
...Romance 104. Kedatangan dan pernyataan rasa Adira....
Beberapa hari kemudian, Arya berada di pelabuhan yang mana dia sedang menunggu seseorang yang tidak lain adalah Adira.
Lalu, tidak lama kemudian terlihat lah sebuah kapal boat penumpang yang bersandar di pelabuhan pulau Sumeru dan turun lah sosok gadis yang ditunggu oleh Arya, Adira.
Sesaat Adira turun dari kapal boat nya, dia pun melihat Arya yang sedang melambaikan tangan dan tersenyum melihat nya.
Adira yang melihat itu, dia pun sontak tersenyum lebar. "Arya?!"
Lalu, Adira pun berlari menghampiri Arya dan memeluknya. Arya pun menerima pelukan nya itu.
"Adira, apa kabar? Aku senang bisa bertemu dengan mu," ucap Arya didalam pelukan nya.
Mendengar itu, Adira menitihkan air mata dan menaruh menyandarkan samping kepala nya ke dada Arya serta mempererat pelukannya.
"Sangat baik. Semua berkat mu, Arya. Aku pikir, aku tidak akan bisa bertemu dengan mu lagi dan akan terjebak selama nya di dunia game.
Arya pun tersenyum kecil lalu, dia pun melepaskan pelukannya dan menatap Adira dengan jarak yang dekat. "Tapi, itu tidak mungkin. Karena pasti aku akan menyelamatkan mu," jawab Arya seraya mengusap air matanya.
Adira pun mengangguk kepalanya dan tersenyum kecil.
Lalu, Jeremy pun tiba di dekat mereka dan meledeknya. "Apa kalian sudah temu kangen nya?"
Mendengar itu, Arya dan Adira sontak mundur satu langkah untuk memperluas jarak mereka. Lalu menoleh kearah Jeremy.
"Hehe ... Sudah," jawab Adira.
"Om, apa kabar?" tanya Arya.
"Sangat baik." Jeremy pun sontak merangkul Arya dan mereka berjalan pelan dengan berbincang kecil. Salah satu nya tentang The Seed.
"Jadi, begitu. Ayah sudah memberikan The Seed kepada mu," jawab Jeremy yang mendengar pertemuan Arya dengan Edward.
"Iya, jadi menurut Om. Aku harus apa kan The Seed ini?"
"Terserah. Itu sudah menjadi hak mu. Mau mengunakan nya atau pun membuangnya," jawab Jeremy dengan senyuman lebar.
"Baiklah, Om."
Setelah itu, mereka pun pergi ke kantor walikota Thomas dan Jeremy bertemu dengan nya. Sedangkan, Arya bersama Adira berkeliling pulau Sumeru yang mana Adira terkagum dengan panorama alam Pulau Sumeru yang saat itu, mereka sedang berada di bukit dan melihat kota kecil Pulau Sumeru.
"Wuahh ... indah nya! Aku jadi ingin tinggal disini!" Adira menoleh kearah Arya. "Pantas saja kamu tidak mau pergi ke Metropolis Jakarta!"
"Seperti itu lah dan jika kamu ingin tinggal sini, aku akan senang."
"Arya, kamu sudah punya pacar?" tanya Adira.
"Sudah."
"Eh ... bikin iri saja. Dia beruntung sekali mendapatkan pacar seperti mu."
Arya pun menoleh kesamping, "Aku juga beruntung menjadi sahabat mu."
Adira yang sedang menaruh kepalanya di bahu Arya, dia pun melihat keatas. "Apa kah kita bisa lebih dari sahabat?"
"Eh? apa maksudnya?"
Adira pun menegakkan kembali kepalanya dan memegang pipi Arya lalu, dia pun mencium bibir Arya.
Sikap Adira itu tentu membuat Arya terkejut dan terbujur kaku tapi juga tidak menolaknya. Sebuah kehangatan dari bibir Adira pun dirasakan nya.
Setelah itu, Adira pun melepaskan ciumannya dan menatap Arya dengan senyuman lebar.
"Arya, Putus pacar mu dan jadilah pacar ku! Atau ..." Adira menundukkan kepalanya, "Jadikan aku yang kedua! Bagaimana apakah kamu menerima nya?"
Arya pun tersenyum, "Adira, aku sudah mencintai Elsa. Tapi juga ..." Arya memegang kedua bahu Adira. "Aku mencintai mu dan jika, Elsa mengizinkan! Jadilah, yang kedua untuk menemani hidup ku!"
Adira pun tersenyum, "Iya, aku tahu." Lalu, Adira memeluk Arya. "Seperti nya, aku harus meminta izin pacar pertama mu."
"Maaf, aku tidak ingin membuat nya terluka," jawab Arya.
"Aku tahu," sambung Adira.
Lalu, Adira memegang pipi kanan Arya. "Kamu memang pria yang sempurna untuk semua wanita."
Arya pun tersenyum kecil, "Kamu terlalu memuji."
Adira pun juga turut tersenyum dan memeluk Arya kembali. Arya juga menerima pelukan tersebut.
Disaat momen itu, Shion pun terus memberitahu tentang hadiah poin ku dari MOL dengan total poin 12.300 poin.
...# System Of Romance #...
Estimasi Bab ini ...
• Hadiah MOL, +12.300 poin.