
...Romance 61. Galau nya Arya dan Kisah kecil Tomo....
Arya saat ini sedang disibukkan dengan berbagai permasalahan diantaranya tunangan nya dengan Elsa dan Pengobatan Akupuntur Alkimia untuk Ken.
Jika permasalahan Elsa, Arya sudah menyetujui untuk berpacaran dahulu selama 3 tahun setelah itu, jika Arya dan Elsa masih bisa bersama maka mereka harus bertunangan.
Sedangkan, permasalahan Pengobatan Ken. Arya harus menunggu persetujuan dari orangtuanya Ken yang sudah di konfirmasi dan ibu nya Ken mengatakan bahwa dia akan berangkat dari Metro Seoul ke Pulau Sumeru.
Keluarga Ken merupakan keluarga yang sangat kaya raya dengan usaha mereka dalam bidang properti. Sedangkan, Dokter Jin Woo adalah Adik dari ibunya, Ken bernama Jin Tae Ri, CEO dari Future Group.
Mengingat itu semua Arya hanya bisa menghela nafas panjang di depan lumbung sapi.
"Ahufuu ..."
Beta dan Tomo yang sedang bekerja di dekat Arya mereka pun menjadi khawatir dan saling bertukar pandang untuk siapa yang ingin bertanya kepada Arya dan Tomo pun mengalah. Lalu, dia yang bertanya kepada Arya.
"Arya, ada apa?" tanya Tomo.
"Tidak ada. Aku hanya menghadapi beberapa permasalahan saja," jawab Arya.
"Bos, jangan lah berkecil hati! Berbagi lah dengan kita!" ucap Beta.
"Terimakasih, Beta. Tomo. Tapi, sungguh aku baik-baik saja," jawab Arya dengan senyuman kecil.
Sesaat kemudian, Tomo mengambil ponsel untuk melihat jam.
"Arya, saya pulang dulu sebentar. Nanti, malam saya akan kembali ke cafe," ucap Tomo.
"Oh, iya. Tomo. Terimakasih," jawab Arya.
Sesuai berpamitan, Tomo pun pergi meninggalkan Arya dan Beta.
Dalam perjalanan pulang, Tomo pun pergi ke pasar sejenak untuk membeli beberapa makanan ringan untuk adik dan ayahnya.
Seusai itu, Tomo melanjutkan langkah nya kembali hingga tiba di rumah petakan kecil yang berada di pelosok desa Sumeru. Tomo tinggal di rumah dengan satu ruangan yang mana semua jenis ruangan menyatu kecuali kamar mandi.
Meski tinggal di tempat yang kumuh, Tomo hidup damai bersama adik dan ayahnya.
"Kakak, pulang!" seru Tomo yang membuka pintu.
Adiknya yang sedang menonton televisi sontak menghampiri Tomo.
"Kakak!" teriak Adiknya Tomo yang sontak menghampiri Tomo.
Adik perempuan Tomo itu bernama Yuka yang mana dia masih berada di bangku sekolah menengah pertama.
Sesaat Yuka menghampiri Tomo, Tomo pun memberikan makanan ringan kepada nya. "Yuka, taruh di atas meja ya!"
"Iya, kak!" jawab Yuka yang mengambil makanan ringan yang diberikan Tomo.
Lalu, Yuka sontak duduk di dekat ayahnya dan menyantap makanan ringan yang dibawa Tomo.
Setelah itu, Tomo menghampiri ayah nya dan mencium tangan nya. "Ayah, saya pulang!" ucap Tomo.
"Iya, bagaimana pekerjaan mu? Lancar?"
"Iya, ayah. Lancar!" jawab Tomo.
"Syukurlah, ayah sangat senang kamu bekerja bukan sebagai pemulung tapi sebagai pembantu di rumah Arya. Ayah dengar dia pria yang baik dan dermawan?" ucap Tomo.
"Sangat baik, ayah! Arya tidak pernah mengecewakan Karyawan nya termasuk saya," jawab Tomo dengan senyuman senang. Lalu, Tomo beralih ke topik yang lain. "Ayah, Yuka, kalian sudah makan malam?"
"Belum," jawab Ayah nya Tomo.
"Tapi, saya sudah masak nasi, kak!" seru bangga Yuka.
Tomo pun tersenyum dan mengusap-usap kepala Yuka sampai berantakan. "Adik yang pintar."
"Kakak, ngapain sih? Emang nya saya anak kecil!" ucap Yuka.
Ayah nya dan Tomo pun tertawa kecil.
"Tomo, lebih baik kamu membasuh diri saja dulu baru lah berangkat!" seru Ayahnya Tomo.
"Iya, ayah," jawab Arya seraya beranjak diri. Lalu, membasuh diri. Sesudah nya, barulah Tomo memasak untuk Ayah dan adik nya.
Seusai memasak, mereka pun makan bersama dan saling bertukar cerita.
Waktu pun terus berlalu yang mana sudah menunjukkan pukul setengah enam sore yang mana Tomo harus bekerja lagi di cafe Sunrise.
Mengetahui itu, Tomo bergegas ganti baju dan bersiap. Lalu, dia pun berangkat kembali.
"Ayah, saya pamit!" seru Tomo seraya mencium tangan ayahnya.
"Iya, nak. Hati-hati!" seru Ayah nya Tomo.
"Iya, Ayah," jawab Tomo seraya melangkah keluar dari rumah nya dan berangkat.
Tomo bekerja di Cafe Sunrise dari jam setengah 7 malam sampai jam 4 pagi yang mana Tomo hanya membutuhkan waktu sejam untuk tidur lalu, berangkat sekolah. Jika hari libur, Tomo bekerja di rumah Arya.
"Tomo, Saya pulang dulu." ucap Carl.
"Oh, iya. Kak! Hati-hati dijalan!"
"Oke, bye."
Sesudah itu, Carl mengenakan jas hujan dan keluar pulang meninggalkan Cafe Sunrise.
Beberapa saat kemudian, sebuah mobil sport bermerk BMW M4 berhenti di minimarket. Lalu, keluarlah gadis dari mobil itu bersama seorang pria.
Gadis itu bernama Sandra, kakak kelas dari sekolah nya Tomo dan Arya. Sedangkan, sang pria bernama Paul yang mana dia juga satu sekolah dan kakak kelas di kelas 12-C.
Sesaat keluar dari mobil, mereka pun masuk ke cafe Sunrise dan duduk di tempat yang mereka nyaman.
Setelah itu, Tomo menghampiri mereka untuk bertanya pesanan nya.
"Selamat malam, apa pesanan kalian?" tanya Tomo.
Sandra yang ada disana terus memperhatikan Tomo, "Lu Tomo kan? ngapain Lu disini? Kerja!" ucap sindir Siska.
"Sayang, kamu kenal?" tanya heran Paul.
"Si pengemis yang terkenal di sekolah kita dan mencoba untuk menembak ku padahal aku kan ada kamu, pangeran ku!" sinis Sandra yang diakhiri dengan mencium Paul didepan Tomo.
Mendengar itu, Tomo teringat akan kejadian beberapa waktu yang lalu yang mana teman sekelas nya akan memberikan sejumlah uang dengan syarat menyatakan cinta terhadap kakak kelas. Tomo pun melakukan nya demi uang dan kejadian itu sebelum Tomo bekerja untuk Arya.
Memahami itu, Tomo sama sekali tidak mempedulikan nya dan tetap bersikap tenang.
Akan tetapi, tidak dengan Paul. Dia yang mendengar itu sontak melepaskan ciuman Sandra dan menarik Tomo hingga badannya yang kurus mampu Paul tarik hingga sampai jatuh dilantai.
"Beraninya loe suka sama cewek gue!" ucap Paul yang langsung melesatkan pukulan kepada Tomo.
Buk! Buk!
Pukulan terus dilesatkan hingga wajah Tomo berlumuran darah.
Paul yang tidak puas disitu, dia menyeret Tomo sampai keluar dan melemparnya dibasahnya lantai.
"Come on. Loe kan laki! berdiri Njing!" seru Paul.
Tomo pun mengumpulkan tenaganya untuk berdiri dengan wajahnya yang sudah babak belur.
Melihat itu keadaan Tomo membuat Sandra dan Paul tertawa. Lalu, Paul melanjutkan serangan dengan pukulan yang kencang kepada Tomo.
Bukkk!
Pukulan yang telak mengenai Tomo hingga terlempar dan giginya terlepas.
Karena rasa sakit yang amat. Tomo tidak sanggup berdiri lagi dan Paul melihat itu. Lalu, Paul menghampiri Tomo yang sudah terkapar di tanah. Dia meludahinya.
"Dasar pengemis! itu akibatnya berani ganggu pacar gue!" makian Paul.
Sesudah itu Paul dan Sandra pergi meninggalkan Tomo diluar.
Tomo hanya bisa meratapi kemalangan. Lalu, dia mengumpulkan tenaga untuk memasang posisinya menghadap langit malam.
"Kenapa semua ini terjadi kepadaku? Ibu,
Aku merindukanmu" teriak batin Tomo yang melihat langit dan menitihkan air matanya.
Ditengah meratapi nasib nya, tiba-tiba ada seseorang yang memayungi nya.
"Tomo, apa yang terjadi kepadamu?" suara pria menyapanya.
Mendengar suara yang familiar, Tomo sontak menoleh keatas yang mana dia melihat Arya yang sedang memayungi nya.
"Oh, Arya. Maaf, cafe jadi berantakan dan ada seseorang yang membuat kerusuhan," jawab Tomo dengan senyuman kecil meski bibir nya berdarah.
"Itu tidak penting. Sekarang, bangunlah! Dan, kita obati lukamu!" seru Arya seraya memberikan tangan nya.
Lalu, Tomo pun menerima tangan Arya dan bangkit berdiri. Setelah itu, Arya memberikan pertolongan pertama kepada nya. Sambil itu, Tomo menceritakan kronologis cerita nya.
Mendengar itu, Arya sedikit kesal dan marah namun, dia tidak boleh marah atau pun dengki karena itu pantangan dari sistem milik nya maka dari itu, Arya menawarkan sesuatu kepada Tomo.
"Tomo, apakah kamu ingin membalas perbuatan mereka?"
"Arya, apa maksudmu?"
"Aku akan membantumu untuk lebih kuat!" ucap Arya.
"Eh?" gumam heran Tomo.
Arya yang mendengar gumam heran Tomo, dia hanya tersenyum kecil
...# System Of Romance #...