"Aku tidak bisa berkata bohong ya kepadamu," jawab Nayna.
"Ya, kau berasal dari orang asing. Jadi, kau tidak bisa berbohong. Apalgi, hukum alam dunia Lin'an lebih berlaku, " jawab Bao Yu.
"Bantu aku memberikan nama kepada bayimu, " ucap Nayna. Dia mengalihkan topik pembicaraan.
"Ya, aku sampai lupa memberikan dia nama. Apa nama yang pantas untuknya? " tanya Bao Yu.
"Liang Hu? " ucap Nayna. Dia meminta pendapat kepada Bao Yu.
Bao Yu pun sempat berpikir tentang rekomendasi namanya dari Nayna itu.
"Guang He. Aku tak memiliki pendapat lain selain nama itu, " jawab Bao Yu.
"Itu juga bagus, tapi kenapa kau tidak menurunkan namamu? " tanya Nayna.
"Tidak, dia lebih baik menggunakan nama yang independen dibandingkan menggunakan namaku. Aku tidak tahu lagi berapa lama lagi aku bisa bertahan, " jawab Bao Yu.
"Apakah ada orang yang akan membunuhmu? " tanya Nayna khawatir kepadanya.
"Kau bisa tahu nanti, tapi untuk saat ini kita bisa bersama-sama melupakan kejadian yang akan datang ke depannya, " jawab Bao Yu.
Nayna pun meletakkan bayi bernama Guang He itu ke tempat tidurnya. Mereka berdua pun berbincang di sisi kolam pemulihan sambil kedua kakinya memainkan air disana.
"Apakah kau akan menginap disini? " tanya Nayna.
"Menurutmu? " balas Bao Yu. Dia tengah tersenyum mendengarkan suaranya Nayna yang mengajaknya tidur di tempatnya.
"Kalau kau tidak ingin menginap, tidak apa-apa. Aku takkan memaksamu, " jawab Nayna. Dia memalingkan wajahnya akibat malu di hadapan Bao Yu.
"Aku akan menginap di tempatmu. Lagipula, kau sudah mengajakku menginap, " ucap Bao Yu.
Nayna yang mendengarkan itu langsung senang hingga dia menoleh tepat ke arah Bao Yu hingga berciuman.
Bao Yu pun tak melepaskan ciuman dari Nayna. Dia pun menggendong Nayna sambil berciuman ke tempat peristirahatannya lalu melanjutkan kultivasi bersama.
Keduanya itu benar-benar terbawa suasana hingga Nayna benar-benar puas akibat dirinya telah mendapatkan Bao Yu dalam genggamannya.
hanya saja, dia melakukan hubungan itu tanpa adanya status dan hanya direstui oleh hukum alam saja sejak kelahiran burung phoenix itu. Dia tak memberitahu kebenarannya kepada Bao Yu, tapi Bao Yu tidak membiarkan Nayna pergi begitu saja.
Setelah menghabiskan kultivasi bersama, Bao Yu memeluk Nayna hingga dia benar-benar tak bisa pergi.
Guang He pun yang tahu akan keberhasilan hubungan keduanya membaik pun memberikan kabar kepada Nayna.
"Ibu, bisa berhubungan lagi dengannya sampai kekuatan ibu benar-benar kuat dengan adanya kultivasi bersama itu, " ucap Guang He. Dia menunjukkan rohnya sebagai burung phoenix itu kepada Nayna.
'Dasar anak kecil, kau harusnya tak mengetahui tentang ini! ' seru Nayna kepada Guang He.
'Aku bukanlah anak kecil lagi karena aku telah terlahir ribuan tahun yang lalu. Hanya saja, aku dilahirkan dengan aura kalian berdua saja. ' balas Guang He itu.
"Ya, kau harus melihat situasinya! " seru Nayna. Dia memperlihatkan keadaan dirinya dengan Bao Yu masih menggunakan selimut hingga roh burung phoenix pun kembali ke tempatnya saat Nayna sudah protes kepadanya.
Dia tak tahu saja kalau Bao Yu sudah terbangun kala itu. Dia benar-benar mendengarkan percakapan mereka berdua. Hanya saja, dia berpura-pura tidak tahu.
'Aku ingin tahu sejauh mana dirimu dan Guang He! ' batin Bao Yu.