
"Memangnya kau bisa melepaskan segel di kedua mataku? " tanya Bao Yu.
"Kita akan tahu setelah kita mencobanya, bukan? " ucap Nayna. Dia mencoba meraba kedua matanya Bao yang terlilit kain mantra itu. Dia merasakan energi yang sama antara di lainnya Bao Yu dan yang ia rasakan dari formasi alam ilusi saat ini.
Bao Yu yang merasakan tangannya mencapai kedua matanya pun segera menepiskan tangan Nayna. Dia tak bisa membuka segel kedua matanya saat ini.
"Kita sudahi saja disini, " ucap Bao Yu yang mengatakannya secara tiba-tiba, membuat Nayna khawatir.
"Apa maksudmu? " tanya Nayna tak mengerti dengan tingkahnya Bao Yu yang selalu berubah-ubah begitu.
"Kita akan menggunakan cara lain untuk memecahkan formasi ini tanpa membuka kedua mataku dari segel mantra ini, " jawab Bao Yu.
Nayna yang mendengarkan itu pun mengernyitkan dahinya.
"Apakah kau benar-benar tak ingin melepaskan kedua matamu dari segel mantra itu? " tanya Nayna tak mengerti.
"Ya, sebaiknya saat ini tidak perlu. Apabila kau bisa melepaskannya, kau akan mendapatkan masalah, " ucap Bao Yu terkesan khawatir kepadanya.
Nayna yang mendengarkan itu merasa senang bila Bao Yu benar-benar mengkhawatirkan dirinya.
"Apakah kau sungguh-sungguh mengkhawatirkan aku? " tanya Nayna. Dia langsung memeluk tubuhnya Bao Yu begitu erat.
"Aku tidak mengkhawatirkan kamu, " elak Bao Yu. Dia tak ingin dirinya terlihat mengkhawatirkan Nayna yang baru dikenali nya beberapa hari itu.
"Kau benar-benar tak pandai berbohong, " ucap Nayna. Dia langsung berjinjit kepada Bao Yu lalu mengecup bibirnya secara singkat.
Bao Yu yang mendapati kecupan bibir singkat itu langsung membalikkan tubuhnya.
"Kau benar-benar wanita yang tahu malu, " protes Bao Yu. Dia sangat senang kalau dirinya dicium oleh Nayna, tapi dia tidak mengatakan yang sesungguhnya.
"Ya, benar. Bukankah kau menyukainya juga? " goda Nayna. Dia melihat telinganya Bao Yu yang memerah akibat malu itu.
"Sudahlah, kita harus segera keluar dari alam ilusi ini, " ucap Bao Yu. Dia langsung menggunakan kekuatannya tanpa terarah hingga Nayna mengenggam tangannya Bao Yu.
"Tenanglah, aku tidak akan memakanmu. Kendalikan kekuatanmu itu hingga mengenai sasaran. Jangan sampai akibat kekuatanmu itu, bisa merusak salah satu formasi, " ucap Nayna.
"Justru itu yang aku lakukan untuk merusak formasinya, kekuatanku harus mengenai semua tembok untuk merusak formasinya, " jawab Bao Yu. Dia menepis genggaman tangan dari Nayna itu hingga mereka berdua benar-benar bisa keluar dari alam ilusi tanpa masalah apapun. Hanya saja, kecanggungan di antara keduanya sudah mulai terasa sejak saat itu.
'Aku ingin bersama kamu. Apabila bisa, aku ingin membawamu ke dunia Chang'an,. ' batin Nayna. Dia tak bisa menghentikan rasa penasarannya itu kepada Bao Yu.
"Aku akan segera kembali ke dalam peristirahatan ku, kamu juga pulihkan dengan tenang tanpa menarik kekuatanmu itu ke aku agar tak menyusahkan aku, " gerutu Bao Yu. Dia sudah berbicara non formal kepada Nayna semenjak kejadian itu.
"Kamu tak ingin menemaniku disini? Mungkin saja, dengan adanya kamu pemulihanku akan segera selesai, " goda Nayna. Dia tak berhenti menggoda Bao Yu sehabis keluar dari alam ilusi itu.
"Tidak perlu, " jawab Bao Yu singkat. Dia langsung melemparkan Nayna ke dalam kolam pemulihan itu lalu dia menutup pintu kamarnya Nayna dengan mantra agar dia tidak menarik kekuatan itu kepadanya.
Bao Yu segera melangkahkan kaki ke tempat peristirahatan itu.
Hanya saja, Nayna tersenyum saat melihat kepergiannya Bao Yu. Dia memang sengaja menggoda Bao Yu agar dia segera pergi.
Dia mendapati sebuah burung Phoenix setelah pergi dari alam ilusi itu bersama Bao Yu.
"Katakan tentang dirimu! " seru Nayna kepada burung Phoenix itu.
"Aku terlahir dari aura kalian berdua, " jawab burung Phoenix itu.
"Kalian berdua itu seperti? " tanya Nayna tak mengerti dengan ucapan burung Phoenix itu. Mengingat dirinya seorang diri tanpa adanya kehadiran siapa-siapa lagi di kediaman itu.
"Bao Yu denganmu, " jawab burung Phoenix itu. Dia tak menyebutkan nama Nayna atau nama asli Nayna yang sesungguhnya dari ratu tiga dimensi. Seolah, dia mengetahui kalau Nayna tengah menyembunyikan identitas itu. Adapun, dia tak menyebutkan tubuhnya Nayna bukanlah tubuh Nayna yang sesungguhnya. Dia seakan tahu kalau itu bukanlah tubuh yang sesungguhnya.
Burung Phoenix itu benar-benar pintar dalam situasi tertentu. Dia juga tak menunjukkan diri di hadapan Bao Yu. Padahal, dia bisa saja membuat Bao Yu agar membawanya. Namun, dia memilih diam dan menunjukkan itu kepada Nayna.
"Kenapa kau lebih memilihku dibandingkan Bao Yu yang jelas bisa melindungimu di dunia Lin'an ini? " tanya Nayna.
"Aku terlahir dengan aura kalian berdua yang artinya aku bisa berada di dua dunia yang kalian berdua pijaki, " jawab burung Phoenix itu.
Nayna yang mendengarkan itu pun sontak terkejut. Dia tak bisa mengelak dari jawaban burung Phoenix yang masuk akal itu. Namun, dia tidak tahu kalau burung Phoenix itu dibawa ke dunia Chang'an, takutnya Iwan akan mempertanyakan asal-usulnya. Dia juga bisa ketahuan kalau dirinya tengah menggoda pria lain, padahal statusnya dengan Iwan sudah menikah.
Sebenarnya, Nayna tak ingin mengakui keberadaan dari burung Phoenix itu, tapi dia menyadari kalau burung Phoenix yang ada di hadapannya benar-benar pintar. Dia tak bisa meninggalkannya begitu saja.
"Apa kau bisa mengubah wujudmu selain menjadi burung Phoenix? " tanya Nayna. Dia ingin melihat kalau burung Phoenix itu bisa diajak kerjasama ataukah tidak?
Apabila burung Phoenix tidak bisa mengubah wujudnya, dia akan segera melaporkan itu kepada Bao Yu agar dia saja yang mengurusi nya. Dia tahu kalau burung Phoenix memiliki kekuatan yang luar biasa, tapi dengan statusnya yang sudah menikah dengan tandanya burung Phoenix yang berasal dari aura yang berbeda, bisa saja menimbulkan kesalahpahaman antara dia dengan Iwan ke depannya.
Kelahiran burung Phoenix dengan aura yang berbeda bisa diartikan sebagai jalinan cinta yang direstui oleh hukum alam. Berbeda dengan dirinya yang menikahi Iwan sebagai raja dan ratu tiga dimensi, tidak memiliki kelahiran seperti itu. Entah, cintanya yang kurang tulus ataukah memiliki niat lain?
Tak hanya itu saja, kelahiran burung Phoenix ini menandakan dirinya sudah sah dengan Bao Yu. Apabila Bao Yu mengetahui kebenarannya, bisa saja dia meminta haknya sebagai suami bagi Nayna. Namun, dia tak ingin mengakuinya itu. Terlebih, Bao Yu selalu menjauhinya setiap kali dia menggodanya. Dia juga tidak tahu pikiran Bao Yu yang sesungguhnya hingga memicu kelahiran burung Phoenix yang ada di hadapannya saat ini.
'Apa yang harus aku lakukan di saat burung Phoenix belum memberikan aku jawaban tentang perubahan wujudnya? ' batin Nayna.