Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Identitas Baru Bagi Raja Tiga Dimensi


"Sudahlah, kau tidak perlu mempedulikan itu selama kau mencari tahu, " ucap sisa labirin itu.


Iwan yang melamun langsung tersadarkan dengan perkataan dari sisa labirin itu.


"Jadi, siapa namaku? " tanya Iwan. Dia berharap kalau nama-nama di dunia Chang'an ini tidak aneh yang seperti dia pikirkan.


"Tunggu sebentar, nama ini hanya identitas palsu, jadi dunia Chang'an masih belum mengakuimu. Kau harus mencari tahu kekuatanmu sendiri hingga kau mendapatkan nama baru lagi selain nama ini, " ucap sisa labirin itu. Dia menjelaskannya agar Iwan tidak sombong dalam menjalankan setiap keputusannya.


"Baiklah, bila itu maumu, kau akan menurutinya dengan senang hati, " jawab Iwan.


"Aku akan memberikanmu sebuah nama Jianying, " ucap sisa labirin itu.


"Nama yang bagus, " ucap Jianying yang sudah mengubah namanya itu.


"Kalau begitu, mohon bantuannya Jianying untuk membawaku bernama Qianfan ini agar menjadi panduan bagimu, " jelas Qianfan dari sisa labirin itu memasuki cincin penyimpanannya Jianying saat ini.


"Baiklah, kali ini kita harus menemui wanita yang merusak labirin ku, " ucapp Qian Fan.


"Ya, aku sedang menunggu barrier ini terbuka, " jawab Jianying.


***


"Aku merasa kalau namaku yang Liu Chang Hai ini seperti laki-laki, apakah nama ini tidak salah bagiku yang seorang wanita? " tanya Liu Chang Hai kepada bayangannya.


Mereka berdua belum menyelesaikan perdebatan identitasnya itu hingga Jianying dengan Qian Fan begitu menunggu lama di luar.


"Dia tidak salah memberikanmu sebuah nama. Kau akan terlihat sebagai lelaki di hadapan pria yang akan kau temui saat ini. Walaupun, aku tahu kalau labirin itu akan mengetahui identitasmu yang perempuan. Namun, itu akan berbeda kalau dirinya bersatu dengan lelaki yang akan kau temui saat ini, " jelas bayangan Liu Chang Hai itu.


"Maksudmu di hadapan suamiku, aku akan terlihat sebagai lelaki? Pantas saja, kau tidak menginginkan diriku menyebutkan dia sukai kalau wujudku akan berubah menjadi lelaki."


"Ya, itu poin dari berbagai sisinya, tapi ada sisi yang kamu tak ketahui, maka aku tidak boleh mengatakannya lebih dalam lagi, " jawab bayangan Liu Chang Hai itu.


"Kalau benar begitu, namaku yang memiliki sisi kewanitaan itu bagaimana? " protes Liu Chang Hai. Dia tidak ingin menggunakan identitas lelaki terus-menerus.


"Kau harus mencarinya sendiri demi mempertahankan kekuatanmu, " jawab bayangan Liu Chang Hai.


Liu Chang Hai yang mendengarkan itu pun tidak mengerti maksud dari bayangannya hingga dia ingin segera keluar dari tempat itu dan menemui suaminya.


"Kau begitu terburu-buru, " ucap bayangan Liu Chang Hai. Dia mencekal tangannya Liu Chang Hai itu.


"Jadi, kau ingin aku tetap berdiam diri begitu? " protes Liu Chang Hai. Dia sudah kesal dengan sikapnya bayangan itu begitu protektif sekali dengannya.


Dia benar-benar curiga kalau bayangan itu bukan sekedar bayangannya melainkan pria penguntit yang mengubah wujudnya sebagai bayangannya, tapi apakah itu mungkin di dunia Chang'an ini?


"Kau harus tenang, biar kau yang membukanya. Aku akan tetap di dalam gelang penyimpanan kamu bila kau membutuhkan aku, " ucap bayangan Liu Chang Hai itu.


"Ya, buruan, " protes Liu Chang Hai sudah tak sabar menemui suaminya itu.


Sayangnya, dia harus berpura-pura tidak mengenali suaminya itu.


Barrier pun terlepas begitu saja. Kedua mata mereka berdua pun saling memandang.


Ada rasa rindu di hatinya Liu Chang Hai itu. Dia ingin sekali memeluk dan mencium suaminya, tapi apalah daya dengan identitas barunya yang mengharuskan dia berwujud sebagai pria sebelum mendapatkan ruang jati diri yang bisa melepaskannya dari identitas lelaki ke wanita.


"Bukankah kau mengatakan orang yang menghancurkan labirinmu itu wanita? tapi yang ada di hadapanku saat ini ialah pria, " ucap Jianying kepada Qian fan melalui telepati nya itu.


"Aku pun tidak tahu, apakah dia memalsukan identitasnya saat dia akan mencoba bertemu dengan kita? " ucap Qian Fan lagi.


"Aku pun tidak tahu, yang jelas kita harus mencari tahu, " jawab Jianying itu. Dia bertekad kalau orang yang ada di hadapannya saat ini memiliki aura yang sama.


"Apakah kau yang menghancurkan labirin ini? " tanya Jianying. Dia langsung kepada inti cerita. Dia tidak ingin basa-basi bila dia benar-benar seorang pria.


"Ya, aku rasa tempat ini membuatku sedikit sesak, jadi aku menghancurkannya, " jawab Liu Chang Hai. Dia berbicara begitu arogan. Padahal, dia tidak sama sekali ingin berbicara begitu, tapi bayangannya benar-benar mengendalikan apa yang ia katakan saat ini.


"Kalau benar begitu, mengapa kau menerobos masuk ke wilayah ku? " tanya Jianying. Dia jelas-jelas memberikan tanda itu untuk wanita yang pernah menyelamatkannya, tetapi kenapa seorang pria?


Dia merasakan ada kejanggalan di balik ceritanya, apakah orang yang menyelamatkannya itu seorang pria? Kalau seorang pria berarti dia tidak akan mengejar-ngejar penyelamat nya lagi.


Dia masih normal untuk mencintai lawan jenis bukanlah sesama jenis.


"Aku merasakan ada lingkaran aneh saat aku tengah ber petualangan, jadi aku masuk saja, " jawab Liu Chang Hai itu. Dia pun berbalik meninggalkan Jianying dengan langkah angkuhnya itu benar-benar tak menunjukkan kesopanan sedikit pun.


"Tunggu sebentar! " ucap Jianying. Dia tengah memberhentikan langkah Liu Chang Hai itu.


'Suamiku memanggilku. ' batin Liu Chang Hai. Ada rasa debaran di jantungnya hingga wajahnya benar-benar memerah.


'Kendalikan dirimu sampai kau menemukan identitas barumu sebagai wanita, kau harus ingat mutiara bulan akan mengincarmu. ' peringat bayangan Liu Chang Hai itu.


Liu Chang Hai yang mendengarkan itu pun langsung menggunakan kipasnya untuk menutupi wajahnya yang tengah memerah itu saat dihampiri sang suaminya itu.


"Apa yang ingin kau katakan? " tanya Liu Chang Hai. Dia berkata dengan auranya yang tegas dan penuh berwibawa.


Bayangan Liu Chang Hai benar-benar membuat Liu Chang Hai merasa kalau dirinya benar-benar seperti pria. Bayangan itu benar-benar dapat diandalkan.


"Aku ingin mengetahui namamu, " ucap Jianying.


"Apakah kamu pantas mengetahui namaku? " gertak Liu Chang Hai. Dia langsung terbang menggunakan pedang langit dan kakinya berpijak di atas pedang itu. Dia masih menutup wajahnya dengan kipasnya itu.


'Kenapa kau berkata begitu terhadap suamiku. ' batin Liu Chang Hai kepada bayangannya yang benar-benar mengendalikan tubuhnya itu.


'Kau sedang menjalankan identitasmu sebagai pria, kau harus perhatikan itu agar dia tidak mencurigaimu. ' ucap bayangan Liu Chang Hai.


Liu Chang Hai pun duduk dengan raut wajah masamnya di alam bawah sadarnya itu. Dia tidak menyangka kalau dirinya akan berbagi tubuh dengan bayangannya sendiri.


"Kalau aku tak pantas meminta namamu, maka aku akan mengenalkan diriku sebagai Jianying yang baru saja melatih bela diri, " jawab Jianying. Dia tidak mempedulikan sikapnya Liu Chang Hai itu.


'Jianying? Kapan dia mengubah namanya? '