Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Demi Wanita


"Aku tidak akan memberitahukanmu sebuah jawaban. Kau hanya bisa memberitahukan apa yang aku inginkan, " jawab Nayna.


"Baiklah, aku akan menjawabnya, " ucap manusia tanpa wujud itu. Dia merasakan niat membunuh yang kuat dari manusia biasa di hadapannya ini. Dia tidak ingin nyawanya benar-benar hancur hanya karena disakiti manusia biasa. Harga dirinya bisa hancur begitu saja kalau dirinya mati di tangan manusia biasa.


Nayna pun langsung menghentikan kekuatannya itu kepada manusia tanpa wujud itu. Dia pun menggunakan rantai yang menyegel kekuatannya manusia tanpa wujud itu untuk berjaga-jaga.


"Kenapa kau menyegel ku? " protes manusia tanpa wujud itu.


"Aku hanya ingin berjaga-jaga bila dirimu melakukan pemberontakan yang tidak perlu, " jawab Nayna. Dia tersenyum licik menghadapi manusia tanpa wujud itu.


"Aku kan tidak akan menyerangmu bila aku sedang memberitahukanmu, " protes manusia tanpa wujud itu.


"Kalau kau terus protes, aku bisa saja membunuhmu, " ancam Nayna.


Manusia tanpa wujud yang mendengarkan ancaman Nayna pun benar-benar gemetaran. Dia tidak ingin benar-benar mati di tangannya itu.


"Baiklah, aku tidak akan protes lagi, " ucap manusia tanpa wujud itu. Dia benar-benar pasrah terhadap manusia biasa yang ada di hadapannya ini. Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kalau dirinya tidak benar-benar patuh.


"Jadi, jelaskan kepadaku apa yang terjadi di hutan ini, " seru Nayna.


"Ini tempat penemuan misterius yang bisa membantu Dark Eyes, " ucap manusia tanpa wujud itu.


"Bukankah dulu hutan ini tidak menerima bantuan dari Dark Eyes, kenapa bisa? " tanya Nayna tak mengerti. Dia jelas mengingat selama pengaturannya di tiga dimensi. Dia selalu membuat hutan itu tak patuh dengan Dark Eyes.


"Itu dulu, tapi sekarang berbeda. Hutan ini benar-benar menerima dengan lapang akan kehadirannya Dark Eyes itu, " jawab manusia tanpa wujud itu.


"Apa kau tahu alasannya? " tanya Nayna penasaran.


"Aku benar-benar tidak tahu alasannya. Aku hanya tahu mereka sudah berbagi kesedihan dan kebahagiaan bersama-sama dengan Dark Eyes itu. Setelahnya, aku tidak mengetahui apa-apa. Aku hanya menunggu seseorang yang bisa membaca tulisan asing di bebatuan yang kau lihat tadi, " jelas manusia tanpa wujud.


Nayna yang mendengarkan itu pun makin kepikiran. Dia tidak pernah tahu kalau masalah yang ada di tiga dimensi benar-benar telah menimbulkan keributan yang besar.


Belum selesai masalah misi kepada jiwanya Rita itu, sekarang bertambah pula masalah lainnya lagi.


Hanya saja, dia tidak mungkin menggunakan wujud aslinya di dunia Chang'an untuk membuka akses tulisan di bebatuan itu. Dia harus meminta ke seseorang yang telah ia selamatkan di air itu.


Dia tidak tahu ajaa orang yang ia selamatkan ialah jiwanya Rita. Kalau dia tahu, mungkin dia tidak perlu mencari-cari sampai ke ujung dunia.


Dia hanya menganggap orang yang diselamatkan itu ialah jiwa penjelajah waktu yang mungkin saja diincar oleh pemimpin penjelajah waktu.


"Baiklah, tidak bisakah kau membuka hutan ini untukku? " pinta Nayna.


"Aku tidak bisa melakukannya bila dirimu saja tak mampu membaca tulisan yang ada di bebatuan itu, " jawab manusia tanpa wujud itu.


"Apa tidak bisa dengan kekuatanmu? " tanya Nayna lagi.


"Itu bukan kuasaku karena semua kuncinya sudah dibuat didalam tulisan itu. "


"Maksudmu, itu artinya hutan yang memberikan aturan itu? " tanya Nayna lagi.


"Orang itu maksud kau siapa? " tanya Nayna lagi.


"Itu... " jawab manusia tanpa wujud itu begitu gugup. Dia tidak bisa membocorkan nya kepada manusia yang ada di hadapannya hingga dirinya pun dihancu leburkan oleh seseorang tak terlihat di hadapan Nayna.


Nayna yang melihat itu segera mundur dari tempatnya manusia tanpa wujud itu.


Kekuatan kilat merah itu benar-benar menyambar manusia tanpa wujud itu.


Nayna yang melihat itu pun menoleh kesana kemari.


"Tunjukkan dirimu! " seru Nayna.


Semakin dia bersuara, semakin hutan itu benar-benar hidup seakan-akan memakan Nayna yang tengah di hutan itu.


Nayna yang mendapati tingkah hutan hidup pun langsung terbang dengan sayapnya. Hanya saja, awan putih yang di langit itu mengelilingi Nayna hingga dirinya tidak bisa menjauh dari hutan itu.


'Apa karena menggunakan tubuhnya Rita, jadi aku dihalangi. ' batin Nayna. Dia mencoba menebas awan putih itu dengan selembar daun yang diisi dengan kekuatan spiritual di dalamnya hingga awan itu benar-benar menghilang.


Sayangnya, itu bersifat sementara. Awan-awan putih itu senantiasa menganggu Nayna.


Dia pun terus menerus menggunakan kekuatan itu hingga orang yang di dalam hutan itu menyadari kedatangan Nayna.


"Kau benar-benar memiliki teman yang setia kawan, " ucap Wang Xuemin kepada Qander.


Qander yang mendengarkan itu hanya berusaha membuat hati nuraninya masih hidup sekalipun Wang Xuemin telah menggunakan metode menyakiti Qander.


Wang Xuemin pun memperlihatkan keberadaan Nayna yang sedang melawan dunia langit yang ia kelola sendiri.


Qander menatap Wang Xuemin dengan kebencian yang mendalam.


"Jangan kau ganggu dia! " seru Qander.


"Yang Mulia, kau benar-benar tidak menganggapku sebagai pengawal yang menuruti perintahmu, bukan? " ucap Wang Xuemin. Dia memegang wajahnya Qander yang sudah terluka hingga tidak terlihat wujudnya seperti apa akibat metode penyiksaannya itu benar-benar kejam.


"Aku tahu itu, tapi setidaknya lepaskan dia, " pinta Qander. Dia menggunakan bahasa lembutnya demi menenangkan hatinya Wang Xuemin. Dia tahu kalau dirinya semakin berteriak atau memberontak kepada Wang Xuemin, mungkin saja Nayna akan berada dalam bahaya.


"Kalau kau ingin aku melepaskannya, maka kau harus memberiku satu tawaran yang menarik, " ucap Wang Xuemin. Dia memberikan penekanan yang luar biasa kepada Qander.


"Tawaran apa yang kau ingin dariku? " tanya Qander lemah. Dia tadinya tidak rela kalau dirinya harus menuruti Dark Eyes itu, tapi keadaan yang menyuruhnya. Demi Nayna, dia ingin melakukan apa saja kalau itu benar-benar dia.


Dia tidak tahu saja kalau orang yang ia sukai ialah tubuhnya Rita yang diisi jiwanya oleh Nayna. Namun, dia benar-benar tidak mengetahuinya.


"Hancurkan hati nuranimu sekarang juga! " seru Wang Xuemin. Dia sudah kelelahan akibat tubuh maupun mentalnya Qander begitu kuat hingga berbagai metode tidak bisa menghancurkan hati nuraninya Qander.


Hanya saja, Wang Xuemin tidak memberitahukan kalau dirinya telah kelelahan akibat menyiksa Qander. Itu akan menjadi kekalahan telak baginya sehingga dirinya bisa saja dihukum oleh Raja Dark Eyes itu. Dia tidak mungkin mengingkari perjanjiannya dengan raja itu hingga dirinya harus menjadikan anak raja itu benar-benar mematuhi perintah sang raja dengan menghancurkan hati nuraninya.


"Kau boleh menyiksaku, tapi tidak dengan hati nuraniku! " seru Qander.