
...Romance 107. Kemarahan Haruka dan latihan bersama Chizuru....
Festival Olahraga tahunan pun dimulai kembali. Yang mana Bu Indri sebagai walikelas Arya memberitahu tahu pengumuman itu serta melakukan pemilihan baik yang mau mengajukan ataupun pengundian.
Pada saat itu, Arya mengajukan untuk bermain basket kembali seperti tahun yang lalu. Bu Indri dan para murid sekelas Arya tidak mempermasalahkan nya.
Lalu, setelah semua murid mengisi olahraga yang akan di pertandingkan ada satu olahraga yang belum terisi yaitu olahraga berjalan tiga kaki.
Olahraga berjalan tiga kaki ialah olahraga yang dilakukan oleh sepasang pemain dan satu kaki mereka diikatkan dengan pasangannya lalu, mereka harus berlomba jalan dengan cepat dan yang tercepatlah yang menjadi pemenangnya.
“Baiklah, ibu akan mengundi nya. Kalian semua bersiaplah!” seru Bu Indri.
Saat melakukan pengundian, Arya dan Chizuru lah yang terpilih yang membuat semua murid bersorak.
Arya hanya memberikan tawa kecil kepada mereka. Lalu, Chizuru menoleh kearah Arya menundukkan kepala dan tersenyum. Arya yang melihat itu, dia juga memberikan senyuman.
Bell istirahat pun berbunyi yang mana Arya sontak beranjak dari kursi lalu, menghampiri Chizuru.
“Chizuru, bagaimana kalau nanti kita latihan?”
"Iya, Ayo!” jawab Chizuru yang memberikan senyuman kecil.
Sesuai Arya bertanya itu, Haruka tanpa bicara apapun langsung meninggalkan kelas. Arya dan Chizuru memperhatikannya pun memperhatikan nya.
“Ada apa dengan nya ya?” gumam Arya.
Tidak lama, Ye Zhang datang menghampiri kami.
“Selamat kalian menjadi pasangan!” seru senang Ye Zhang.
“Apa sih?” jawab Arya sambil tertawa kecil.
Chizuru yang mendengar ucapan Ryutaro, dia tersenyum lebar.
“Oiya, ayo kita ke kantin!” seru Ye Zhang.
“Chizuru, ayo kita pergi bersama!” seru Arya kearah Chizuru.
“Maaf, aku masih harus mengerjakan tugas ini,” jawab Chizuru sambil menunjukan tulisan diatas mejanya.
“Begitu, baiklah. Kami duluan.”
Chizuru menganggukan kepala dan tersenyum. Lalu, Arya dan Ryutaro meninggalkan kelas.
Ditengah perjalanan mereka ke kantin, Arya ingin meminta pendapatkan tentang sikap aneh Chizuru dan Haruka.
“Ye Zhang, kenapa ya dengan Chizuru dan Haruka? Mereka seperti berbeda saja dan seperti menjaga jarak.”
Ye Zhang mengangkat kedua bahunya dan tersenyum lebar, “Aku juga tidak tahu mungkin, mereka shock karena kamu akan memiliki dua pacar."
Jawaban Ye Zhang itu membuat langkah Arya terhenti, “Eh?”
Ye Zhang juga menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang, “Pria yang bodoh,” Sambil mengangkat kedua bahunya meledek Arya, “Meski kamu jenius tapi soal wanita. Kamu memang bodoh.”
Arya yang mendengar itu sungguh-sungguh tidak mengerti dengan ucapan dari Ye Zhang itu, “Apa maksudnya? Aku tidak mengerti," jawab Arya seraya melanjutkan langkahnya.
“Hihihi. Bodoh!” ledek senang Ye Zhang yang berjalan disamping Arya
Arya yang masih penasaran dengan solusi untuk menghadapi mereka berdua maka dari itu, dia bertanya kepada Ye Zhang, “Lalu, apa yang harus aku lakukan?”
“Tanya sendiri saja!” ucap Ye Zhang seraya menghentikan langkah dan menunjuk kearah sesuatu.
Arya pun mengikuti tangan yang akan ditunjukan dan ternyata Ye Zhang menuju kearah Haruka yang sedang makan di kantin.
“Semangat!” seru Ye Zhang dengan kode tangan semangat.
Arya pun menarik nafas dalam-dalam untuk mempersiapkan diri mungkin saja, Haruka sedang marah kepadanya.
Lalu, Arya pun menghampiri Haruka yang sedang makan seorang diri disalah satu meja kantin.
“Hei, Gita,” sapa Arya.
“Hm,” gumam dingin Haruka
Benar yang diperkirakan Arya, dia terlihat marah kepada nya. Lalu, Arya menguatkan diri dan duduk dihadapannya.
“Haruka, ada apa? Kamu keliatannya marah?” tanya Arya.
Saat Arya mengatakan itu, Haruka menghentikan santapannya lalu, dia mengebrak meja.
Bukk!
Gebrakan itu pun membuat semua mata murid kearah Arya
“Gitu ya, kamu anggap apa aku?! Chat tidak pernah dibalas, bertemu dan jalan dengan mu saja sulit. Apakah ..." Haruka menundukkan kepalanya, "Kamu membenci ku dan tidak mau berteman dengan ku?!"
"Haruka, maaf kan. Tapi, tolong jangan marah lagi ya! Apalagi sampai menangis seperti ini," ucap Arya seraya mengusap air mata Haruka.
“Aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat!” ucap Haruka seraya menunjuk angka satu kearah Arya.
“Apa itu?”
“Sepulang sekolah antarkan ke suatu tempat!”
“Tapi, aku ada latihan olahraga kaki tiga? Setelah itu ya?”
“Baiklah, tidak masalah. Tapi, jangan lupa ya!” ucap Haruka dengan senyuman lebar. Lalu, Haruka pun meninggalkan makanannya begitu juga diri.
Setelah itu, Ye Zhang yang ada didekat Arya menertawakan kecil melihat Arya dan Haruka. Arya pun hanya menghela nafas panjang.
Sepulang sekolah, Arya dan Chizuru berganti pakaian olahraga dan melakukan latihan di lapangan.
“Kamu sudah siap latihan?”
“Iya,” jawab Chizuru dengan anggukan kepala.
Lalu, mereka pun saling berdekatan disamping.
Setelah itu, Arya mengikat kaki kanan dengan kaki kiri Chizuru sambil memberikan arahan.
“Yang terpenting itu mempertahankan irama.”
“Iya,” jawab Chizuru.
Setelah terikat, Arya mengembalikan posisi badanku dan melihat kearahnya, “Ayo kita coba!”
Kami pun melangkahkan kaki bersama ke garis start. Namun, Chizuru terlihat tidak nyaman dengan sinar matahari yang menyinari nya hingga dia terus menghalangi sinar dengan tangannya. Melihat itu, Arya terpikir sesuatu.
“Sebentar!” ucap Arya sambil membungkuk dan melepaskan tali yang sebelumnya diikat.
Setelah itu, Arya yang sebelumnya berada di sebelah kiri Chizuru berpindah tempat ke sebelah kanannya. Lalu, Arya rekatkan kembali tali di kaki kiri nya dengan kaki kanan Chizuru. Lalu, Arya pun berdiri seraya menoleh dan tersenyum kearah Chizuru.
Sinar matahari yang sebelumnya menyoroti Chizuru menjadi ke Arya dan Chizuru yang menyadari itu, dia tersenyum malu. Melihat Chizuru yang tersenyum seperti itu membuat Arya juga senang.
...# System Of Romance #...