
...Romance 71. Kemampuan Viki dan pergi mencari Ronald....
Era yang saat ini dijalani oleh Arya merupakan era teknologi yang mana setiap orang pasti tidak lepas dari ponsel, CCTV, lapto dan lainnya.
Lebih dari itu, Arya juga pernah menonton film tentang seorang hacker yang mampu meretas semua kamera.
Maka dari itu, Arya pun ingin mencoba nya dan saat ini, dia sudah berada di depan laptop nya.
"Viki, retas seluruh kamera baik ponsel, CCTV dan laptop untuk mencari keberadaan Pak Ronald!"
Tanpa ada jawaban, tap command prompt langsung terbuka yang berisikan kode lalu, terbuka lagi puluhan tab yang berisikan tangkapan kamera dari ponsel, CCTV dan laptop.
Pertama, Arya memeriksa seluruh kamera di desa Sumeru dan hasil nya nihil. Lalu, ke kota Kupang, Pulau komodo dan pada akhirnya, Arya menemukan Pak Ronald di pulau Sumba.
Beruntung ada beberapa turis disana hingga gambaran kamera Pak Ronald tertangkap dan proses itu membutuhkan waktu dua jam.
"Akhirnya, ketemu juga! Ahufuu ..." gumam Arya yang diakhiri dengan menghela nafas panjang.
Memahami kinerja laptop nya yang lambat, Arya pun terpikir sesuatu. "Seperti nya, aku harus menganti laptop."
Dan, keesokan harinya. Arya pun sudah masuk sekolah kembali dan sebelum pelajaran dimulai, Arya menghampiri Chizuru yang sudah duduk di kursi kelas dan sedang mempersiapkan buku-buku serta alat tulis nya.
"Chizuru, bisa bicara sebentar?" tanya Arya.
Chizuru pun melihat Arya. Lalu, menjawab nya dengan anggukan kepala.
Dan, Chizuru beranjak dari kursi dan pergi bersama Arya keluar kelas.
"Chizuru, aku menemukan lokasi ayahmu," ucap Arya.
Mendengar itu, Chizuru sontak memperlebar kedua matanya dan terkejut senang. "Benarkah? Dimana ayah sekarang?"
"Pulau Sumba."
"Apa? Kenapa bisa ke tempat yang begitu jauh?" kaget heran Chizuru.
"Entahlah, aku juga tidak tahu."
Lalu, Chizuru pun terpikir sesuatu. "Mungkinkah, ayah pergi ke tempat pacuan kuda?!"
Arya pun tersenyum mendengar nya lantaran Chizuru memang cerdas bisa menduga nya. Memang gambaran yang dilihat Arya, Pak Ronald sedang berada disana.
Pacuan kuda itu merupakan wisata populer di pulau Sumba, New Indonesia.
Berpikir hal itu, Chizuru sontak memegang tangan Arya dan berbicara pelan. "Arya, besok bisakah kita bolos dan pergi kesana? Sebelum Ayah pergi ketempat yang berbeda lagi!"
Arya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya, tidak masalah. Ayo kita kesana bersama-sama."
Dan, keesokan harinya Arya bersama Chizuru bolos sekolah dan pergi ke pulau Sumba.
Butuh waktu 3 jam untuk tiba disana sampai Arya dan Chizuru tiba di desa Sumba yang mana tengah desa itu terdapat pacuan kuda yang berdiri cukup megah.
Didepan stadion panc, Arya sempat terheran-heran.
"Aku tidak menyangka ada tempat pacuan kuda disini," ucap Arya seraya melihat sekeliling.
"Iya, pacuan kuda ini didirikan untuk merawat dan melestarikan kuda yang ada di pulau ini. Tidak hanya pacuan kuda, rata-rata penduduk disini memiliki peternakan kuda sendiri," jawab Chizuru.
Beberapa saat kemudian, mereka pun masuk ke dalam stadion pacuan kuda. Namun, setibanya didalam. Arya dan Chizuru dihadang oleh petugas keamanan.
"Adik-adik, tunggu!" seru petugas keamanan.
Mendengar itu, Arya dan Chizuru menghentikan langkahnya. Lalu, berbalik badan menghadap petugas keamanan.
"Iya, pak. Ada apa?" tanya Arya.
"Tunjukkan KTP kalian!" seru petugas keamanan.
"Iya," jawab Arya.
Meski, Arya dan Chizuru sudah berumur 17 tahun namun, petugas keamanan belum mengizinkan nya.
"Apa kalian tidak tahu? Anak dibawah umur tidak boleh ke sini?!" ucap petugas keamanan.
"Tapi, pak. Kami ingin mencari ayah ku. Dia ada disini!" ucap ngelak Chizuru.
"Tidak ada alasan. Kalian pergi dari sini! Saat kalian sudah berumur 21 tahun, kalian boleh kembali masuk ke sini!" jawab petugas keamanan.
Chizuru yang memahami itu, dia sontak berlari kedalam.
"Hei, Berhenti!" seru petugas keamanan yang sontak berlari mengejar Chizuru.
Melihat situasi itu, Arya juga ikut berlari mengejar Chizuru.
Chizuru pun berlari seraya melihat sekeliling nya untuk mencari ayah nya hingga beberapa petugas keamanan lainnya ikut bergerak. Tentu hal itu membuat kehebohan stadion.
Sampai Chizuru tertangkap dan disisi sudut stadion, Ronald menoleh ke belakang yang mana dia melihat Chizuru.
"Chizuru?! Kenapa dia bisa tahu aku ada disini?" gumam Ronald. Lalu, dia melihat kesamping Chizuru yang mana disana ada Arya. "Mungkinkah, Arya yang membawa nya kesini?!"
Sesaat Chizuru di tangkap, Arya pun disuruh ikut juga ke kantor keamanan dan mereka jalan bersama.
"Lepaskan Aku! Ayah!" teriak Chizuru di stadion.
Ronald yang mendengar itu, dia memalingkan wajahnya.
Sedangkan, Arya hanya diam seraya memperhatikan sekitar.
Tidak lama, ada seorang pria yang mengenakan jaket datang menghampiri dan menghadang langkah petugas keamanan.
"Lepaskan! Mereka tamu ku!" seru pria berjaket.
Sesaat pria berjaket mengatakan itu, para petugas keamanan melepaskan Arya dan Chizuru.
"Jadi, begitu. Mereka adalah tamu Pak Ushijima." Lalu, petugas keamanan melihat kearah Chizuru. "Saya harap kalian jangan membuat onar!"
"Dih ... siapa yang mau berbuat onar?!" jawab ketus Chizuru.
Setelah itu, para petugas keamanan meninggalkan Arya dan Chizuru. Lalu, Arya memulai pembicaraan kepada pria berjaket.
"Terimakasih, pak! Tapi, maaf. Siapa anda?"
Pria berjaket itu pun memberikan kartu nama seraya memperkenalkan dirinya.
"Salam kenal! Aku Ushijima, pemimpin dari Kreditku Finance."
Saat Ushijima memperkenalkan diri, Chizuru pun terkejut mendengar nya. "Kreditku Finance? Jadi, kamu pemimpin preman yang mendatangi rumah ku?"
"Iya, betul dan terimakasih kepada Nona yang sudah membayar semua tagihan hutang bahkan memberikan komisi untuk anak buah ku," ucap Ushijima seraya menundukkan kepalanya.
"Jujur sebenarnya bukan aku yang membayar nya tapi dia ..." Chizuru memperkenalkan Arya. "Arya."
Ushijima yang mendengar itu, dia sontak mengembalikan pandangan. Lalu, melihat kearah Arya.
"Jadi, kamu Arya. Terimakasih!" ucap Ushijima.
"Sama-sama dan tidak perlu dipikirkan," jawab Arya.
Lalu, Ushijima dan Arya pun saling bertukar pandang dingin.
...# System Of Romance #...
Ushijima ( Takayuki Yamada )