Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Terperangkap Alam Ilusi


"Aku juga berusaha mencari jalan keluar, " ucap Nayna. dia bersikap polos sekali di hadapan Bao Yu. Dia menganggap Bao Yu tak bisa melihat dengan kedua matanya yang tertutup kain dari penyegelan nya itu.


"Bukan jalan keluar yang kau pikirkan, tapi otakmu terlalu mesum, " ejek Bao Yu. Dia pun menghentikan jalannya lagi lalu Nayna kembali berulah hingga mereka berdua tersudutkan di ujung tembok.


"Bisa tidak kau jangan berhenti mendadak! " seru Nayna kesal akibat Bao Yu selalu mendadak berhenti di pertengahan jalan.


"Bukannya kau yang sengaja? " protes Bao Yu. Dia melemparkan tubuhnya Nayna hingga dia tersungkur ke tanah.


Nayna yang mendapatkan perlakuan itu tak Terima dengan tindakan Bao Yu. Dia mencoba menyerang Bao Yu tapi tidak berhasil. Bao Yu selalu gesit dalam menghindari penyerangan yang dilakukan oleh Nayna itu.


Nayna yang melihat tindakan Bao Yu pun menyipitkan matanya. Baru kali ini, dia mendapati lelaki yang sulit ditaklukkan. Biasanya di dunia hasrat yang biasanya, dia selalu menang dalam segala hal. Apalagi, Petriks selalu menjadi partner ranjangnya.


Hanya saja, kali ini dia merasa berbeda untuk menaklukkan pria yang berbalut kain di kedua matanya ini.


"Aku tidak sengaja, " jawab Nayna. Dia tidak ingin mengakuinya di hadapan Bao Yu yang baru dikenali nya beberapa hari.


"Sudahlah, banyak formasi di alam ilusi ini, " ucap Bao Yu. Dia meraba setiap tembok yang menurutnya sedikit kasar itu hibgga dia mencium debu di beberapa bagian tembok.


Bao Yu mengabaikan tindakan Nayna yang selalu sembrono terhadapnya. Namun, dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa terhadapnya.


"Dimana? Aku sama sekali tak melihatnya? " tanya Nayna. Dia mengelilingi setiap tembok yang dilewati oleh Bao Yu itu.


Nayna pun berkeliling kesana-kemari yang membuat Bao Yu benar-benar pusing. Dia selalu merasakan langkah kaki Nayna yang mengusiknya. Dia berpikir kalau kedua matanya terlepas dari segelnya, mungkin dia akan lebih pusing pagi terhadap tindakan Nayna seperti anak kecil itu.


Bao Yu pun mengenggam tangannya Nayna agar dia bisa berhenti berkeliling.


"Kenapa kau menghentikan aku? " tanya Nayna tak mengerti dengan tindakan Bao Yu. Tadi, dia terlihat tak ingin disentuh. Kali ini, giliran dia tidak menyentuh, Bao Yu malah menyentuhnya.


Nayna benar-benar dibingungkan oleh tindakan Bao Yu yang berubah-ubah itu.


"Kau takkan bisa melihatnya bila menggunakan mata telanjang, " ucap Bao Yu. Dia menghampiri Nayna hingga kedua eajahnya begitu dekat.


Deru napasnya Bao Yu pun dapat dirasakan oleh Nayna hingga membuat wajahnya memerah. Saat itulah, Nayna benar-benar dibuat gagal fokus ketika dia memandang Bao Yu dari dekat.


"Aku bukan mata keranjang, " jawab Nayna. Dia salah dalam mengucapkan kata-kata kepada Bao Yu yang membuatnya tertawa.


"Haha, kau benar-benar tak bisa diajak serius, " tawa Bao Yu.


"Aku mau kok bila diseriusi oleh kamu, " ucap Nayna.


Bai Yu yang mendengarkan itu langsung menjitak kepalanya Nayna.


"Aku benar-benar tidak mengerti isi dalam otakmu itu apa! " seru Bao Yu.


"Aku hanya mengingatmu, " ucap Nayna. Dia mulai terbawa suasana apabila berada di dekatnya Bao Yu. Berbeda bila bersama Iwan, dia selalu malu-malu.


Nayna masih menatap wajahnya Bao Yu, meski sudah berjauhan tanpa berkedip sedikit pun hingga kedua tangan kekar Bao Yu pun menutup kedua matanya Nayna.


Dia tak bisa menjelaskannya lebih detail kepada Nayna bila tidak diberikan pemahaman secara langsung. Walaupun, pikirannya benar-benar kacau. Dia tak tahu, kenapa Nayna bisa bersikap begitu kepadanya. Padahal, kedua matanya saja sudah disegel oleh kain mantra.


"Tutuplah matamu lalu rasakan formasi yang ada di sekitar kita berdua, " titah Bao Yu serius.


Nayna yang mendengarkan itu pun segera terhubung dari perkataan Bao Yu itu. Dia baru sadar kalau dirinya hampir lepas kendali bila bersama Bao Yu. Biasanya Patriks selalu menghentikannya dengan bergulat bersama. Namun, kali ini tidak begitu. Dia harus serius menjalankan tugasnya sebagai ratu tiga dimensi. Dia tak bisa berpura-pura bodoh maupun melakukan hobinya itu.


Nayna pun menutup kedua matanya, dia dapat merasakan tangan kekarnya Bai Yu yang berada di kedua matanya lalu dia pun merasakan energi lain di balik formasi itu.


'Energi apa ini? ' batin Nayna. Dia tak bisa menebak energi yang ada dalam formasi itu. Begitu banyak energi yang ikut campur dalam pertalian itu.


"Kau bisa merasakannya? " tanya Bao Yu saat dia tak mendengarkan suara apapun dari Nayna.


"Ya, aku baru merasakannya, " jawab Nayna. Dia ingin sekali menerang jauh energi itu tapi ada energi hitam yang langsung mengusirnya hingga dia terjatuh.


Untungnya, Bao Yu memegang tubuhnya Nayna. Kalau tidak, dia akan memasuki jurang tanpa batas itu.


"Kenapa kau? " tanya Bao Yu tak mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Nayna itu.


"Aku melihat sesuatu yang aneh, " jawab Nayna jujur. Dia tak bisa mengungkapkan sesuatu itu di hadapan Bao Yu. Kalau dia mengungkapkan itu, identitasnya sebagai ratu tiga dimensi akan ketahuan olehnya.


"Sesuatu yang kau maksudkan itu seperti apa? " tanya Bao Yu penasaran.


"Aku tidak bisa menjelaskannya, kau tahu sendiri bukan setiap orang memiliki rahasia masing-masing, apalagi di dunia Lin'an memiliki aturan bila seseorang yang bercerita itu tidak boleh berbohong dan aku tidak ingin berbohong akan hal itu. Namun, kau juga tahu, aku tak bisa mengungkapkan itu juga kepadamu secara jujur, " jelas Nayna.


"Ya, aku mengerti. Aku tidak akan mempertanyakan lagi selagi kita membuka formasi ini, kita baru bisa keluar dari alam ilusi, " ucap Bao Yu.


"Apakah benar? Hanya itu saja? Apakah tak ada pemandangan yang aneh begitu? " tanya Nayna lagi. Dia yang selalu menonton drama pun pernah mengetahui kejadian begini, biasanya alam ilusi selalu ada kenangan yang tersisa untuk menguji mental seseorang. Namun, bila melihat dengan apa yang dikatakan Bao Yu seperti ruangan kosong tanpa ilusi.


"Ya, tak ada, " jawab Bao Yu. Dia sebenarnya merasakan energi lain di balik formasi itu, tapi dia tak mengatakan apa-apa kepada Nayna.


Dia hanya ingin membuat Nayna tak khawatir akan energi aneh itu. Padahal, Nayna pun merasakan hal yang sama.


Bao Yu tidak tahu, apakah perjalanannya kali ini bisa menemukan marabahaya atau keberuntungan?


"Apakah kau tahu cara membuka formasinya? " tanya Nayna lagi.


"Formasi ini begitu mudah dibuka apabila kedua mataku tak disegel oleh mantra, tapi ini benar-benar menjadi kesulitanku tersendiri, " keluh Bao Yu.


"Bagaimana bila kita mencoba melepas kedua matamu dari segel mantra itu? " tanya Nayna.