Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Pertarungan Memperebutkan Mutiara Bulan


"Kau tahu betul tentang tujuanku panglima perang Sanjaya, " ucap pihak Kekaisaran bernama Saronthum itu.


"Apa yang ingin kau lakukan bila aku tidak bisa menemukan mutiara bulan itu atau aku benar-benar menemukannya? " tanya Sanjaya selaku ayahnya Aung itu.


"Apabila kau tidak menemukannya, kau harus mati di tangan kami atau bila kau menemukannya cepat berikan itu kepada kami, maka kami akan memberikan penghargaan kepada kamu dan keluargamu agar bisa pergi jauh dari Kekaisaran ini, " ucap Sarantohum dengan lantang itu.


"Aku benar-benar tidak mengerti dengan tujuan Kekaisaran yang begitu menginginkan mutiara bulan itu, " ucap Sanjaya.


"Kau tidak perlu mengerti tujuan dari Kekaisaran. Kau hanya bisa patuh terhadap atasan termasuk dekret Kekaisaran yang diperintahkan oleh Raja saat ini, " ucap Saronthum itu.


"Aku hanya ingin berbicara langsung dengan raja terkait mutiara bulan itu, " tegas Sanjaya itu.


"Kau tidak perlu berbicara kepadanya karena aku yang akan mewakilinya, " ucap Saronthum itu.


"Aku tidak bisa percaya dengan kalian semua yang tidak pernah terlihat maupun terlibat dalam keadaan apapun menjadi terlibat saat ini, aku benar-benar curiga dengan tujuanmu datang kemari, " ucap Sanjaya.


"Kalau kau benar-benar tidak rela aku yang akan mewakilinya, kau hanya bisa melawan ku saat ini, " ucap Saronthum itu. Dia begitu percaya diri dengan dirinya untuk melawan Sanjaya.


"Baik, aku akan melawan mu selagi aku mampu, " ucap Sanjaya. Dia berpegang teguh terhadap keputusannya saat ini. Dia benar-benar tidak bisa menyerahkan mutiara bulan itu kepada orang jahat seperti pihak Kekaisaran saat ini yang semakin brutal terhadap rakyatnya sendiri.


"Aku tidak akan membiarkanmu hidup, " ucap Saronthum. Dia mengeluarkan aura kuatnya hingga Sanjaya dapat melihat kalau kultivasinya itu jauh di atas Sanjaya. Namun, dia tak bisa gentar begitu saja menghadapi lawan sekalipun kultivasinya itu jauh di atasnya.


Sebagai panglima perang, dia harus menyerang musuh tanpa takut apapun yang ada di hadapannya saat ini.


Sanjaya pun mengeluarkan pedang cahayanya. Dia pun menggunakan pedang itu di tengah-tengah sambil mengeluarkan mantra hingga listrik itu mengalir di pedang itu.


Saronthum yang melihat itu pun segera mengendalikan para pohon di sekitarnya agar bergerak melawan Sanjaya. Dengan kecepatan dari Sanjaya dia pun segera menebas pohon yang dikendalikan oleh Saronthum itu.


Sanjaya pun menggunakan kekuatannya semaksimal mungkin, tapi dia hanya bisa keluar dari jeratan ranting pohon itu. Para pohon itu segera mengikat Sanjaya dengan akarnya hingga dia benar-benar merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat lilitan akarnya itu.


Dia pun menggunakan aura panasnya untuk membakar pohon itu, tapi kalajengking tiba-tiba hadir di se kerumunan pepohonan itu.


"Kau tidak bisa keluar dari pengendalian pepohonan atas pengendlaianku saat ini, " ucap Saronthum itu. Dia tengah menyombongkan diri di saat itu.


"Apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan ayah kita? " tanya Rita khawatir saat dia sedang menonton kejadian itu.


"Kau tenang saja, ayah kita masih bisa diselamatkan oleh ini, tapi tidak saat dia sudah bertemu dengan raja. Dia seakan sudah menyiapkan segala sesuatunya, " ucap Aung. Dia tengah menenangkan rasa khawatir dari adiknya itu.


"Aku tidak bisa tenang begitu saja, " ucap Rita. Dia hampir saja menggunakan kekuatannya yang bisa saja dicurigai oleh Aung tapi tangannya benar-benar digenggam oleh Aung.


"Kau harus percaya kepada kakakmu ini, " ucap Aung. Dia tengah berpura-pura tersenyum di saat ayahnya sedang mengalami situasi buruk.


Dia tahu betul kalau Aung merasa terluka saat ayahnya merasa tersiksa itu. Namun, dia tidak bisa melakukan apapun saat ini.


"Enyahlah kalian semua, " teriak Sanjaya. Dia mengeluarkan kekuatannya yang tidak biasa. Itulah kekuatan yang diinginkan semua orang.


Mutiara bulan yang melihat itu pun merasa senang akibat kekuatannya yang ia tanam kepada Sanjaya benar-benar berfungsi. Dia sebenarnya agak takut kalau kekuatannya itu tak berfungsi bila Sanjaya tidak meminta permohonan itu kepadanya. Namun, apa yang ia takuti itu tidak ada apa-apa nya saat ini.


Saronthum yang melihat itu benar-benar tak percaya dengan kekuatan dahsyat dari Sanjaya itu.


"Bukankah itu kekuatan yang berbeda dari kultivasinya? " gumam Saronthum itu.