
"Kau tidak akan menang dalam kekuatan absolut, " ucap sang raja.
"Aku memang tidak akan bisa menang, tapi aku bisa menyiksamu, " ucap Sanjaya. Dia mengeluarkan kekuatannya yang membuat Sang raja mengeluarkan bintik-bintik kemerahan.
Sang raja yang mendapatkan bintik-bintik kemerahan itu merasakan panas di tubuhnya. Dia seakan terbakar oleh api membara di dalam tubuhnya itu.
"Apa yang kau lakukan kepadaku? " teriak Sang raja itu.
"Tentu saja aku meracunimu, " ucap Sanjaya. Dia pun mengeluarkan darah dari mulutnya itu akibat segel penyiksaan itu benar-benar membuat kulitnya terlupas dari tubuhnya itu.
"Kau! " seru Sang raja tidak bisa berkata-kata lagi. Dia pun segera menggunakan kekuatan pemusnah nya itu hingga mayat Sanjaya maupun istrinya pun menghilang bagaikan debu.
Keluarga Sanjaya pun telah musnah dari Kekaisaran itu. Raja yang tidak memiliki hasil yang baik dari mutiara bulan oun dibuat ketar-ketir dengan racun yang dibuat oleh Sanjaya itu. Tidak ada yang bisa mengobatinya hingga dia meninggal dunia. Namun, Kekaisaran itu tetap ada sampai Aung berhasil menginjak Kekaisaran itu lagi saat dewasa. Dia pun memusnahkan Kekaisaran itu hingga tak tersisa seorang pun sampai Kekaisaran itu tidak ada lagi di muka bumi ini.
"Sungguh akhir tragis, tapi dimana episode terakhir mutiara bulan membawa kita berdua? " tanya Rita. Dia menyisakan rasa penasarannya itu.
"Kita lihat saja sesudah ini, " ucap Aung. Dia pun tidak mengetahui ada beberapa rekaman yang tidak ia tonton.
Mutiara bulan pun telah menyelesaikan misinya dengan membawa kedua anaknya ke tempat pemukiman yang dipenuhi kadang kehijauan dan tepat berada di ujung dunia.
Dia pun segera berteleportasi ke arah Sanjaya. Dia pun menyaksikan pertarungan itu sebelum kematiannya Sanjaya lalu dia menukar tubuh Sanjaya dengan orang lain yang memiliki dendam terhadap Sang raja.
Dia harusnya tidak bisa melakukan keinginannya itu setelah permohonan dari Sanjaya. Namun, itu berbeda karena mereka berdua telah melakukan hubungan intim itu. Itulah alasan dirinya melakukan perbuatan begitu agar dia bisa menyelamatkan Sanjaya.
Mereka berdua yang menonton itu pun tercengang.
"Itu artinya ayah kita masih hidup, " ucap mereka berdua serempak.
Saat itu, mutiara bulan pun langsung mematikan siaran masa lalu kedua orang tua mereka berdua tanpa memberitahukan dimana ayahnya yang masih hidup itu.
"Kenapa kau mematikannya? " tanya Aung kepada mutiara bulan itu.
Mutiara bulan yang mendengarkan pertanyaan itu pun segera menenggelamkan dirinya di kolam yang Aung buat itu.
"Mungkin, dia tidak ingin memberitahukan keberadaan ayah kita berdua, " ucap Rita.
"Itu tidak mungkin. Dia itu ayah kita, harusnya kembali ke habitatnya, " ucap Aung tak Terima.
Dia ingin bertemu dengan ayahnya yang membuat dirinya memiliki semngat hidup sampai saat ini.
"Sabarlah kak, pasti ada rahasia lagi di balik itu, " ucap Rita. Dia mencoba menenangkan kakaknya itu.
"Aku harus masuk ke dalam air itu, mungkin dia menyembunyikannya di dalam kolam yang aku buat, " ucap Aung. Dia ingin segera melompat ke air itu, tapi Rita menahannya.
"Kau tidak boleh memasukinya bila kau masih menjadi pengikut dari eyes. Bukankah itu akan melacak ke arah pemimpin kalau kau menyembunyikan sesuatu? " ucap Rita.
Aung yang mendengarkan itu terlihat masuk akal melalui perkataannya Rita itu. Tak dipungkiri, kalau dirinya tak bisa menahan kerinduan yang memuncak kepada ayahnya. Namun, dia pun harus bertindak hati-hati apabila tidak ingin ditemukan rahasianya oleh dari eyes itu. Dia tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusannya saat ini.
"Baiklah, aku akan mendengarkanmu saat ini. Jadi, bisakah kita segera kembali? aku ingin istirahat, " ucap Aung. Dia tidak menyangka rekaman terakhir menunjukkan ayahnya masih hidup akibat ditolong mutiara bulan. Kalau dia tahu, dia tidak akan mungkin mengikuti pengikutnya Dari Eyes. Namun, nasi sudah jadi bubur. Dia tidak akan bisa mengembalikan waktu sebelum dia mengikuti ajaran Dari eyes. Ajaran itu sudah tertanam di jiwanya bagaikan sumpah nyawanya sendiri.
"Baiklah, aku akan membuat kakak tenang beristirahat di kamar. Aku tidak akan menganggumu, " jawab Rita.
Aung pun segera pergi ke kamarnya. Dia tidak bisa berlama-lama bila berada di dekat tempatnya mutiara bulan. Takutnya, dia mengambil keputusan yang gegabah lalu dia pun membaringkan dirinya ke tempat tidur.
***
Adapun, di sisi lain Nayna yang menggunakan tubuh Rita pun sedang mencari Rita saat ini.
"Apa yang sedang kau cari? " tanya Qander.
Nayna yang mendengarkan suara itu pun menoleh. Dia kaget bukan main kalau Qander benar-benar mengikutinya.
Nayna bukannya menjawab pertanyaan Qander. Dia balik menanyakan itu kepada Qander.
"Kenapa kau mengikutiku? " tanya Nayna tak percaya kalau Qander benar-benar mengikutinya.
"Aku khawatir kepadamu, " ucap Qander. Dia menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal itu.
"Aku yang lebih khawatir kepadamu, kamu bukan dunia sini, " ucap Nayna.
"Aku memang bukan dunia ini, tapi aku juga tidak bisa kembali ke duniaku. " Qander pun tersenyum mendapati Nayna yang khawatir itu kepadanya. Dia tidak dapat melukiskannya dengan kata-kata.
"Kalau begitu, harusnya kau berdiam diri saja di gua itu, " ucap Nayna lagi. Dia ingin membawa Qander ke gua yang dimana mereka berdua bersembunyi dari Dari Eyes itu.
"Aku tidak bisa. " Qander menahan tangannya Nayna lalu dia pun menggendong tubuhnya Nayna ala bridla style.
"Kalau kau meninggalkan aku lagi, aku takkan segan menggendongmu seperti ini sepanjang hari, " goda Qander.
"Qander, " ucap Nayna melotot kepadanya.
Qander yang ditatao melotot itu oleh Nayna hanya tertawa. Dia benar-benar berjalan dengan menggendong Nayna.
"Kamu benar-benar menggendong ku? " tanya Nayna melemah di hadapan Qander yang begitu keras kepala itu.
"Ya, aku benar-benar menggendongmu demi tujuan kita yang sama, " ucap Qander.
"Memangnya, kau mengethauj tujuanku? " tanya Nayna memastikan lagi.
"Aku tidak tahu yang pasti kita harus mencari orang yang kamu cari, meski aku tidak tahu, " jawab Qander membuat Nayna memanyunkan bibirnya itu.
"Qander, " teriak Nayna.
"Ya sayang, " goda Qander lagi membuat Nayna memerah wajahnya. Dia pun tidak berkata-kata laggi di hadapan Qander yang begitu keras kepala itu. Namun, dia sepertinya melupakan seseorang yang harusnya ia temui saat ini.
Mereka berdua pun menuju pemukiman yang begitu sepi. Dia pun meletakkan Nayna di tempat duduk.
"Tempat ini begitu sepi, " ucap Nayna.
"Apakah kau takut? " tanya Qander.
"Aku tidak takut, hanya saja aku lebih takut kalau musuh akan mendatangi kita berdua, " ucap Nayna.
"Kalau begitu, kita berdua tinggal melawannya saja, bukankah itu mudah? " ucap Qander.
Nayna pun menjitak kepalanya Qander.
"Itu tidak mudah seperti yang kau kira. Dunia ini dipenuhi dengan sihir dan kekuatan kultivasi, " jawab Nayna.
"Kalau begitu, kita tinggal bersembunyi lagi, " ucap Qander tersenyum.
"Ah, sudahlah. Menjelaskan semua ini kepadamu, membuatku benar-benar pusing saat ini, " keluh Nayna.
"Aku tidak pernah pusing bila bersama kamu Nayna, " gumam Qander.
"Apa yang kau katakan? " tanya Nayna memastikan pendengaran dirinya tak salah.
"Aku tidak mengatakan apapun kepadamu, " jawab Qander. Dia memasang wajah penuh dramanya itu.
Nayna benar-benar tidak tahu tentang keinginan dari Qander yang sesungguhnya.
"Aku akan mencari mangsa buruan untuk kita makan, " ucap Nayna.
Qander yang mendengarkan itu pun langsung menarik tangan Nayna.
"Biarkan aku saja yang memburu hewan untuk kita berdua, " jawab Qander.
"Kau tidak tahu tentang dunia ini Qander, jadi biarkan aku saja, " ucap Nayna.
"Aku tidak mungkin membiarkan wanita secantik dirimu untuk mencari hewan berburu. Aku pun sudah berlatih untuk mencari makan saat di hutan di dunia kita yang sesungguhnya, " jawab Qander. Dia tidak ingin mengalah dari Nayna.
"Itu berbeda Qander. Ini dunia sihir dan kekuatan kultivasi bila kau kenapa-kenapa, aku tidak bisa membiarkannya begitu saja, " ucap Nayna khawatir.
"Apa kau sedang mengkhawatirkan diriku? " tanya Qander.
"Aku tidak mengkhawatirkanmu. Hanya saja... " ucap Nayna. Dia tidak bisa menjelaskan kata-kata nya lagi.
Qander yang mengetahui itu pun segera mencium bibirnya tanpa permisi.
"Qander, " teriak Nayna tak percaya.
"Ciuman ini sebagai penguat diriku, aku akan baik-baik saja, " ucap Qander. Dia pun langsung meninggalkan Nayna seorang diri. Dia tidak bisa menahannya lebih lama lagi apabila dia berlama-lama dengan seorang gadis seperti Nayna.
Qander pun memasuki kedlaaman hutan. Dia merasakan sesuatu di dalam hutan itu terus memanggilnya. Dia tidak tahu kalau perasaan di dalam hutan ini terasa tak asing baginya. Dia hanya melupakan sesuatu yang tak bisa ia ingat. Padahal, dia benar-benar baru pertama kali ke dunianya Nayna. Ini benar-benar aneh!
Suara bisikan itu terus menganggu Qander. Bisikan itu benar-benar memanggil namanya dengan nama lain yang tidak ia ketahui itu.
"Siapa di sana? " teriak Qander.