
"Darimana aku bisa belajar?" tanya Qander. Dia tidak tahu hubungan dirinya dengan penerus yang dimaksudkan dengan setengah kelabang di sampingnya itu, tapi dia harus memiliki salah satu kekuatan untuk kabur dari dunia Chang'an ini.
"Kau bisa mempelajarinya hari ini, " jawab Wang Xuemin. Dia pun langsung membawa Wander dengan sihir teleportasinya ke salah satu ruangan paling tertutup dan gelap sekali.
Qander yang melihat sekelilingnya itu gelap pun terasa takut. Dia tidak pernah tahu kalau tempat dia akan berlatih ialah tempat gelap.
"Raja ku, aku sudah membawa yang mulia kesini, " ucap Wang Xuemin. Dia pun menundukkan diriny adengan hormat.
Saat itulah langit pun terbuka lebar hingga membentuk gumpalan awan gelap berbentuk mata. Itu yang disebut dengan dark eyes yang menatap tajam ke arah Wang Xuemin dan Qander.
Qander yang menyaksikan itu makin tak mempercayai dengan apa yang ia lihat saat ini.
'Bukankah ini sama persis dengan apa yang dibicarakan waktu itu? ' batin Qander. Dia mengingat kejadian saat dia bersembunyi dengan Nayna.
"Anakku, akhirnya aku bisa menemukanmu, " ucap Dark Eyes itu.
Qander yang terkejut dengan panggilan Dark Eyes itu pun ingin segera kabur dari tempat itu. Dia tidak percaya kalau dirinya termasuk bagian dari kegelapan.
Saat dia mencoba kabur, tubuhnya langsung terikat oleh akar dalam tanah yang tak terlihat itu.
"Itu tidak mungkin, " teriak Qander. Dia tidak ingin kalau dirinya termasuk bagian dari Dark Eyes yang artinya dia harus melawan Nayna saat dia sudah ditetapkan menjadi pewaris.
Wang Xuemin yang mendengarkan itu pun segera menodongkan pedangnya ke arah Qander.
"Jawablah dengan sopan yang mulia kepada ayahandamu, " peringat Wang Xuemin.
"Aku tidak mau. Dia tidak pantas menjadi ayahku. " Qander menolaknya secara terang-terangan hingga pedangnya Wang Xuemin menembus kulitnya.
"Urghh, " rintih Qander.
Qander yang mendapatkan todongan pedang dari Wang Xuemin pun tak mempedulikan pedang yang sedikit menyayat lehernya itu.
Wang Xuemin sengaja melakukan itu untuk keberlangsungan ritual pewaris dengan darahnya Qander itu.
Dia pun membawa pedang yang sudah berlumuran darah dari Qander itu ke tempat kuali panas.
Kuali panas yang sudah diberikan darahnya Qander pun terus-menerus bergejolak.
Qander yang melihat itu pun curiga dengan apa yang mereka berdua rencanakan itu.
"Apa yang kalian lakukan dengan darahku? " tanya Qander sambil berteriak. Dia merasakan sakit yang tak biasa saat darahnya yang menempel pedangnya Wang Xuemin laku diberikan ke tempat kuali panas itu seakan jantungnya benar-benar meledak saat ini.
"Itu ritual untukmu sayang sebagai anakku, kau layak mendapatkan ritual pewaris ini, " ucap Dark Eyes itu. Dia sama sekali tak mempedulikan kesakitan Qander sebagai anaknya.
Dia hanya mempedulikan anaknya sebagai pewaris. Tidak menginginkan hal lain lagi darinya.
"Aku tidak mau, " teriak Qander. Dia berusaha memberontak hingga dirinya pun mengeluarkan kekuatan yang tidak pernah ia ketahui itu sampai membuat akar yang memiliki sihir tingkat tinggi pun benar-benar terlepas dari tubuhnya.
Namun, dia yang tidak tahu cara mengendalikan kekuatannya pun hampir dilumpuhkan oleh ayahnya sendiri dengan memberikan guntur kepadanya.
Tak hanya itu saja, ramuan dari kuali panas itu pun segera melayang menuju tubuhnya Qander. Dia yang berusaha kabur akibat serangan guntur itu pun menggunakan barrier secara sembarangan.
"Aaarghhh, " teriak Qander. Kekuatannya benar-benar membuat tempat itu meledak kalau Dark Eyes tidak membuat sihir pelindung di tempat itu. Mungkin saja kekuatannya dapat merambat ke tempat pengikutnya yang akan berusaha membawa Qander sebagai tawanan karena dirinya belum bisa mengontrol kekuatannya sendiri.
Jantungnya Qander pun terasa terbungkus dengan sesuatu yang tak dapat ia lihat. Ia pun merasakan sesuatu mengalir ke dalam tubuhnya hingga dia merasakan sakit yang luar biasa. Dia pun menggulingkan tubuhnya di atas altar itu.
"Hidup dan matimu ada di tanganku sayang, jadi kau harus menuruti perintah ku, " ancam Dark Eyes selaku ayahnya Qander. Dia pun langsung mengubah wujudnya sebagai manusia dengan pakaian kunonya bercorak hitam dan merah yang mencirikan khas Dark Eyes itu.
Qander yang melihat ayahnya ada di hadapannya terus menatap tajam kepadanya. Dia benar-benar tak rela kalau tubuhnya sendiri dikendalikan oleh ayah yang baru ia temui.
Dia tidak pernah mengetahui kalau ayahnya begituu egois hingga dia tidak bisa mementingkan perasaan anaknya sendiri.
"Hidup dan matiku ada di tanganku bukanlah di tangan kalian, " balas Qander. Dia berusaha bangkit dari rasa sakitnya itu hingga ayahnya menjentikkan jari dan membuat altar itu bergerak sendiri.
Altar itu langsung mengikat tubuhnya Qander secara paksa hingga dirinya benar-benar tak bisa kabur.
"Kau harus banyak belajar sebagai pewaris disini, " ucap ayahnya itu. Dia memegang wajah anaknya yang benar-benar mirip dengannya itu.
Wang Xuemin yang menyaksikan itu hanya menundukkan kepalanya saat ayahnya Qander sudah mendekati anaknya itu. Dia tidak berani melihat wujud ayahnya Qander tanpa perintahnya itu.
"Aku tidak mau, jangan memaksaku disini! " seru Qander.
"Baiklah, bila kau tidak mau, aku yang akan membunuh teman wanitamu ituu, " ancam ayahnya. Dia memperlihatkan cermin yang menunjukkan lokasi Nayna dan di belakang Nayna sudah ada bayangan dari dark eyes yang bersedia bergerak atas perintah rajanya itu.
Qander yang melihat itu pun tidak menginginkan kalau Nayna terluka. Dia hanya bisa mengiyakan perkataan dari ayahnya itu selama dirinya bisa melindungi Nayna datei kejauhan.
"Baiklah, aku akan memenuhi permintaanmu, tapi aku tidak akan melukai Nayna, " tawar Qander.
Ayahnya yang mendapatkan tawaran dari anaknya pun sedikit mencekik lehernya Qander.
"Aku tidak suka kalau anakku tawar menawar denganku, kau harus dihukum untuk itu, " geram ayahnya. Dia pun menggunakan kekuatan hitamnya itu sebagai bayangan dari dirinya.
"Urggh, " rintih Qander. Dia tidak pernah tahu kalau ayahnya bisa saja membunuhnya, tapi dia juga tidak rela kalau dirinya melukai Nayna.
"Wang Xuemin, " panggil ayahnya Qander.
"Ya raja ku, " jawab Wang Xuemin. Dia yang merasa terpanggil pun segera menatap wajah ayahnya Qander itu.
"Pulihkan tubuhnya dengan menghancurkan hati nuraninya itu, anakku tidak diperbolehkan memberikan kasih sayangnya itu kepada manusia yang akan kita hancurkan, " titah ayahnya Qander itu.
"Baik, raja ku, " jawab Wang Xuemin. Dia langsung berdiri saat ayahnya Qander telah menghilang.
Dia pun langsung berdiri di hadapan Qander.
"Aku akan membelah tubuhmu yang mulia, jadi kau harus tertidur dalam mimpimu saat ini, " ucap Wang Xuemin. Dia mengatakannya sambil tersenyum.
Qander yang ingin berontak pun langsung tak sadarkan diri setelah Qang Xuemin mengatakan itu kepadanya.
'Aku merasakan sesuatu yang buruk terjadi. '