System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance| Romance 60.


...Romance 60. Perizinan praktek dan Permintaan dari Orangtua....


Arya saat ini sedang berada di Cafe Sunrise yang mana dia sedang berbincang dengan Jin Woo.


"Arya, aku ingin meminta tolong!" ucap serius Jin Woo.


"Meminta tolong apa?" tanya Arya.


"Tolong sembuh Ken dengan Akupuntur Alkimia!" seru Jin Woo.


"Eh? Tapi, aku tidak bisa sembarang mengunakan pengobatan itu."


"Aku tahu. Namun, keadaan Ken sudah semakin kritis. Jika tidak menemukan tulang sumsum belakang yang cocok maka umur Ken di perkirakan hanya mencapai bulan ini saja dan saya ..." Jin Woo mengepal tangan tangan nya dengan kuat, "Sebagai dokter sudah berputus asa menghadapi ini."


Melihat tekad Jin Woo yang ingin menyembuhkan Ken, Arya pun memutuskan untuk membantu nya.


"Baiklah, aku akan coba tapi, kita harus mendapatkan izin dari orangtuanya Ken!"


"Terimakasih, Arya. Nanti aku akan membicarakan nya dengan kedua orangtuanya Ken," jawab Jin Woo.


Setelah membuat kesepakatan itu, Arya dan Jin Woo menemui Ken. Lalu, menjelaskan tentang kemampuan Arya.


Dan, saat mendengar itu. Ken sontak senang.


"Benarkah, kak Arya bisa menyembuhkan ku!" seru senang seraya melihat Arya.


Arya pun tersenyum kecil, "Iya, kakak. Memiliki kemampuan sihir untuk menyembuhkan mu!" ucap Arya.


"Sihir?! Wow, keren! Baiklah, penyihir Kak Arya. Aku utus kamu untuk menyembuhkan ku!" seru Ken dengan menunjukkan jari nya kearah Arya.


Arya pun berlutut satu kaki, "Baik, yang mulia!" jawab Ken.


Melihat itu Jin Woo dan Megumi tersenyum senang termasuk Ken yang juga tersenyum bangga.


Setelah mendapat persetujuan Ken, Arya dan Jin Woo pergi menemui Bayu dan Thomas.


Bayu yang mendengar penjelasan Jin Woo, dia pun mengizinkan nya begitu juga Thomas.


"Begitu kah, aku mengerti situasinya," ucap pak Thomas seraya melipatkan tangan nya. Lalu, dia pun melihat kearah Arya, "Tapi, Arya. Apakah kamu bisa menyembuhkan nya?"


"Aku akan berusaha sebaik mungkin," jawab Arya.


"Baiklah, meski begitu. Pengobatan ini masih harus dirahasiakan dan sesaat kedua orangtuanya Ken datang segeralah bawa mereka ke sini!" ucap Thomas.


"Baik, Pak Thomas," jawab serempak Jin Woo dan Arya.


"Oiya, ada satu hal lagi yang ingin aku bicarakan kepadamu Arya," ucap Pak Thomas.


Memahami itu, Jin Woo pun undur diri. "Maaf, saya permisi dahulu karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikan."


"Oh, Iya. Terimakasih atas kerjasama pak Jin Woo," ucap Thomas.


"Arya, saya pamit dulu. Nanti, saya akan kabari kamu lagi," ucap Jin Woo seraya beranjak diri dan akan melangkah.


"Iya, Dokter. Aku mengerti!" jawab Arya.


Setelah itu, Jin Woo pergi meninggalkan ruangan sedangkan Arya masih berbincang dengan Pak Thomas.


"Bukan. Tapi ... Aku ingin bertanya kepada mu!"


"Iya, silahkan, pak Thomas!" jawab Arya.


"Aku ingin kamu bertunangan dengan putri ku, Elsa. Apakah kamu bersedia?" tanya Thomas dengan tatapan serius.


Mendengar itu, Arya sontak terkejut. "Apa? Bertunangan?!"


Di ruangan yang lain, Elsa yang mendengarkan ucapan Ayah nya. Dia sontak masuk kedalam ruangan.


"Ayah, apa maksud ayah dengan bertunangan?!"


Thomas pun tersenyum melihat kompak nya Arya dan Elsa. Lalu, dia melihat kearah Elsa. "Elsa, apakah kamu berbohong kepada ayah dan ibu kalau kamu mencintai Arya?"


"Aku tidak berbohong. Aku memang mencintai Arya namun, untuk lebih dari itu aku belum siap!" jawab Elsa. Lalu, Elsa melihat kearah Arya untuk membantu nya berbicara dan Arya pun mengerti.


"Iya, pak Thomas. Aku masih 17 tahun belum terpikir untuk bertunangan," sambung Arya.


Elsa yang mendengar jawaban Arya, dia pun mengangguk kepalanya.


Mendengar itu, Thomas menggelengkan kepalanya. "Kalian ini memang!"


Tidak lama kemudian, Bu Rose datang kedalam ruangan.


"Ada apa sih ini?" tanya Bu Rose.


Elsa yang melihat ibu nya, dia sontak memegang tangan ibu nya itu dengan merengek. "Ibu, cepat bantu kami! Masa ayah meminta aku dan Arya bertunangan! Kan, kami masih muda."


Melihat itu, Rose pun saling bertukar senyum dengan Thomas. Lalu, melihat kearah Arya yang mana dia memberikan senyuman lebar.


Arya yang di lihat oleh Bu Rose, dia sontak menundukkan kepalanya. Setelah itu, pandangan Bu Rose kembali kearah Elsa.


"Elsa, kamu kan sudah 21 tahun jadi, kami memutuskan untuk memilih pasangan yang berbaik untuk mu. Memang, apakah kamu pernah melihat ada yang sebaik Arya?"


Elsa menjawab nya hanya dengan gelengan kepala.


"Iya kan. Maka nya itu, ayah dan Ibu untuk meminta Arya bertunangan dengan mu ya tidak harus buru-buru. Kalian bisa berpacaran dahulu sampai akhirnya kalian memutuskan apakah ingin melanjutkan? Atau berpisah," ucap Bu Rose.


"Tapi ..." gumam Elsa.


"Arya, kami juga tidak ingin memaksa mu untuk menikahi putri ku maka dari itu, aku izin kalian untuk berpacaran selama 3 tahun," ucap Thomas.


"Maaf, Arya. Kami bersikap egois. Elsa adalah putri kami satu-satunya maka dari itu, kami harus memilih pasangan yang terbaik untuk nya," sambung Bu Rose seraya mengelus-elus Elsa yang memeluk ibu nya dari samping.


"Baiklah, aku mengerti. Aku akan bertunangan dengan Elsa," jawab Arya.


"Terimakasih, Arya," jawab Thomas.


"Terimakasih," sambung Rose.


Elsa yang mendengar itu, dia mengembalikan badan nya dan memberikan senyuman kepada Arya.


Arya yang melihat itu, dia pun memberikan senyuman.


...# System Of Romance #...