System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 113


...Romance 113....


Setelah mendapat konfirmasi bahwa kasus tabrak lari telah terselesaikan meski ada keganjalan didalamnya. Meski begitu, Arya berpikir untuk bijak dan memilah prioritas utama yang mana prioritas utama mengadakan acara pemakaman di Pulau Sumeru.


Yang mana, Arya mengunakan pesawat helikopter milik Pulau Sumeru sendiri yang tentu saja di beli oleh Arya untuk pengiriman kargo dan sebagainya.


Sebuah Helikopter panjang berwarna hitam yang tentu saja sudah mendapatkan izin dari pemerintah dengan pilot Bob yang mana Bob merupakan mantan tentara khusus Amerika.



Setelah jenasah ayah Tomo tiba, Arya pun mengadakan acara pemakaman nya. Sedangkan, Santi di larikan ke klinik milik Jin Woo yang tentu saja klinik itu sudah di perbarui dengan peralatan seperti layaknya rumah sakit.


Acara pemakaman itu pun berlangsung dengan lancar disertai dengan suasana haru dan tangisan.


Sosok Jeremy merupakan sosok yang royal dan baik kepada semasa meski dia sudah bekerja sebagai pemulung dan rongsok. Namun, kebaikan nya membuat banyak tetangga yang merasa iba dan sering memberikan bantuan kepada nya.


Di makam, saat semua pengunjung sudah pulang. Tomo menghampiri Arya.


"Arya, aku ingin meminta sesuatu!"


Arya yang sedang menghadap makam, dia pun memasukan kedua tangan nya ke dalam saku celana nya dan menjawab dengan tatapan tetap pada makam.


"Meminta apa?" tanya Arya.


"Saya ingin menyelediki nya sendiri," jawab Tomo.


Lalu, Arya pun menoleh kearah Tomo dan memberikan senyuman serta memegang bahu kanan Tomo.


"Lakukanlah. Tapi, Jangan kamu sendiri! Minta bantuan Yua untuk menyelidiki nya dan berhati-hatilah!"


"Baik, Arya. Saya mengerti, Terimakasih," jawab Tomo dengan menundukkan kepalanya.


Setelah itu, Arya mengirimkan nya uang operasional untuk Tomo.


Dan, Tomo pun pergi ke Labuan bajo.


Tomo yang berpikir seperti itu lantaran dia curiga adanya kecurangan dan kambing hitam dalam kecelakaan yang menimpa nya.


Bagaimana bisa seorang supir truk memberikan uang kompensasi segitu besar.


Tomo dan Arya menganalisa bahwa ada seseorang yang sengaja memasukan supir truk itu sebagai tameng untuk pelaku sebenarnya.


Tengah malam pun tiba, Tomo yang mengenakan pakaian serba hitam kembali ke kantor polisi tapi kali ini Tomo tidak masuk melalui pintu depan melainkan dia masuk lewat belakang kantor polisi.


Lalu, Tomo pun mendekati tembok. Sebelum melompat Tomo mengambil nafas panjang dan ada rasa ketegangan didalam dirinya.


Lalu, Tomo pun melompati tembok dan awalnya tidak berhasil hingga membuat nya terjatuh.


Buk!


"Aduduhh ... Pinggang ku."


Setelah itu, Tomo bergegas bangun. Dirinya juga menyadari bahwa kemampuan fisik nya masih jauh lemah untuk bisa menyusup ke kantor polisi.


"Seperti yang kuduga," gumam Tomo.


Lalu, Tomo mengambil gambar mobil itu dan mengirim kan nya kepada Yua.


Sesudah itu Tomo menyusup kedalam kantor polisi melalui jendela yang terbuka. Lalu, setibanya didalam Tomo menyusup yang mana dia melangkah dengan hati-hati untuk menghindari polisi.


Meski ada kamera CCTV disana, Yua telah berhasil meretasnya dan menghilangkan gambar Tomo pada kamera tersebut.


Tomo pun terus melangkah sampai pada ke ruangan kepala polisi yang dimana ada komputer disana. Tomo pun menghidupkan nya dan melakukan ketikan kecil yang mana dia menghubungkan dengan ponselnya.


Setelah nya, Tomo mengetik chat ke Yua;


Ponsel sudah terhubung.


Sesaat kemudian, Yua yang ada di kamarnya. Dia mengendalikan komputer itu dari jarak jauh.


Hingga dia menemukan data file yang dari pelaku tabrak lari dan data itu juga Tomo menemukan fakta bahwa Istri dari supir truk itu bekerja sebagai pembantu di rumah gubernur NTT, Felix Han.


"Gubernur NTT? Mungkinkah ..." gumam Tomo.


Melihat data yang sebegitu penting, Yua pun menyalinnya dari jarak jauh.


Beberapa saat kemudian, Tomo mendengar langkah kaki dibalik pintu. Dia pun sedikit panik dikarenakan data tinggal 2 persen.


Langkah dibalik pintu pun semakin dekat dan saat itu juga, Tomo melihat data kopinya sudah 100 persen maka, dia pun bergegas mencabut kabel ponselnya dan keluar ruangan melalui jendela.


Tidak lama kemudian, polisi memasuki ruangan dan dirinya terkejut melihat jendela yang masih belum ditutup.


"Kenapa Ruang kepala belum tertutup jendela nya? ... Ah, mungkin saja angin."


Polisi itu pun masuk dan menutup jendela lalu, dia juga melihat komputer yang masih menyala. "Ahuffu ... dasar pak kepala, komputer saja belum dimatikan."


Dengan berpikiran positif, polisi itu mematikan komputernya dan setelah itu, polisi mengunci ulang ruangan kepala polisi dengan polosnya, dia meninggalkan ruangan tanpa ada kecurigaan apapun.


Sedangkan, Tomo berjalan santai meninggalkan kantor polisi melalui gerbang belakang.


"Saya sudah keluar dan segera kembali!" ucap Tomo yang sedang menelepon.


"Kerja bagus! Tetap berhati-hati!" jawab Yua dari balik telepon.


"Baik, Yua!" jawab Tomo.


...# System Of Romance #...


Estimasi Bab ini ...


• Membeli Helikopter Kargo, -30 Juta USD.


• Membangun dan menambah fasilitas klinik, -3 Milliar Rupiah.


• Biaya operasional Tomo, -10 juta rupiah.