
"Aku akan menghukum kamu yang tidak patuh terhadapku, " ancamnya.
"Terserah kamu saja, kau tidak peduli tapi jangan harap kau bisa menaklukkan aku untuk mengambil jiwanya, " jawab Qian Yu dengan berani.
"Baiklah, bila itu maumu aku akan menenggelamkanmu ke dalam lautan magma di bawah ini, " ucap orang itu. Dia pun membuka lantai bawah yang membawa Qian Yu ke dalam lautan magma hingga dirinya benar-benar menutup matanya sambil menggunakan kata-kata akhirnya.
"Aku tidak lelah melakukan banyak hukuman ini demi bersamamu Liu Chang Hai, " batinnya itu.
Huan Huan yang melihat Qian Yu telah dihukum olehnya pun langsung mengubah wujudnya menjadi Jianying.
Dia mendapatkan memori itu dari Qian Yu setelah dirinya dihukum di lautan magma itu. Dia akan membawa jiwanya Liu Chang Hai untuk penelitian dimensi lainnya.
Liu Chang Hai takkan pernah tahu kalau Jianying yang dihadapkannya itu palsu atau bukan, yang terpenting dia harus mempengaruhi Liu Chang Hai terlebih dahulu.
Dia benar-benar tak bisa mengandalkan orang lain demi mendapatkan jiwanya itu.
***
"Kekuatannya telah berhenti, " ucap Liu Chang Hai. Dia menatap langit telah menjadi biru kembali. Dia tidak berharap kalau kekuatan mereka berdua sudah berhasil mengobrak-abrik dunia Chang'an hingga banyak pemburu yang mencari keajaiban dunia tadi.
Dia harus bersembunyi dari para pemburu itu sebelum dirinya berubah kembali menjadi identitas laki-laki sebagai Liu Chang Hai.
"Kau tidak boleh lengah, " peringat bayangan Liu Chang Hai itu.
Bayangan Liu Chang Hai merasakan atmosfer yang membuatnya sedikit gemeteran, tapi dia berhasil menyembunyikan itu dari Liu Chang Hai sendiri demi harga dirinya itu.
"Apakah akan ada hal yang berbahaya lagi? " tanya Liu Chang Hai tak mengerti. Dia menggunakan kekuatan pemulihannya sambil berbicara kepada bayangannya di alam bawah sadarnya itu.
"Aku merasakan aura yang berbeda dari sebelumnya, kau harus berhati-hati, " jawab bayangan Liu Chang Hai itu.
"Baiklah, aku akan berhati-hati, " ucap Liu Chang Hai lalu kembali ke dalam kenyataannya.
Liu Chang Hai pun keluar dari persembunyiannya lalu dia pun bertemu dengan Liu Han yang sudah sadar sepenuhnya.
Liu Chang Hai yang melihat itu pun kaget dengan kehadirannya Liu Han yang datang secara tiba-tiba. Apalagi, dia mengetahui tempat tersembunyinya dan dirinya masih belum berubah menjadi laki-laki.
"Kau mau kemana? " tanya Liu Han dengan wajah dinginnya itu.
"Kau ingat aku? " tanya balik Liu Chang Hai. Dia tidak menyangka kalau Liu Han akan mencegahnya pergi. Padahal, dia tidak mengenal identitas perempuannya selain identitas laki-laki yang ia ketahui.
Dia mengabaikan pertanyaan dari Liu Han melainkan mempertanyakan balik kepadanya.
"Ya, kau yang akan kabur dari genggamanku, " jawab Liu Han. Dia pun tengah membangunkan Xie Xie yang ia kurung dengan kekuatan esnya itu.
Xie Xie yang masih membutuhkan waktu untuk kesadarannya pun masih dalam keadaan tertidur.
"Sepertinya kau salah mengenali orang, " ucap Liu Chang Hai. Dia tengah berakting di hadapan Liu Han untuk segera pergi dari jangkauannya itu. Bagaimana pun juga, dia mengenal jelas kalau Liu Han ialah Iwan sang raja tiga dimensi yang melupakan ingatannya itu.
"Aku tidak pernah salah dalam mengenali orang yang sudah terkena dengan jurusku, " bisik Liu Han tepat di telinganya Liu Chang Hai itu.
Dia merasakan seluruh tubuhnya akan benar-benar membara bila terus-menerus mendekatinya. Suhunya tidaklah normal saat ini. Dia pun mencoba menyadarkan dirinya berkali-kali dari aroma yang dibawa oleh Liu Han itu begitu menggodanya.
"Kelak kau akan mendapatkan berbagai penglihatan, penciuman, hingga rasa lainnya, " ucap bayangan Liu Chang Hai itu. Dia merasakan apa yang dirasakan oleh Liu Chang Hai itu saat di dekat Liu Han.
"Aku benar-benar bisa mati bila seperti ini, " ucap Liu Chang Hai. Dia merasakan ketakutan yang luar biasa dari aroma yang dibawa oleh Liu Han. Tercium aroma menggoda tapi bisa mematikan di satu sisi.
Dia pun menggunakan telepati nya itu kepada bayangannya Liu Chang Hai itu.
"Ayo, kita ubah posisi, " tawar bayangan Liu Chang Hai. Dia pun mengambil alih tubuhnya Liu Chang Hai itu hingga bayangannya benar-benar langsung mengubah posisinya.
Bayangan Liu Chang Hai pun segera menyentuh tubuhnya Liu Han yang menggunakan tatapan penuh menggodanya itu.
"Kau benar-benar lelaki yang berani, " ucap Bayangan Liu Chang Hai itu.
Liu Han yang mendengarkan suaranya itu pun benar-benar tersenyum.
Liu Chang Hai yang melihat dari alam bawah sadarnya pun tak mempercayai senyuman dari Liu Han itu, apakah lupa ingatan membuat dirinya lebih menyukai wanita nakal? Ataukah Nayna dulu seperti itu?
Ah, pikirannya benar-benar berkecamuk saat ini. Dia ingin mengetahui kebenarannya langsung.
"Aku tidak menyangka kalau identitasmu ternyata seorang perempuan, " ucap Liu Han. Dia langsung membawa Liu Chang Hai duduk di pangkuannya di atas bebatuan itu.
"Kalau aku perempuan, kau mau apa padaku? " tanya bayangan Liu Chang Hai penuh dengan keberanian itu.
"Kalau begitu, kita bisa bermain-main dengan caraku, " ucap Liu Han. Dia mencium tangannya Liu Chang Hai itu hingga tubuhnya benar-benar memiliki bintik-bintik kemerahan.
Liu Chang Hai yang melihat itu pun tak melepaskan Liu Han begitu saja setelah dia menandai tubuhnya. Dia pun langsung mengikat tubuhnya Liu Han bagaikan kepompong dengan selendang spiritualnya itu.
Hanya saja, Liu Han menggunakan putaran api hingga membakar selendang spiritualnya Liu Chang Hai itu.
"Aku akan membiarkanmu kali ini, tapi ingatlah satu hal kalau aku telah menandaimu, " ucap Liu Han. Dia pun membawa Xie Xie yang tidak sadar itu ke pangkuannya lalu dia benar-benar pergi dari hadapan Liu Chang Hai begitu saja.
Liu Chang Hai yang melihat itu pun mengundang banyak pertanyaan yang ada. Dia tidak menyangka kalau Liu Han memiliki rayuan maut seperti itu, apakah dia benar-benar melupakan ingatannya itu? Ataukah dimana tujuan akhirnya saat ini?
Banyak sekali pertanyaan yang ia lamunkan itu, tapi dirinya benar-benar langsung terjatuh. Kedua kakinya benar-benar lemas hingga dirinya tak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya. Dia tidak menyangka kalau Liu Han menggunakan racun hanya dengan mencium tangannya saja bisa menyebar ke sekujur tubuhnya begitu cepat.
"Kenapa kau begitu lemah? " tanya Liu Chang Hai kepada bayangannya.
"Aku tak sengaja terkena racunnya, " jawab bayangan Liu Chang Hai itu.
"Kalau begitu, apa yang harus kita berdua lakukan sekarang? "