Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Sungai Suci Membara


"Mari kita buat kesepakatan, " ucap Liu Chang Hai.


"Kesepakatan apa yang ingin kau buat? " tanya Jianying sedikit ragu dengan Liu Chang Hai itu.


"Kesepakatan kita berdua bisa keluar dari sungai ini, " ucap Liu Chang Hai. Dia tidak menyebutkan sungai suci karena keamanan identitasnya sendiri.


Jianying yang mendengarkan itu pun memperlihatkan senyum merendahkan Liu Chang Hai. Dia jelas tahu kalau Liu Chang Hai pun tidak bisa keluar dari sungai suci ini, tapi dia berani menawarkan kesepakatan. Itu sungguh aneh baginya.


"Apa kau yakin dengan kemampuanmu bisa mengeluarkan kita berdua dari sungai ini? " tanya Jianying.


"Tentu saja, aku yakin dengan kemampuanmu bila kau mempercayaiku sepenuhnya, " jawab Liu Chang Hai. Dia teelihat percaya diri dengan tawaran yang ia buat sendiri.


Jianying yang mendengarkna itu pun sedikit berpikir tentang tawaran yang dibuat oleh Liu Chang Hai itu.


'Bagaimana pendapatmu? ' tanya Jianying kepada Qian Fan.


'Terima saja kalau dia benar-benar berkemampuan. ' jawab Qian Fan. Dia sedang memakan buah-buahan yang ada dalam cincin penyimpanan dengan santainya itu.


'Bukannya kamu yang bilang, kita tidak boleh mendekatinya sampai tahu tujuan. ' Jianying mempertanyakannya lagi.


'Ya aku tahu, tapi kamu juga yang membela lelaki yang baru kau temui, jadi kita impas. ' Qian Fan membalas perkataan dari Jianying itu.


Jianying yang mendengarkan itu pun segera menganggukan kepalanya.


"Bagaimana tuan? Apa keputusanmu? " tanya Liu Chang Hai. Dia memberikan ruang kepada Jianying itu agar dia dapat leluasa berpikir tentang tawarannya itu.


"Baiklah, aku akan menerima tawaranmu. Hanya saja, apa yang kamu inginkan bila aku menerima tawaranmu ini? Kau tidak mungkin membantuku tanpa alasan, " ucap Jianying. Dia masih teguh dengan keyakinannya kalau Liu Chang Hai mungkin saja sudah mengetahui tentang dirinya sebagai raja tiga dimensi yang kehilangan kekuatannya di dunia Chang'an ini hingga dia harus mencari sumber kekuatannya sedikit demi sedikit.


"Aku tidak ingin beralasan lagi padamu, karena itu kita mulai saja keluar dari sungai ini, " timpal Liu Chang Hai segera mendekati Jianying.


Liu Chang Hai menggunakan asap putih di dalam sungai itu untuk mengaburkan penglihatannya Jianying dan agar orang tidak dapat melihatnya.


Jianying yang melihat itu ingin menghindar, tapi tangannya Liu Chang Hai mengenggam tangannya Jianying.


"Apa yang akan kau lakukan kepadaku? " teriak Jianying. Dia terlihat ingin segera kabur dalam situasi ini.


"Patuhlah, " jawab Liu Chang Hai. Dia yang mengatakan itu seolah-olah membuat Jianying terhipnotis hingga dirinya pun kehilangan kendali.


Qian Fan yang melihat itu pun seolah tertidur dari kekuatan yang dikeluarkan Liu Chang Hai itu.


Liu Chang Hai langsung menggunakan tubuhnya sebagai seorang wanita. Dia pun langsung membuka seluruh bajunya Jianying dengan agresif.


Jianying yang terkena reaksi kekuatannya dari Liu Chang Hai pun membalas tindakannya.


Dia langsung mencium bibirnya Liu Chang Hai itu. Keduanya saling bertukar saliva hingga bunga-bunga yang datang begitu saja pun bertebaran sekitar mereka berdua.


Bunga-bunga itu berjatuhan hingga memberikan cahaya yang menyilaukan mata. Namun, keduanya yang tak memperhatikan itu tetap melanjutkan aksinya hingga mereka berdua melakukan kultivasi ganda di dalam air itu.


Cahaya yang berasal dari bunga-bunga bertebaran itu mampu memberikan terobosan terhadap segel di daratan itu. Kemudian, segel itu memberikan ledakan cahaya yang segera mengisi tubuhnya Jianying.


Jianying yang mendapatkan sebagaian kekuatannya itu langsung mendorong Liu Chang Hai ke bawah air sambil tak melepaskan ciumannya itu.


Di bawah air pun langsung terlepas dari segelnya itu segera setelah mereka berdua melakukannya di bawah air itu.


Jianying pun menatap Liu Chang Hai. Dia seolah melihat istrinya di bawah dirinya.


"Istriku, aku tidak bisa menahannya karena aku terlalu merindukanmu, " gumam Jianying kepada Liu Chang Hai.


Liu Chang Hai yang melihat itu pun tersenyum.


"Aku milikmu, jadi kau bisa melakukannya hari ini, " jawab Liu Chang Hai.


Jianying yang mendengarkan itu pun merasa bersemangat. Dia langsung menghantam bagian milik Liu Chang Hai begitu keras dan cepat.


Gua di bawah air itu pun bercahaya hingga bola-bola bagaikan mutiara pun mengelilinginya.


Bola-bola yang mengelilinginya itu membawa mereka berdua ke daratan lalu Liu Chang Hai pun segera menyelesaikan permainan bersama Jianying.


Dia tengah tertidur setelah pelepasannya itu, tapi Liu Chang Hai segera bangkit dengan pakaiannya.


Tak lupa, Liu Chang Hai pun menjentikkan jarinya hingga Jianying pun menggunakan pakaiannya kembali seolah-olah pengalaman itu hanyalah mimpi.


Dia tidak ingin membongkar identitasnya bila dia sudah terbangun dari tidurnya itu. Lagipula, dia sudah menggunakan identitas lamanya saat ber kultivasi ganda dengan Jianying tanpa mencari tahu identitas barunya dengan nama wanita di dunia Chang'an ini.


Dia mendapatkan peringatan kalau dirinya akan dikejar-kejar oleh mutiara bulan itu. Dia yang tidak ingin menyusahkan suaminya Jianying itu pun segera meninggalkannya dengan sebuah tanda di kristal di tangannya Jianying yang sengaja ia tinggalkan.


"Maafkan aku, tapi aku hanya bisa menemanimu sampai saat ini. Aku harap kau bisa mengembalikan kekuatanmu setelah ini, " ucap Liu Chang Hai. Dia mencium keningnya Jianying yang masih tertidur itu lalu dia pun pergi meninggalkannya seorang diri di tengah hutan.


Tak lupa, dia pun menggunakan sedikit kekuatannya untuk memberikan tempat gubuk bagi suaminya Jianying itu laku dia pergi meninggalkannya dengan lingkaran teleportasinya.


'Kau sungguh melakukannya? ' tanya Liu Chang Hai kepada bayangannya sendiri.


'Tentu saja, itu cara untuk keluar dari sungai suci itu. ' Bayangannya Liu Chang Hai pun segera beristirahat di alam bawah sadarnya Liy Chang Hai hingga Liu Chang Hai sendiri yang mengendalikannya saat ini.


'Aku baru mendengarkan itu, tapi bukannya kau yang selalu menyuruhku untuk menghindarinya dengan identitas lamaku? ' tanya Liu Chang Hai tak mengerti.


'Ya, tapi aku mengendalikannya semua itu. Hanya saja mutiara bulan benar-benar mengejar kita. ' Bayangannya Liu Chang Hai pun memperlihatkan kalau mutiara bulan sudah bergerak ke tempat air yang dimana tadinya ia ditahan menggunakan segel penyiksaan itu.


'Jadi, apa yang harus aku lakukan? ' tanya Liu Chang Hai. Dia masih bingung dengan situasi yang terjadi saat ini.


'Istirahatlah hingga tubuh kita benar-benar pulih karena aku sudah menggunakan sebagian kekuatannya demi menolong suamimu. ' Bayangannya Liu Chang Hai itu terdengar serius hingga Liu Chang Hai pun menurut.


Dia pun langsung duduk di tengah puncak gunung sambil bersila dan memejamkan matanya.


Hanya saja, Liu Chang Hai tak memperkirakan seseorang akan datang menghampirinya di tengah puncak itu.


"Apakah dia adalah orangnya? "