
...Romance 138. Petapa Agung, Vincent - Part 2....
Suatu pertemuan yang tidak disangka-sangka pun terjadi yang mana Arya dipertemukan kembali dengan sang kakek yang memberikan cincin System Of Romance.
Selain itu, sang kakek memperkenalkan diri nya sebagai Petapa Agung dari dunia lain dan menjelaskan bahwa cincin yang dikenakan Arya adalah Artefak dunia lain.
"Iya, Petapa Agung atau penyihir dunia lain dan bukan penyihir tipu daya seperti di dunia kalian. Aku Penyihir sungguhan dari dunia lain yang bertugas untuk menjaga gerbang dimensi antara bumi dan dunia lain juga cincin yang kamu kenakan itu, Arya. itu Artefak dari dunia lain."
Mendengar itu, Elsa sontak menoleh kearah Arya dan melihat cincin nya. "Apa maksudnya, Arya?"
Arya pun berpikir untuk membuat alasan dan terpikir lah sesuatu. "Aku bisa sedikit sihir salah satunya Alkimia."
Lalu, Arya pun mengepal keras tangan nya dan mengunakan sihir Alkimia nya yang mana sesaat kemudian Arya membuka tangan nya dan di telapak tangan nya sudah ada bongkahan emas kecil.
Elsa yang melihat itu, dia pun sedikit terkejut. "Wow ... Arya, kamu luar biasa! Aku baru tahu kalau kamu bisa sihir."
"Tapi, aku harap Kamu bisa merahasiakan hal ini!" seru Arya.
"Iya, aku mengerti," jawab Elsa.
Lalu, Arya pun melihat Kakek Vincent yang tersenyum kecil.
"Arya, sebelum nya aku ucapkan terimakasih karena kamu telah membangun kembali Pulau Sumeru dan melindungi nya."
"Sudah seharusnya aku melindungi tempat tanah lahir dari kakek ku. Meski, aku lahir di kota yang berbeda tapi, kakek ku lahir dan hidup disini. Jadi, sudah seharusnya aku membangun dan melindungi nya," jawab santai Arya.
Mendengar itu, Elsa sontak tersenyum bangga dan memegang tangan Arya serta memberikan senyuman. Arya yang menyadari itu, dia pun menoleh ke arah Elsa dan memberikan senyuman juga.
Melihat itu, Kakek Vincent batuk sengaja dan membuat sikap Arya dan Elsa kembali sopan.
"Jadi, Arya. Sudah ada berapa pacar mu?"
Mendengar itu, Arya pun sontak menundukkan kepalanya dan menjawab pelan, "Dua."
"Dua? Kamu memang pria yang polos. Lalu, apakah kamu sudah coba dengan poin terbesar?" sambung tanya Kakek Vincent.
Arya yang masih menunduk kepala, dia pun menggelengkan nya.
Melihat itu, Kakek Vincent pun tertawa senang. "Hahaha ... pemuda yang polos dan sungguh baik. Seperti nya aku tidak salah memilih pria."
Elsa lagi-lagi dibuat bingung dengan percakapan Arya dan Kakek Vincent. "Kalian bicara apa?"
Saat Elsa bertanya seperti itu, Arya sontak menjawab nya dengan kebohongan. "Tidak perlu di pikir kan. Kakek Vincent hanya menanyakan tentang perawatan cincin ini." Arya menoleh kearah Kakek Vincent, "Bukan kah begitu kakek!"
"Oh, iya. Seperti itu," jawab santai kakek Vincent.
"Aku pikir apa?" sambung Elsa.
Mendengar itu, Arya pun menghela nafas lega. Sedangkan, kakek Vincent tersenyum lebar.
"Arya, ada satu hal yang ingin ku pertanyakan?" ucap Kakek Vincent.
"Iya, kakek. Tanyakan saja!" jawab Arya.
"Arya, kamu sudah menemukan berapa Artefak dari para Dewi Tanah Suci?"
Saat kakek Vincent mempertanyakan itu, Arya pun mengingatkan beberapa benda yaitu focus, Black Gold Card Supranatural Bank dan Dungeon portabel.
"Jika begitu, berikan kedua artefak itu termasuk cincin milik mu! Aku akan mengupgrade nya!" seru Kakek Vincent.
"Baik."
Lalu, Arya pun mengeluarkan kedua artefak itu yang mana disimpan pada Infinite Storage milik nya. Setelah itu, Arya melepaskan cincin nya dan memberikan nya kepada Kakek Vincent.
"Oke, baiklah. Aku akan memeriksa nya," ucap kakek Vincent seraya menerima ketiga Artefak.
Setelah menerima itu, Kakek Vincent pun memeriksa nya yang mana dia cukup terkejut lantaran poin yang didapatkan masih lah banyak dan hanya digunakan untuk beberapa fitur nya saja.
Selain itu, Kakek Vincent juga dikejutkan dengan fitur 7 kebajikan telah diaktifkan.
Hal itu membuat Kakek Vincent tersenyum bangga.
"Arya, kamu memang luar biasa. Aku pikir dunia ini atau pun dunia lain tidak ada seorang pemuda yang memiliki sikap dan sifat tujuh kebajikan secara bersamaan."
"Kakek terlalu memuji. Aku hanya mengikuti pelajaran dan bimbingan dari kedua orang tua dan kakek nenek ku," jawab merendah Arya.
"Hahaha ... Baiklah, aku akan membuat kan artefak terbaik untuk mu!"
Sesaat mengatakan itu, Kakek Vincent melayang kan cincin diantara kedua tangan nya.
Lalu, sesaat kemudian. Cincin itu pun bersinar dan kedua artefak menyatu pada cincin itu dan berubah warna yang mana sebelumnya berwarna merah kini menjadi biru.
Arya dan Elsa yang melihat proses itu hanya terdiam dan melihat dengan seksama sampai proses selesai.
Seusai itu, cincin henti bersinar dan melayang secara teratur. Lalu, Kakek Vincent mengambil cincin dan memberikan nya kepada Arya.
"Silahkan, Arya!"
"Iya," jawab Arya seraya menerima cincin tersebut. Lalu, mengenakan nya.
Sesaat kemudian, Shion pun menyapa Arya.
Kling!
[Master, selamat anda telah meningkat System Of Romance menjadi Supreme System Of Romance.]
Mendengar itu, Arya sontak bergumam. "Supreme System Of Romance?"
Mendengar itu, Kakek Vincent sontak mempertegas nya.
"Benar, Supreme System Of Romance. Dengan ini kami tidak akan bisa mengelak dari peraturan romansa dan percintaan. Auuu!" seru senang Kakek Vincent.
"Ehh?!" teriak kecil Arya.
Melihat ekspresi Arya, membuat Elsa lagi-lagi bingung sedangkan, Kakek Vincent tertawa kecil.
"Hahaha..."
...# System Of Romance #...