
"Aku sangatlah berterima kasih kepadamu karena telah menghancurkan sisa labirin ini, " sindir Jianying.
Dia tidak menduga kedatangannya Liu Chang Hai membuat dirinya harus mencari sisa labirin lainnya untuk menemukan sebagian kekuatan dari Raja tiga dimensi. Dia yang harusnya bis amen dapatkan petunjuk pun hancur dalam sekejap dengan kerusakan yang dibuat oleh Liu Chang Hai itu.
"Kau tidak perlu berterima kasih kepadaku asalkan kau tidak pernah bertemu denganku lagi saja sudah cukup, " ucap Liu Chang Hai terlihat arogan.
'Kamu benar-benar mengumpat suamiku. ' batin Liu Chang Hai. Dia tidak Terima kalau bayangan Liu Chang Hai benar-benar memprovokasi suaminya yang telah mengubah namanya itu.
'Kamu tidak perlu pedulikan itu, bukankah kau ingin tahu kalau nama suamimu itu telah berubah. ' ucap bayangan Liu Chang Hai itu terdengar masuk akal.
Liu Chang Hai yang ingin mengambil alih tubuhnya pun tak jadi. Dia takut kalau dirinya tidak bisa mengendalikan diri di hadapan suaminya.
Dia harus mencari identitas nama lain dengan wujud wanitanya agar dia bisa memeluk suaminya sendiri. Bagaimanapun dengan tubuh pria yang ia gunakan melalui kekuatan kristalnya itu takkan memperlihatkan wujud aslinya sebagai perempuan dalam waktu yang sebentar.
"Kalau begitu, aku akan pamit duluan, " pamit Jianying. Dia benar-benar tidak ingin mempedulikan sosok Liu Chang Hai itu, tapi Qian Fan sellau berusaha bernegosiasi dengannya.
'Kau harusnya tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, bukannya kau ingin mencari tahu asal usul dari orang yang ada di hadapanmu ini. ' Qian Fan duduk di ruangan kosong cincin penyimpanan Jianying itu.
'Itu tidak perlu, ada hal penting yang harus aku lakukan sebelum mengenali identitasnya. ' Jianying terlihat serius mengatakannya itu. Dia ingin segera pulang ke dunianya dengan nama aslinya sebagai Yuu bukan lagi identitas Iwan maupun Jianying saat ini.
Baginya, dunia Chang'an yang ia hadapi saat ini terlihat rumit dibandingkan dunianya sendiri. Hanya mengandalkan otak tidak perlu menggunakan kekuatan kultivasi maupun sihir.
'Bukannya kau mengetahui aura familiar dari orang itu? ' tanya Qian Fan. Dia masih menggunakan telepati kepada Jianying saat mereka berdua tengah melangkah menjauhi Liu Chang Hai itu.
'Mengapa kau mengetahui isi hatiku? Apa kau sedang membaca pikiran ku? ' geram Jianying. Dia tidak suka kalau ada seseorang yang membaca pikirannya. Apalagi, orang itu baru dikenalnya.
'Bukankah kau sudah setuju dengan membawaku berarti aku pun bisa membaca pikiranmu. '
'Kau tidak mengatakannya tadi, apa kau sedang bercanda denganku? '
'Aku tidak pernah bercanda, hanya saja kau begitu terburu-buru ingin menunggu barrier yang menghalangi kalian berdua bertemu itu. Aku tidak bisa menjelaskannya kalau kamu saja tidak fokus. '
Jianying yang mendengarkan itu pun langsung mendengus kesal.
'Sudahlah, aku tak ingin berdebat denganmu. Carikan aku tempat sebagian kekuatan dari raja tiga dimensi itu, kua mengetahuinya bukan? ' tanya Jianying.
'Ya, aku tahu. Kau harus melihat petanya sendiri. ' Qian Fan menunjukkan peta transparan itu di hadapan Jianying.
Liu Chang Hai yang melihat kepergian Jianying pun mengikutinya dari belakang. Itu inisiatif dari Liu Chang Hai sendiri. Bayangannya sudah ia ikat demi mengejar suaminya itu.
'Takkan ada akhir yang baik bila kau terus-menerus mengikuti suamimu. Lebih baik kau cari tahu identitas wanitamu itu di dunia Chang'an ini sebelum mutiara bulan mengetahui dirimu sudah tidak berada dalam segelnya lagi. ' Bayangan Liu Chang Hai itu benar-benar memperingatinya.
'Aku melakukannya demi dirimu kalau kau bukanlah bagian dari wujud asli ku mungkin aku takkan menyelamatkanmu. ' teriak bayangan Liu Chang Hai tidka Terima dengan perkataan dari Liu Chang Hai itu. Dia juga ingin tetap hidup. Maka dari itu, dia selalu mencegah Liu Chang Hai untuk berbuat sesuka hatinya itu.
Liu Chang Hai pun menggunakan segel kepada bayangannya sendiri agar dia diam dan merenungkan diri di alam bawah sadarnya itu. Kemudian, dia kembali mengikuti Jianying dengan tenang tanpa ada suaranya yang berisik dari bayangan itu.
Dia tidak suka kalau dirinya dikendalikan oleh seseorang. Dia lebih menyukai jalannya sendiri atas inisiatif nya sendiri. Misi yang dibuat oleh Nayna saja sudah pusing baginya ditambah dengan bisikan dari bayangannya sendiri.
Apalagi, mutiara bulan yang mungkin saja akan mengejarnya setelah mengetahuinya telah keluar dari segel dalam bawah air itu.
Kalau dirinya bisa berduaan dengan Jianying, dia mungkin saja bisa berkata jujur kepadanya. Dia juga tak bisa meninggalkan Jianying seorang diri untuk mencari kekuatan dari raja tiga dimensi itu.
'Ada orang yang mengikutimu. ' peringat Qian Fan itu dalam cincin penyimpanan Jianying itu.
Jianying pun menggunakan kekuatan tak terlihatnya untuk mendeteksi orang-orang yang mengikutinya.
'Aku tahu. Biarkan saja dia mengikuti kita. Aku tidak merasakan aura membunuhnya sama sekali. ' Jianying mengatakan itu karena dia mencoba mengingat aura familiar dari Liu Chang Hai itu.
'Bagaimana kalau dia akan membunuhmu atau merusak petunjuk kekuatan raja tiga dimensi itu. ' Qian Fan kembali memperingatkannya.
'Itu tidak mungkin. ' Jianying mendadak membela Liu Chang Hai yang baru ia kenali itu. Dia merasakan sensasi aneh saat dia membelanya.
'Kau aneh. Kau membela seorang pria yang baru saja kau temui itu. ' Qian Fan pun merebahkan dirinya di cincin penyimpanan itu sambil menggerutu kesal kepada Jianying.
Jianying yang melihat itu pun tak mempedulikannya. Dia masih fokus ke arah tujuan yang akan ia tuju dengan peta berjalan yang ada di hadapannya saat ini.
Sesampainya Jianying di tempat yang ia tuju. Dia dapat melihat bebatuan di hadapannya begitu berbaris bagaikan alat hitung anak kecil di dunianya itu. Di selanya terdapat asap yang tak dapat ia kenali lalu di setiap tengahnya selalu memunculkan sebuah bebatuan yang berukuran beragam dan warnanya pun mengesankan begitu penuh warna di dalamnya.
Jianying mencoba menghancurkan batu itu tapi kekuatannya memantul ke arahnya lalu dia pun melayang untuk menghindari pantulan kekuatannya itu.
Namun, ada seseorang yang tidk menghindari dari pantulan kekuatannya Jianying itu hingga Liu Chang Hai pun terjatuh dari atas pohon.
Jianying yang melihat itu pun langsung menolongnya. Dia begitu tanggal dalam menolong seseorang. Kedua mata mereka pun saling bertemu.
Liu Chang Hai yang melihat wajah suaminya yang ia rindukan saat itu ingin sekali menciumnya, tapi Jianying langsung melemparkannya ke bawah tanah.
Jianying baru sadar kalau tangannya begitu reflek untuk menolong seseorang tanpa tahu kalau Liu Chang Hai itu hanyalah seorang pria.
"Kau mengikutiku? " tanya Jianying.