
...Romance 163.I Rey dan Marsha...
Disudut kota sumeru, Rey kembali ke kantornya yang juga ada MI. Sebulan yang lalu, Saga memutuskan mencari kesibukan Rey dengan membuat usaha sendiri. Saat itu, Rey memutuskan untuk membuat kantor pegadaian dan pinjaman cepat. Bernama Rey kredit.
Setelah dari cafe Sunrise, Rey kembali ke kantornya yang dimana ada seorang anak gadis kecil sedang menunggu kehadiran Rey di depan pintu. Lalu saat anak itu melihat Rey, dia pun sontak berdiri dari duduk dan menghampiri Rey.
"Om Rey!"
Rey hanya menghela nafas dan masuk kedalam kantor. Anak gadis kecil itu juga mengikuti Rey. Sambil bercerita tentang sekolahnya yang masih berada di bangku sekolah dasar.
Setibanya didalam kantor, Rey melihat kearah anak gadis, "Lalu, kenapa kamu kesini?"
"Oiya." gadis kecil itu mengambil sebuah kamera film dari tasnya lalu, memberikannya kepada Rey, "Aku ingin mengadaikan ini."
Rey pun menerima kamera itu dan memeriksa. "Aku akan berikan 100 ribu. Bagaimana?"
"Oke deal," jawab senang anak gadis tersebut.
Rey pun tersenyum melihatnya. Gadis kecil itu bukanlah sekali itu datang. Dia sering datang untuk mengadaikan banyak barang dari rumahnya.
Rey pun tahu, anak gadis kecil itu tinggal berdua di rumah kecil tidak jauh dari kantor pegadaian nya . Nama gadis itu, Marsha.
Setelah menerima uang itu, Marsha kembali ke rumahnya.
Setibanya di sana, rumah Marsha sangatlah berantakan dan Marsha lah yang merapihkan ya sedangkan, ibunya sedang mabuk berat dengan banyak bekas suntikan didekatnya. Marsha yang melihat itu, dia hanya bisa menghela nafas panjang.
Keesokan harinya, sehabis Rey berbelanja di minimarket dan perjalanan ke kantornya. Rey melihat Marsha yang dimana, dia sedang melihat-lihat mainan lalu, mencurinya. Sedangkan, penjaga toko seorang pria paruh baya yang sedang tidur di kursi.
Saat Marsha keluar, Rey bersembunyi agar dirinya tidak terlihat oleh Marsha dan dia pun melewati Rey pergi meninggalkan toko mainan. Rey yang melihat kesulitan Marsha, dia pun mendatangi toko itu dan menghampiri orang tua tersebut.
"Berapa jumlah yang gadis kecil itu ambil?"
Orang tua itu pun membuka matanya dan ternyata, orang tua itu tidaklah tidur melainkan berpura-pura tidur.
"Tidak usah. Dia anak yang kurang kasih sayang bahkan saya tidak pernah melihatnya bermain dengan anak seumuran nya."
"Begitu kah."
Sesudah itu, Rey pun kembali pulang yang dimana Marsha lagi-lagi menunggu nya didepan pintu. Setibanya Rey disana, Marsha menghampiri kembali.
"Om ... Rey."
"Sekarang ini gadai apa?"
Santai melepaskan Ipod nya dan memberikan nya kepada Rey, "Aku ingin mengadaikan ini."
Sesaat kemudian, ibunya datang mencari usianya sama dengan Rey.
"Marsha! Marsha!" seru panggil ibunya.
Marsha yang mendengar itu, dia sontak masuk ke kantor gadai yang saat itu baru dibuka pintunya oleh Rey untuk bersembunyi.
Saat ibunya tiba didekat Rey, dia pun menatap tajam Rey.
"Kamu Rey kan? dimana kamu sembunyikan anak saya?! Saya yakin dia pasti disini."
Didalam Ibunya mencari sekitar ruangan itu namun, tetap dia tidak menemukan Marsha.
"Sial! kemana anak itu?"
Sambil kesal, ibunya kembali menatap sinis Rey.
"Kamu ingat ya! Jangan main-main dengan anak saya! Jika, kamu ..." Ibunya Marsha pun memainkan tangan di tubuh Rey. Namun, Rey bersikap dingin kepadanya.
"Aku tidak ada hubungan dengan anakmu," jawab tenang Rey
"Saya peringatkan kamu jika berani macam-macam dengan putriku, aku akan membunuhmu!" ancam Rey.
Rey tidak menjawab dan hanya memberikan ekpresi dingin.
Seusai mengatakan itu, Ibunya Marsha pun pergi meninggalkan Rey.
Sesaat melihat ibunya sudah jauh, Rey mendekati lemari besi dan membuka lalu didapatilah Marsha disana yang sedang bersembunyi. Rey hanya menatap dingin sedangkan Marsha tersenyum lebar.
Urghhhhhh!!
Suara perut Marsha pun berbunyi.
"Kamu mau makan?" tawar Rey.
Marsha pun menganggukan kepalanya dan mereka berdua pun makan bersama yang dimana Rey membuat mie instan dengan sayur dan telur.
"Aku hanya memiliki itu," ucap Rey.
"Aku suka kok!" ucap Marsha dan dia pun melahapnya dengan semangat.
Malam hari pun tiba, Rey yang baru saja kembali ke apartemen nya. Tanpa sengaja ia meninggalkan ponselnya di kantor sehingga membuatnya harus kembali.
Namun, setibanya di kantor. Rey melihat pintu yang didobrak paksa. Hal itu membuat Rey meningkatkan kewaspadaan dan masuk kedalam ruangan secara berhati-hati. Ruangan itu tidak dinyalakan lampunya bahkan kondisi kantor menjadi berantakan maka Rey berjalan pelan sambil bersiaga.
Sesaat kemudian, Rey dihadapkan dengan dua pria. Satu berbadan besar dan satu berbadan kecil. Lalu, pria kecil membawa tas kamera yang digadaikan oleh Marsha.
"Kamu ingin barang itu, berikan aku 1 juta untuk diberikan kepada pemiliknya," ucap Rey.
Pria kecil tertawa remeh dan memberikan kode kepada pria besar untuk menyerang Rey. Pria besar pun datang dengan percaya dirinya pria besar melesatkan pukulan tapi Rey menyerangnya lebih cepat memukul lehernya hingga pria besar mundur beberapa langkah setelah itu, Rey menendangnya dengan keras hingga pria besar jatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri.
Pria kecil terlihat ketakutan dan ada keraguan untuk kabur. Rey pun melompat dan menendang pria kecil hingga terpental dan membuat pintu didalam ruangan jatuh oleh pentalnya pria kecil itu dan membuat nya pingsan.
Rey pun sontak mengambil tas itu dan berlari menuju lantai yang dimana tempat Marsha dan ibunya tinggal karena Rey menduga sesuatu yang buruk terjadi kepada mereka.
Benar yang di perkirakan Rey, ibunya yang ada didalam sudah tidak bernyawa lagi dan kondisi rumah sangat berantakan. Rey pun mencari Marsha di apartemen nya namun tidak ditemukannya. Maka Rey keluar dan berlari kearah bawah yang dimana, Rey melihat Marsha sedang mengebrak-gebrak jendela namun suara nya tidak terdengar dan juga mobil Van itu pergi dengan membawa Marsha. Rey pun tidak menyerah, dia mengejar mobil Van itu namun, kecepatan mobil Van itu melebihi kecepatan lari Rey sehingga Rey harus melepaskan kejarannya itu.
Lalu, Rey pun pergi ke rumah Saga dan sesaat Arya membuka pintu nya, dia pun sontak meminta tolong.
"Tuan Arya, aku butuh bantuan mu!" ucap Rey dengan tatapan tajam.
...# System Of Romance #...