
...Romance 150. Pengacara Bayu dan kesepakatan nya....
Di pengadilan kota Metro Bima, terlihat Bayu baru menyelesaikan sidangnya. Dia sedang merapihkan segala berkas dimeja nya.
Para tamu sidang dan hakim sudah meninggalkan podium sidang sedangkan pengacara lawan menghampiri Bayu. Dia pengacara Situmorang yang terkenal dan pengacara dengan harga yang tinggi.
"So, jadi bagaimana? kamu menyesal?" ucap pengacara Situmorang.
"Ha .. ha ... ha, sidang belum selesai, bro," jawab Bayu yang tertawa dibuat-buat.
"Iya, ya. Keluarga Samudera memang tidak pernah menyerah dalam masalah hukum sampai Jaksa Cahya Samudera mati tragis karena keras kepala," ucap ledek Situmorang.
Saat Bayu mendengar itu, dia menahan rasa marahnya dengan mengepalkan keras tangan nya dan meski begitu, dia masih bisa bersikap tenang dan profesional.
Bayu pun telah usai merapihkan barang dan beranjak dari kursinya sambil membalas ucapan pengacara Situmorang.
"Itulah keluarga kami," jawab Bayu dengan senyuman kecil.
Lalu, Bayu pun meninggalkan ruang pengadilan. Sesaat di luar, Bayu melampiaskan kekesalannya dengan menendang kaleng dan sampah di jalan.
"Njir, emang dia pikir siapa dirinya? beraninya menghina ayah?! bgst!" seru kekesalan Bayu.
Sesudah terlampiaskan, Bayu duduk di tepi jalan sambil menyalakan rokok dan menenangkan pikirannya.
Bayu pun terpikir sidang yang dijalankan nya yang mana dia sedang menjalani proses hukum apartemen tua di kota Metro Bima yang akan di bangun ulang menjadi hotel oleh Mirage Group.
Salah satu perusahaan yang di miliki oleh Han Felix, Gubernur NTT.
Sedangkan, klien nya ada penghuni miskin yang tinggal di apartemen tua dan mereka akan di alokasikan tanpa kompensasi yang cukup.
Mengingat itu semua, Bayu menggaruk kepalanya dan mengakhirinya dengan menutup wajahnya.
Lalu, Bayu teringat akan perkataan dari Saga.
"Paman Bayu terkadang hukum yang adil tidak bisa melawan hukum gelap yang mana hukum, kebenaran dan kejujuran bisa di beli. Jadi, kenapa tidak sesekali untuk menegakkan keadilan kita harus lebih gelap daripada mereka."
Pada saat itu, Bayu tidak begitu menanggapi nya bahkan dianggap omong kosong karena pekerjaan Saga yang merupakan pengacara dan tangan kanan pemimpin mafia atau sering disebut Consigliere.
Memahami situasi nya yang tidak bisa menang, Bayu pun memutuskan untuk melakukan hal yang sama seperti Saga dan terpikir seseorang yang bisa membantu nya.
"Mungkin, Arya bisa membantu ku!" gumam Bayu.
Sesaat memikirkan itu, Bayu beranjak diri dan kembali ke pulau Sumeru untuk pergi menemui Arya.
Setibanya di rumah Arya, Bayu pun menekan bel seraya menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan pikiran nya.
Disisi lain, Arya yang sedang santai membaca dan belajar dari S-Book nya. Dia pun beranjak dari kursi dan membuka pintu yang mana terlihat ada Paman Bayu dari balik pintu.
"Paman Bayu," sapa santai Arya.
"Arya, ada yang ingin aku bicarakan!"
Melihat ekspresi serius dari Bayu, Arya pun memahami nya dan menduga paman Bayu memiliki masalah yang serius.
"Ayo masuk! Kita bicara didalam paman?"
"Baik."
Mendengar nama Mirage Group, Arya teringat sesuatu. "Bukan kah itu perusahaan dari keluarga Han Felix. Keluarga yang menabrak ayahnya Tomo dan memasukkan dirinya kedalam penjara?"
"Iya, mereka lah juga yang ingin mengambil alih apartemen di kota Metro Bima itu."
Lalu, Arya pun berpikir-pikir matang-matang penyebab dan alasan Mirage Group ingin mengambil alih apartemen tua. "Sebenarnya, apa alasan mereka hingga harus mengalokasikan penghuni apartemen itu dan menghancurkan nya?" gumam Arya.
"Dari alasan nya, mereka ingin membangun ulang apartemen itu dan menjadikan nya Hotel."
"Aku rasa tidak sesederhana itu. Mungkin, ada sesuatu yang mereka sembunyikan." Arya menganalisa seraya mengusap-usap dahi samping kanan nya."
"Maaf, saya tidak tahu lebih dari itu."
Mendengar jawaban itu, Arya menyadarkan lamunan dan dia pun kembali ke topik pembicaraan. "Jadi, apa yang bisa saya bantu, Paman?"
"Arya, pinjamkan saya uang untuk memenangkan kasus ini!" pinta Paman Bayu dengan menundukkan kepalanya.
"Berapa yang paman minta?" tanya Arya.
"Pinjamkan saya 500 juta rupiah, Arya! Paman janji akan memenangkan kasus ini dan mengembalikan uang itu. Saya mohon!" ucap Bayu dengan menundukkan kepalanya.
"Baiklah, paman. Aku akan bantu tapi dengan syarat paman bergabung di Sumeru Group. Bagaimana?" ucap tawaran Arya.
Mendengar itu, Bayu sontak menegakkan kepalanya kembali dan tersenyum senang. "Iya, saya dengan senang hati menerima tawaran tersebut."
Arya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu, dia pun mengambil smartphone nya dan mentransfer sejumlah uang kepada Paman Bayu.
"Oke, done. Paman. Aku sudah mentransfer satu milliar rupiah untuk paman. Gunakanlah sebaik-baiknya untuk membantu kasus ini!"
Bayu yang mendengar itu, dia pun sontak terkejut. "Apa? Satu Milliar?! Arya, saya hanya ingin meminjam 500 juta dan jika satu milliar, bagaimana cara saya untuk mengembalikan?"
Arya pun tersenyum kecil, "Paman Bayu seperti kepada siapa aja. Uang itu bukan pinjam melainkan kuberikan untuk paman sebagai uang muka bekerja di Sumeru Group."
Bayu yang mendengar itu, dia pun memahami nya yang mana membuat nya sontak beranjak dari kursi dan menundukkan kepalanya.
"Terimakasih, Arya."
"Sama-sama, paman."
Lalu, Arya turut berdiri juga dan memberikan tangan nya. "Paman Bayu, kedepan nya mohon bimbingannya!"
Melihat itu, Bayu pun tersenyum dan menerima tangan Arya. "Saya juga mohon bimbingannya, Arya."
Setelah itu, Bayu mengembalikan posisi kepala nya dan bertukar senyum dengan Arya.
Dan, sejak malam itu. Pengacara Bayu telah resmi menjadi anggota Sumeru Group.
...# System Of Romance #...
Promo;
Hei, guys. Terimakasih sudah membaca novel ku ini dan pada kesempatan ini, aku juga ingin promo novel baru ku dengan gendre Pedang dan sihir.
Kuy, guys. Mampir! terimakasih