System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 115


...Romance 115. Hacker Black Sparrow, Yua....


Setelah menerima Flashdisk yang berisikan Viki dan rapat selesai. Yua pun pulang ke rumah lalu, setibanya disana. Yua sontak menyalak lampu, melepaskan jaket dan membuka jendela yang mana dia disungguhi oleh sinar bulan yang cerah.


Sesaat kemudian, Yua pun melihat flashdisk yang ada di tangan nya dan mengingat kejadian beberapa pekan yang lalu.


Yang mana, New Indonesia dihebohkan dengan sosok peretas yang mengambil data pengguna dari televisi kabel, surat-surat rahasia dari badan intelijen Nasional dan data kependudukan. Yang membuat viral di penjuru New Indonesia.


Nama inisial peretas itu, Black Sparrow.


Arya yang sedang beraktifitas seperti biasa disekolah, dia dihebohkan dengan berita nya yang mana hampir semua murid membicarakan nya terutama mereka penasaran dengan sosok sebenarnya dari Black Sparrow.


Karena banyak yang membicarakan Black Sparrow, akhirnya membuat Arya turun tangan.


Ditengah malam, Arya pun membuka laptopnya.


"Viki, temukan jejak peretas Black Sparrow!"


Sesaat kemudian, kecepatan ketikan dan puluhan tab pun terbuka yang mana tampilan buka tutup layar bergerak cepat.


Jika sebelumnya, Arya mengunakan Living Poltergeist saja. Kini, Arya mengunakan fitur Paralel Mind sehingga Arya juga bisa cepat mengetikkan dengan cepat meski tidak secepat Viki.


Sampai beberapa jam, Viki pun berhasil menemukan jejak Black Sparrow. Mengetahui itu, Arya pun terus mengejar nya sampai Arya pun menemukan sosok Black Sparrow sebenarnya ialah Yamagashi Yua dan membuat nya terkejut.


"Aku tidak menyangka ternyata sosok peretas yang terkenal di New Indonesia ada disini," gumam Arya.


Setelah mengetahui itu, Arya sontak beranjak dari kursi nya dan mendatangi Yua.


Ditengah perjalanan nya, terlihat ada satu mobil polisi yang tidak lain itu milik Tika yang mana dia bersama rekan-rekan polisi nya berhenti di rumah susun Arya dan beberapa warga sudah berkumpul salah satu nya Carl dan Ye Zhang.


Melihat mereka, Arya sontak menghampiri.


"Carl, apa yang terjadi?" ucap Arya.


"Saya juga tidak tahu," jawab Carl.


Arya pun coba bertanya kepada Ye Zhang


Namun, Ye Zhang janya menggelengkan kepala.


Beberapa saat kemudian, Beberapa polisi keluar dari unit Yua dengan tangan yang sudah terborgol dan ditutup kain.


Arya menerobos kerumunan untuk bisa berjarak dekat dengan Yua. Carl dan Ye Zhang pun mengikuti langkah Arya.


Yua pun berhenti sejenak dan melihat teman-teman nya.


"Maaf, semuanya. Aku telah memalukan kalian semua!" ucap Yua sambil meneteskan air matanya.


"Apa yang terjadi, Yua?" tanya Arya.


Yua tidak bisa menjawab dan kedua polisi yang membawanya mendorongnya ke dalam mobil lalu, mobil itu pun berangkat dengan membawa Yua.


Melihat itu, Arya dan lainnya hanya bisa berdiam pasrah.


"Aku harus melakukan sesuatu!" gumam Arya.


Ye Zhang yang ada disamping Arya, dia menoleh kearah Arya karena mendengar ucapan Arya.


"Apa maksud lu, Arya?" tanya Ye Zhang.


Arya tidak menjawab dan langsung berpamitan dengan teman-temannya. Saat perjalanan pulang, Arya menelepon Paman Bayu.


"Paman Bayu, Aku butuh bantuan paman!" seru Arya.


"Apa yang terjadi?" tanya Bayu dari balik telepon.


"Nanti, aku jelaskan. Saat ini, aku sedang pergi menuju kantor polisi," ucap Arya seraya melangkah ke kantor Polisi.


Setibanya di sana, Arya yang terlebih dahulu sampai menunggu kedatangan Bayu yang beberapa menit kemudian. Bayu sampai dan bertemu dengan Arya.


"Bagaimana bisa?" tanya Bayu.


"Entahlah, Yang jelas Yua bukan tipe orang penjahat," jawab Arya.


Didalam Polresta, Bayu memperkenalkan diri sebagai pengacaranya Yua sedangkan Arya sebagai temannya. Meski awalnya, ditolak dan mengharuskan keluarganya sendiri yang datang.


Bayu menyakinkan polisi agar tidak melibatkan keluarganya Yua. Pada akhirnya, polisi itu pun luluh dan menjelaskan kasus yang terjadi.


Polisi mengatakan bahwa Yua telah meretas akun bank milik Han Nino, putra dari keluarga Ham sebesar 12 milliar rupiah. Meski, uang itu sudah dikembalikan namun, Yua masih tersangka.


Sesudah mendengar kan penjelasan dari Polisi, Arya dan Bayu mendatangi Yua yang sudah berada di jeruji tahanan polisi.


"Yua?" sapa Arya.


Yua yang awalnya termenung, dia pun langsung berdiri dan menghampiri Arya.


"Arya, gue dijebak. Gue sama sekali tidak tahu kalau itu kode akun bank!" ucap panik Yua.


"Jadi, kamu bisa meretas?" sambung tanya Bayu.


Yua menganggukan kepala nya, "Tapi, sumpah gue sama sekali tidak pernah meretas akun bank malah ada seseorang yang masuk ke IP Gue!" penjelasan Yua.


"Baiklah, pelan-pelan. Katakan semuanya!" ucap Arya.


"Iya, gue ceritain semuanya. Awalnya malam Sabtu ..."


Pada malam itu, Yua sedang bermain game. Dia seorang Cheater yang membuat program bug sendiri bahkan dia sering meretas soal ujian di kuliahnya sampai dia mendapatkan selalu nilai A.


Dan, pada waktu itu. Yua mendapatkan email yang tidak dikenal. Email itu berisikan kode mentah yang harus kupecahkan dan setelah selesai, tiba-tiba akun tidak dikenal terkirim dengan sendirinya dan mengatas nama kan Yua.


Itulah penjelasan dari Yua dan Arya pun percaya kepada Yua. Ini dilihat dari fitur kemampuan Arya yang sudah mempelajari nya;


Fitur [pendeteksi kebohongan.]


Kemampuan ini melihat rinci gerakan kecil dari kornea mata, Alis, kelopak mata, bibir dan jari.


"Oke, Yua. Aku mengerti. Tunggulah disini! Aku akan membebaskan mu," ucap Arya.


"Benarkah, terima kasih, Arya. Lu memang pahlawan!" seru senang Yua.


Arya dan Bayu kembali ke polisi. Dalam perjalanan, Bayu bertanya kepercayaan untuk Yua.


"Arya, kamu percaya dengan nya?" tanya Bayu.


"Iya, Saya percaya tidak ada tanda-tanda kebohongan dari dirinya," jawab Arya.


"Baiklah, aku percaya kepadamu, Arya," jawab Bayu.


Lalu, Bayu dan Arya pun melakukan negoisasi dan diplomasi Bayu pun berhasil. Yua terbebaskan dengan syarat membayar denda 2,5 milliar rupiah (167 ribu USD). Arya pun mengunakan Black card nya dan kasus itu pun selesai.


Tidak sampai sehari, Arya kembali ke rumah dengan membawa Yua.


Dan, sejak itu Yua bertekad untuk membayar hutang budinya kepada Arya dengan bekerja untuk nya.


Setelah mengingat itu, Yua pun tersenyum sendiri dan melepaskan lamunan.


"Baiklah, sekarang waktu nya bekerja. Aku tidak ingin mengecewakan Arya!" gumam Yua.


Lalu, Yua berbalik badan dan menutup jendela. Setelah itu, pergi ke ruang khusus yang mana disana terdapat banyak monitor komputer dengan satu keyboard dan Yua pun duduk di kursi dan mencolokkan Flashdisk pemberian Arya.


Sesaat kemudian, suara dari komputer terdengar.


Ting!


[Saya Viki. Apa yang bisa saya bantu?]


Melihat itu, Yua pun tersenyum sendiri. "Viki, kita mulai dari Bima Sakti Society!"


Ting!


[Dimengerti!]


...# System Of Romance #...