
...Romance 77. Interogasi dari Elsa...
Setelah mengetahui ada nya Arya terlibat dalam kasus perlawanan Tomo dengan Dewan Murid. Elsa pun pergi ke rumah Arya sepulang sekolah namun, dia tidak menemukan nya.
Lalu, Elsa pun pergi ke cafe dan setibanya disana, Elsa disambut Tomo.
"Selam-. Kak Elsa?" sapa Tomo.
Melihat kehadiran Tomo, Elsa pun menghampiri Tomo dan mengajak nya duduk berhadapan di salah satu kursi yang kosong di cafe tersebut.
"Ada apa, Kak Elsa?" tanya Tomo yang mengawali pembicaraan.
"Tomo, apakah Arya terlibat dengan kasus mu?" tanya Elsa.
Tomo pun sempat terkejut, "Eh? Itu ..." gumam Tomo seraya menundukkan kepalanya.
Disamping mereka, Arya pun muncul dari ruang sebelah dan memotong pembicaraan.
"Iya, Aku terlibat, Elsa."
Mendengar itu, Tomo dan Elsa sontak melihat ke samping yang mana mereka melihat Arya. Sedangkan, Elsa sontak beranjak dari kursinya dan menghampiri Arya lalu, memegang kedua tangan nya.
"Kenapa kamu terlibat?"
Arya pun tersenyum lalu, menjawab nya. "Aku tidak ingin wilayah yang cintai ini ada anarki dan kerusuhan. Aku hanya ingin melihat kedamaian di sekolah."
"Tapi ..." ngelak Elsa.
Melihat Elsa yang masih ada keraguan, Arya pun terpikir sesuatu.
"Elsa, aku akan memperlihatkan sesuatu kepada mu!"
Arya pun meraih tangan Elsa dan mengajak nya ke kursi yang kosong yang lain sedangkan, Tomo kembali bekerja lantaran ada beberapa pengunjung yang datang.
Lalu, Arya pun mengambil laptop dan membuka nya. Elsa yang duduk berhadapan, dia berpindah tempat ke samping Arya.
Seusai Arya menyalakan laptop nya, dia memberikan perintah kepada Viki.
"Viki, buka semua video di file kekerasan dan pembulyan SMA Negeri satu Sumeru!"
Mendengar itu, Elsa terheran. "Viki?"
Arya yang mendengar itu, dia pun tidak menanggapi nya dan sesaat itu juga, video pun terbuka yang mana terlihat beberapa pembullyan, pemerasan dan kekerasan yang di lakukan oleh para anggota Dewan Murid.
Elsa yang melihat itu, dia pun mengerut kan keningnya. "Aku tidak menyangka mereka melakukan hal seperti itu."
"Dan, semua itu atas perintah Sambo."
Lalu, Arya pun menoleh kearah Elsa. "Elsa, aku harap kamu merahasiakan ini."
"Iya, Aku akan merahasiakan nya," jawab Elsa dengan anggukan kepala.
Melihat Elsa yang merupakan sosok gadis yang bisa dipercaya, Arya pun memberitahu nya.
"Aku meretas ponsel Sambo. Beruntung! Dia sangat hobi mengabadikan kegiatan nya itu," jawab Arya.
Elsa yang mendengar nya, dia pun melipatkan kedua tangan nya dan menatap video, "Cihh! Dasar psikopat!" umpat Elsa.
Arya yang mendengar itu, dia hanya memberikan senyuman kecil.
Setelah itu, Elsa menoleh kembali kearah Arya dengan mengerutkan keningnya lantaran masih ada pertanyaan yang tersimpan.
"Sebentar! Siapa Viki?"
"Virtual Interactive Kinetic Intelligence disingkat Viki. Dia super AI yang ada di laptop, ponsel dan kamera CCTV cafe ini."
Mendengar itu, Elsa sontak terkejut senang. "Wuahh... Keren! Aku pikir itu hanya ada dalam film. Jadi, apa yang bisa dilakukan oleh Viki?"
"Apapun selama itu dalam jaringan tertentu."
Elsa yang mendengar jawaban Arya, dia pun terpikir sesuatu. Lalu, Elsa melepaskan tangan nya dan menunjukkan jari nya kearah Arya. "Mungkin kah, kamu telah meretas ponsel ku dan melihat semua data didalam nya?"
"Tentu saja tidak. Aku tidak mungkin menguntit."
"Benarkah?!" seru Elsa yang mendekatkan jarak nya.
"Benar, aku sungguh tidak meretas ponselmu." Lalu, Arya menoleh keatas samping. "Walaupun, aku penasaran dengan isi ponselmu!"
"Benarkan, kamu pasti melakukan nya."
"Tidak. Sungguh..
....
Dan, perdebatan kecil dengan senyuman dan tawa pun terjadi yang mana Carl dan Tomo yang melihat kebersamaan mereka membuat mereka juga tersenyum.
"Saya jadi iri melihat mereka," ucap Carl yang berdiri disamping Tomo.
Tomo pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu, dia pergi melanjutkan pekerjaannya.
"Anak muda memang membuat iri para kaum dewasa," gumam Carl yang menggelengkan kepala dengan melipatkan kedua tangan nya.
...# System Of Romance #...