System Of Romance

System Of Romance
Sumeru VIP | Romance 165


...Romance 165. Nenek Wu....


Ditengah Kota Metro Bima, Elsa ditemani Dian dan Sarah sedang berbelanja kebutuhan ibu hamil.


Ditengah perjalanan, Elsa dan lain melihat ada pemuda seumuran nya yang melangkah tanpa mempedulikan sekitarnya hingga pemuda menabrak nenek tua yang berpapasan jalan dengan nya. Lalu, pemuda bergegas masuk kedalam mobil mewah dan melajukan mobilnya itu.


Elsa dan lain nya yang melihat itu, mereka pun menjadi kesal.


"Oi, Kmpret! enak banget loe pergi begitu saja!" umpat Sarah.


Sedangkan, Elsa dan Dian menghampiri nenek itu dan membantu nya berdiri. "Nenek, tidak apa-apa?" ucap Elsa yang khawatir dengan nenek tersebut.


"Nenek baik-baik saja cu," ucap Nenek sambil tersenyum.


"Syukurlah nek. Nenek mau kemana? biar saya antarkan!"


"Tid-" sebelum menyelesaikan ucapannya, Nenek itu kesakitan dan memegang jantungnya dan berlahan keseimbangan goyah.


Elsa pun menjadi panik melihatnya, "Nek! Nenek!"


Elsa yang sedang panik, dia pun sontak membawa nenek itu ke rumah sakit dengan memanggil ambulans dan Elsa pun ikut ke rumah sakit.


Setibanya di sana, Nenek itu langsung dimasukkan ke ruang UGD untuk diperiksa. Elsa merasa tanggung jawab maka Elsa menunggu di depan ruang UGD ditemani oleh Sarah dan Ayu.


Beberapa saat kemudian, Dokter dan suster keluar. Elsa dan lainnya pun langsung menghampirinya.


"Bagaimana dok, keadaan nenek?"


"Pasien sudah melewati masa kritis. Dia punya penyakit jantung tapi, sekarang sudah lebih baik. Sekian." seusai mengucapkan itu, dokter pun pergi.


Sedangkan, suster menghampiri Elsa


"Nona, apakah anda keluarga atau walinya?"


"Iya, walinya. Jika, begitu silahkan ke ruang admistrasi untuk pengurusan biaya!"


"Baik."


Setelah itu, Elsa mengurusi administrasi dan dia pun terkejut melihat jumlah yang harus dibayarkan sekitar 100 juta. Sejumlah itu, Elsa tidak mempermasalahkan karena uang itu juga pemberian dari suami nya.


"Uang bisa didapatkan lagi tapi, nyawa tidak bisa kembali," batin Elsa yang memperkuat keputusan untuk membayar.


Seusai melakukan pembayaran, nenek itu pun dibawa ke ruang rawat kelas VIP. Sesaat kemudian, nenek itu tersadar dan menoleh kesamping dilihatlah seorang suster sedang merawat pasien disebelahnya.


Nenek itu pun menganalisa bahwa dirinya sedang berada dirumah sakit dan ingatan, dia mendadak jatuh di pinggir jalan.


"Suster, siapa yang membawa ku kesini?"


Suster yang sedang merawat menghentikan aktifitasnya dan teralih kepada Nenek.


"Nenek, ada sudah lebih baik?"


"Iya, tapi bagaimana aku bisa disini?"


"Oh, begitu. Terimakasih," ucap ramah Nenek.


Setelah itu, suster itu pun meninggalkan ruangan dan berpapasan dengan Elsa yang masuk keruangan. Mereka pun saling bertukar senyum.


Tidak lama, Elsa dan lainnya menghampiri nenek itu.


"Nenek, anda sudah lebih baik?"


Nenek itu pun tersenyum dan ingin bangun namun, Elsa menghentikan nya. "Nenek, istirahat saja dahulu."


"Terima kasih Cu atas semuanya."


"Sama-sama. Yang penting nenek sehat saja dahulu."


"Iya. Cu, siapa namamu?"


"Elsa."


"Dimana orangtuamu?"


"Ayah dan ibu ku tinggal di pulau Sumeru karena aku tinggal bersama suami ku."


Nenek itu tersenyum dan mengelus-elus Elsa. "Maaf, nenek bicara yang tidak-tidak."


"Tidak apa nek. Aku juga sudah terbiasa."


"Kamu wanita yang kuat."


Elsa tersenyum lebar, "Hihihi, terimakasih. Nek. Oiya, Nek. Aku ingin melanjutkan pekerjaan jadi aku tinggal ya. Nenek istirahat saja disini, Aku sudah membayar semua biaya rumah sakit."


"Terima kasih. Nak Elsa. Selamat melakukan aktifitas dan hati-hati dijalan!"


"Iya, kami pamit dulu."


Elsa pun mengencup pipi nenek itu. Hal itu merupakan kebiasaan dirinya terhadap neneknya. Setelah itu, Elsa pun pergi meninggalkan ruangan dan nenek itu tersenyum melihat kepergian Elsa dan lainnya.


Sejak saat itu, setiap hari Elsa bersama Dian dan Sarah secara bergantian mengunjungi nenek itu. Elsa yang suka bercerita membuat nenek itu tertawa senang hingga suatu hari nenek itu mengambil sebuah keputusan.


Disaat Elsa dan lainnya sudah pergi, Nenek itu melihat suster yang lain. "Sus, boleh saya pinjam ponsel sebentar?"


Suster itu pun menghampiri nenek dan meminjam kan ponselnya. Lalu, nenek itu menghubungi seseorang.


"Halo, Pengacara Rizal. Ini Saya Lee Fang Wu. Saya telah memutuskan untuk mewariskan gedung Menara Imperium kepada putri angkat ku, Elsa. Tolong urus!"


Sesudah mengatakan itu, Nenek Wu mengembalikan ponselnya dan tersenyum sendiri serta melihat keluar dari balik jendela.


Adapun Arya pernah menjenguk nya bersama Istrinya Elsa dan menawarkan pengobatan Akupuntur Alkimia namun, Nenek Wu menolaknya.


Dan, itulah juga alasan Nenek Wu mewariskan kekayaan nya kepada Elsa.


...# System Of Romance #...