
...Romance 95. Dream Catcher...
Di hari Minggu yang cerah, Elsa sedang berdiri disisi pantai dan melamun sejenak memikirkan dan mengingat kejadian beberapa hari yang lalu yang mana Arya mendapatkan kartu Black Gold Card Supranatural Bank.
Setelah pertemuan dengan Dewi Kesuburan, Aurora. Arya pun diberikan sebuah kartu hitam yang saat itu Elsa belum tahu dengan kartu hitam pemberian dari Dewi Aurora tersebut.
Dan, sesaat memberikan itu. Aurora pun menghilang bersamaan dengan semua tumbuhan emas dan lahan emas pun berubah menjadi rerumputan.
"Arya, itu kartu apa?" tanya Elsa yang penasaran dengan kartu yang dipegang oleh Arya.
"Ini kartu emas hitam dari Supranatural Bank dengan saldo tanpa batas," jawab Arya.
Mendengar itu, Elsa mengerutkan keningnya. "Tunggu! Supranatural Bank? Maksudmu, Bank Gaib?" tanya Elsa.
"Bisa jadi. Tapi, kartu ini hanya bisa digunakan hanya untuk membangun dan menjaga Pulau Sumeru," jawab Arya.
"Kalau begitu lebih baik kita musyawarah kan dengan ayah dan paman Bayu. Bagaimana?" saran Elsa.
Arya pun mengangguk kepalanya, "Iya, aku setuju."
Setelah itu, Arya bertemu dengan Thomas dan Paman Bayu yang mana lagi-lagi mereka dikejutkan oleh Arya lantaran mendapatkan kartu kredit dari salah satu Roh Tanah Suci, Dewi Kesuburan.
Lalu, Paman Bayu pun mengusulkan Arya untuk membuat perusahaan sendiri dan Arya pun menyetujui nya yang mana Arya memberikan nama perusahaannya;
Sumeru Group.
Bayu yang memiliki profesi pengacara tentu mudah membuat perusahaan diatas kertas dan tidak sampai satu Minggu, Arya resmi mendirikan perusahaan meski belum memiliki kantor.
Lalu, Arya pun meminta izin kepada Thomas untuk merekrut Elsa sebagai karyawan pertama nya. Elsa yang mendengar itu, dia sontak senang dan Thomas pun mengizinkan nya.
Selain Elsa, Arya juga merekrut Bayu sebagai pengacara pribadi, Carl, Beta dan Tomo juga dimasukkan kedalam Sumeru Group oleh Arya.
Dan, sesaat Arya ke Metropolis Jakarta. Dia juga meminta Ye Dong, Ayah Ye Zhang untuk bekerja sama lantaran Ye Dong memiliki perusahaan di bidang konstruksi.
"Arya, kamu yakin menyerahkan kartu ini?" tanya ragu Elsa.
"Iya, aku hanya percaya kepadamu dan setelah aku menyelamatkan Adira, aku akan meminta kartu itu kembali. Jadi, maaf. Aku telah mengalihkan tanggung jawab ku kepada mu!" ucap Arya.
Elsa pun sempat terdiam dan melihat kartu hitam tersebut. Lalu, dia terpikir sesuatu.
"Arya, jika kamu memiliki uang tanpa batas seperti ini. Apa keinginan mu? Rumah mewah kah? Mobil mewah kah? Atau saham berlimpah?" tanya Elsa.
Arya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tidak memerlukan semua itu. Aku hanya ingin membahagiakan semua orang yang ku sayangi dan orang-orang disekitar ku," jawab Arya.
"Tidak salah kamu memikirkannya kenyamanan mu sendiri dan memenuhi keinginan keegoisan mu sendiri?!" bantah Elsa.
"Itu semua sudah cukup bagiku karena selama ada kedua orang tua dan kakek ku, aku tidak bisa membahagiakan mereka dan meninggal," jawab Arya.
Lalu, Arya menghadap ke laut. "Elsa, apa kamu tahu Dream Catcher?"
"Iya, sebuah legenda yang mampu menangkap mimpi baik dan membuang mimpi buruk," jawab Elsa.
"Tepat sekali. Maka dari itu, aku ingin menjadi sosok Dream Catcher para penduduk Sumeru ini baik tidak kelihatan ataupun keliatan," ucap Arya dengan senyuman kecil.
"Bodoh! Tapi, aku akan mendukung mu," jawab Elsa.
"Terimakasih, Elsa," jawab Arya.
Lalu, Arya dan Elsa pun saling bertukar senyum.
Setelah itu, lamunan Elsa terlepas dan bergumam sendiri.
"Dasar pria bodoh! Kenapa harus memikirkan orang lain yang bahkan ingin menghancurkan pulau ini!" Lalu, Elsa pun berteriak. "Arya, BODOH!"