Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Qander Berubah


"Kenapa kau disini? " tanya Nayna khawatir. Dia tidak tahu saja kalau Qander ialah anak dari Dark Eyes itu. Dia masih menganggap kalau Qander hanya manusia biasa yang berasal dari bumi tanpa kekuatan maupun kultivasi.


"Aku tidak mengenalmu. Aku hanya ingin menolongmu karena kau seorang wanita biasa di dunia bumi, " jawab Qander berbohong.


Nayna yang mendengarkan jawaban dari Qander pun mengerntitkan keningnya. Dia tidak mungkin salah dalam mengenali seseorang.


"Kau pasti sedang berbohong kepadaku! " seru Nayna. Dia tidak bisa mempercayai Qander begitu saja. Apalagi, dia tidak tahu kenapa Qander benar-benar berubah setalah hari itu? Kemana saja dia selama ini? Apakah dia terpengaruh oleh sihir atau kekuatan kultivasi lainnya yang mengharuskan dia benar-benar berubah? Ataukah alasan lain?


"Aku tidak berbohong. Terlalu banyak di dunia Chang'an yang memiliki kemiripan wajahku. Jadi, kau tidak boleh membandingkan aku dengan orang yang pernah kenal denganmu, " tegas Qander.


Qander yang mendengarkan pertanyaan dari Nayna pun khawatir. Dia tidak boleh memberitahukan identitasnya kepada Nayna. Dia tidak ingin melukai hatinya atau bermusuhan saat ini. Mungkin, ada saatnya bertemu dengan tatapan saling bermusuhan tapi bukan saat ini yang dia inginkan.


Wang Xuemin yang melihat itu pun tertawa.


"Kalian berdua benar-benar membuatku tak bisa berhenti tertawa, " ucap Wang Xuemin itu. Dia pun mempererat kekuatannya hingga Nayna pun merintih kesakitan.


"Aaarghhh, " teriak Nayna. Dia hanya bisa menahan rasa sakitnya dilawan oleh Wang Xuemin itu. Padahal, dia bisa saja melawan. Hanya saja, dia tidak ingin membocorkan identitas aslinya di hadapan Qander. Keduanya pun saling menyembunyikan identitasnya masing-masing.


'Aku ingin tahu, apakah dia akan mengkhawatirkan aku bila aku berteriak seperti ini. ' batin Nayna. Dia pun melirik ke arah Qander hingga dirinya benar-benar mendengarkan seruan dari Qander itu.


"Jangan lukai dia! " seru Qander. Dia pun menggunakan kekuatannya hingga tebasan angin pun mampu membuat Wang Xuemin terjatuh dari langit.


'Kau benar-benar tidak pandai berbohong kepadaku. ' batin Nayna.


Nayna yang mendengarkan seruan dari Qander pun tahu jelas kalau dia sedang mengkhawatirkan dirinya. Namun, kenapa dia berpura-pura tidak saling mengenal? Dia ingin aku menganggapnya sebagai pahlawan atau apa?


Sayangnya, Wang Xuemin yang terjatuh pun ikut tersenyum lalu membawa Nayna ke tempat yang Qander tak bisa temukan melalui black Hole nya.


"Dasar brengsek! " umpat Qander.


Qander yang melihat itu pun langsung mencari mereka berdua. Dia pun khawatir akibat Wang Xuemin membawanya.


"Kalian dimana? " tanya Qander. Dia menelusuri setiap hutan itu hingga setiap akar hutannya selalu menghalangi Qander saat dia hendak ke arah yang lainnya.


"Yang Mulia tidak diizinkan pergi dari sini sebelum mengikuti aturan pewaris Dark Eyes! " seru Lao Xi yang merupakan wujud dari hutan itu sendiri. Dia membantuk dirinya bagaikan manusia untuk menemui Qander dalam keadaan rohnya itu.


"Persetan dengan aturan pewaris, aku tidak ingin itu tapi ingin mencari temanku, " geram Qander. Dia menggunakan tebasan anginnya lagi hingga akar itu benar-benar tumbang tapi akar itu menyatu kembali bagaikan lintah.


Qander yang melihat itu benar-benar tak percaya kalau kekuatannya itu tidak dapat mengalahkan Lao Xi sang pemilik hutan itu. Dia merasa kalau Wang Xuemin benar-benar menjebak dirinya di hutan ini agar dia benar-benar tak bisa kabur.


"Aku sudah bilang kepadamu Yang Mulia, kau harus mengikuti aturan pewaris itu atau kami yang akan bertindak keras kepadamu! " seru Lao Xi itu.


"Aku tidak mau! " tolak Qander. Dia langsung menggunakan kekuatan peringan tubuhnya untuk lari dari hutan itu tapi tanah yang ia pijaki mampu membuat kakinya terhisap ke dalam.


"Kenapa kalian memaksaku sampai seperti ini? " teriak Qander. Dia merasa bebannya semakin berat saat tanah menghisap nya itu.


Qander yang mendapatkan banyak jebakan dari tempat-tempat hidup pun meledakkan auranya agar dirinya bisa lolos. Sayangnya, semua ledakan itu tak mempan kepada mereka semua. Semua yang hancur pun bisa kembali seperti semula.


"Kalian benar-benar memaksaku! " seru Qander. Dia pun menggunakan kekuatannya lagi hingga seluruh tubuhnya dijadikan benda tajam agar mereka tidak menyentuhnya.


Sayangnya, itu benar-benar tidak berfungsi. Bahkan, Raja Laba-laba pun keluar dari sarangnya hingga memberikan jaringnya itu agar Qander tak bisa keluar dari hutan itu.


Dia yang mendapatkan jebakan itu pun terus memberontak.


"Kekuatanmu untuk saat ini akan saya blokir, Yang Mulia, " ucap Laba-laba itu. Dia bernama Chui Han.


"Kenapa kalian semua melakukan ini? " tanya Qander. Dia mulai putus asa akibat kekuatannya benar-benar tidak berfungsi. Padahal, dirinya ingin menyelamatkan Nayna dari Wang Xuemin itu.


"Karena permata kehidupan kami telah dicuri oleh mereka hingga kami pun tidak bisa berbuat apa-apa selain mematuhinya, " jawab Chui Han itu. Dia langsung mengubah wujudnya sebagai manusia saat dia tengah berbicara dengan Qander itu.


"Seharusnya kalian meminta tolong agar permata kehidupan kalian bisa kembali, jangan seperti ini yang memaksaku menjadi pewaris itu. Bahkan, pewaris itu bagaikan kutukan buatku yang terlalu lama di dunia bumiku dulu, " keluh Qander.


"Kami tidak ingin membicarakan itu lagi selain Yang Mulia harus berendam di lautan magma bermandikan kristal es. " Chui Han melempae Qander kepada Lao Xi hingga dia dibawa ke dalam tempat rahasia.


Tempat itu dikelilingi banyak hutan beringin. Qander pun dilemparkan ke tempat lautan magma itu hingga akar yang menggantung di hutan beringin itu mengikat Qander yang sudah tidak memiliki jaring Laba-laba nya lagi.


"Selamat berkultivasi Yang Mulia, " ucap Lao Xi. Dia undur diri dengan yang lainnya. Qander yang melihat kepergian mereka pun memberontak.


"Aku tidak mau! " teriak Qander. Dia berusaha keluar dari sana tapi tetap tidak bisa.


Setelah kepergian mereka, kristal es pun mengerayangi Qander yang dikelilingi lautan magma itu. Mereka berusaha menembus tubuhnya Qander satu per satu.


Qander yang mendapati itu pun terus memberontak hingga kristal es pun berbicara kepada Qander.


"Kau adalah pewaris yang aneh, " ucap kristal es itu.


Qander yang sudah biasa mendengarkan semua tempat ataupun benda bisa berbicara sekalipun sudah tidak terkejut lagi.


"Aku bukan aneh tapi menolak kalian untuk menobatkan aku sebagai pewarisnya, " jawab Qander.


"Baru kali ini ada pewaris sepertimu yang membuatku benar-benar tertarik, " ucap suara pemilik kristal itu.


ya, Ratu kristal es pun keluar dari sarangnya hingga dia berwujud manusia dengan menggunakan pakaian kuno berlapiskan es di dalamnya.


Qander yang melihat wujud ratu pemilik es pun benar-benar terkejut dengan kedatangan yang ia tak duga.


"Apa yang akan dia lakukan? "