System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 93.


...Romance 93. Menjalankan misi FATE....


Demi untuk mendapatkan wilayah dan hak Administrator, Arya pun terus menjalankan misi FATE dalam game MAO.


Dalam game itu, Arya sama sekali tidak tertarik untuk berada di papan ketenaran lantaran tujuan nya hanya satu bermain game itu ialah menyelamatkan Adira.


Lalu, setibanya di kota awal. Arya pergi menjalankan misi FATE untuk menemui Pedagang Haro.


Di dunia game, jam tiga pagi seperti ini masihlah siang. Maka dari itu, Arya yakin Pedagang Haro masih melakukan aktifitas nya.


Setelah berjalan beberapa lama, Arya pun tiba di toko yang bertuliskan Toko Senjata Haro.


"Aku yakin, dia tinggal disini!"


Tanpa membuang waktu lagi, Arya pun masuk kedalam pertokoan.


"Selamat data-!"


Saat melihat Arya, Pedagang Haro sontak menghentikan ucapannya dan menghampiri nya. Lalu, dia memegang kedua bahu Arya dengan tatapan bangga.


"Arc, kamu sudah besar dan utusan ayahmu sudah menceritakan semua. Pasti kamu menjalani perjalanan yang panjang," ucap Haro.


Mendengar itu, Arya hanya tersenyum dan menjawab singkat. "Iya."


Lalu, Haro melepaskan kedua tangan nya.


"Arc -sama! Sekarang, lebih baik kamu beristirahat di dahulu diatas." Lalu, Haro memanggil karyawati nya. "Micha, kesini!"


Beberapa saat kemudian, Npc Wanita yang memiliki badan yang tinggi dan berkuncir ponitail datang.


"Iya, Tuan," sapa Micha.


Setelah itu, Haro memperkenalkan ku.


"Micha, dia Tuan muda dari kota Himetsu. Arc Himetsu. Mulai hari ini, dia akan tinggal diatas! Tolong layani semua kebutuhan nya!"


"Baik, Tuan Haro!" Lalu, Micha menghadap ku dan membungkukkan badannya, "Mohon bimbingannya, Arc -sama!" ucap


"Iya, sama-sama."


Dan, sejak itu. Arc tinggal lantai dua toko senjata Haro yang mana semua fasilitas sudah tersedia termasuk kamar mandi.


Dengan itu, Arya tidak perlu khawatir untuk mencari penginapan untuk penyimpanan data.


Setelah itu, Arya pun memainkan game MAO terfokus dalam menjalankan misi FATE.


Yang mana beberapa senjata dan sihir nya sudah jauh meningkat lebih dari itu, Arya sudah memahami seutuhnya permainan MAO.


Seusai menjalani beberapa misi FATE, tiba-tiba Haro dan Micha menghampiri ku dengan wajah yang gelisah.


"Tuan Muda, ayah anda. Daimyo Himetsu keracunan dan salah satu utusan dari Himetsu dengan kuda tercepat datang ke sini," ucap Haro.


"Tuan Muda, tolong pulang lah dan selamat kan, Tuan besar Himetsu!" sambung Micha dengan wajah cemas.


Seusai Micha mengatakan itu, pemberitahuan pun datang.


Ding!


[Misi FATE: Mencari penawar racun pemimpin Himetsu! Dan, menyembuhkan nya!]


Saat melihat itu, Arya pun menerima misi tersebut.


"Baiklah, aku akan pulang. Kalian tidak perlu cemas! Aku pasti akan menyelamatkan ayah!"


"Tuan Muda, berhati-hati lah!" ucap Haro.


Arya hanya memberikan Anggukan kepala untuk menjawabnya. Setelah itu, dia meninggalkan toko Haro dan pergi ke gang. Lalu, merapalkan skill.


"Gate. Himetsu!"


Sesaat kemudian, lingkaran sihir terbentuk dan Arya pun masuk kedalam nya. Lalu, tiba di kota Himetsu dalam sekejap.


Sebenarnya, Arya bisa mengunakan Monumen Teleportasi untuk pergi ke Himetsu. Namun, dia malas mengantri nya dan menurutnya itu tidak keren.


Setibanya di Himetsu, Arya sontak berlari ke Istana dan para penjaga membiarkan nya masuk serta memberikan hormat kepada Arya dengan menundukkan kepalanya.


Lalu, Arya pun langsung pergi ke kamar utama yang mana disana lokasi Aoki Himetsu sedang berbaring. Setibanya disana, aku melihat Lin sedang duduk diatas dua kaki. Sedangkan, Aoki sedang berbaring kesakitan di futon besar atau kasur lesehan bergaya tradisional Jepang.


Selain itu, ada salah satu jenderal yang menemani dan aku mengenalnya didalam profil milik Kazuya yang bertuliskan bahwa Daimyo Himetsu selalu didampingi oleh Jenderal nya, Nagamasa Kuroda.



Dan, disampingnya adik dari Nagamasa yang merupakan penyihir kelas atas, Kanbei Kuroda.



Setibanya disana, Kuroda bersaudara sontak memberikan salam.


"Tuan muda," sapa serentak mereka berdua.


"Abaikan itu dan Nanti saja penjelasan nya!" seru Arya seraya melangkah menghampiri Aoki yang sedang berbaring dengan wajah yang pucat dan geram kesakitan.


Lalu, Lin melihat Arya dengan ekspresi yang berkaca-kaca dan air mata sudah membasahi pipinya.


"Arc," ucap pelan Lin seraya menitihkan air mata nya.


Melihat tangisan itu, Arya sontak memegang tangan Lin.


"Ibu, tidak perlu cemas. Aku akan menyembuhkan ayah!" ucap Arya seraya tersenyum kepada Lin.


Saat melihat putranya tersenyum, Lin pun mengangguk kepalanya dan ikut tersenyum juga.


Setelah itu, Arya mengalihkan pandanganku ke arah Aoki dan merapalkan skill.


"Analyzer."


Sihir ini merupakan sihir informasi target dan sihir sejenis ini bermacam-macam namun hanya sihir Analyzer yang mampu melihat informasi sesuai kebutuhan.


Sesaat mengunakan sihir itu muncul layar udara yang berisikan data Aoki.


Ding!


Nama: Aoki Himetsu.


Ras: NPC - Manusia.


Jabatan: Daimyo dan pemimpin kota Himetsu.


....


Status: Terinfeksi racun kelas tinggi, Deadly Poison. Durasi sebelum kematian, 250 detik.


Ditengah, Arya menganalisa. Kanbei mengatakan sesuatu.


"Maaf, tuan Muda. Saya sudah mencoba dengan sihir penyembuhan namun, tidak berhasil," ucap Kanbei.


"Tentu saja, ayah ku menderita racun Deadly Poison."


Mendengar itu, Kanbei sontak terkejut.


"Apa?! Deadly Poison! Itu adalah racun yang tidak ada menawarnya!" ucap gelisah Kanbei.


Lin yang mendengar nya sontak menangis lagi dengan menutup wajah nya.


"Oh, sayang ku!" ucap Lin disertai dengan tangisan.


"Tenang saja, aku bisa menyembuhkan nya!"


Setelah menjelaskan itu, Arya melanjutkan rapalan sihir dengan meluruskan tangannya.


"Recovery."


Sesaat merapalkan sihir itu, geram kesakitan dari Aoki tidak terdengar lagi dan wajah yang pucat menjadi cerah kembali.


Disisi lain, Kanbei terkejut melihat aku yang menggunakan sihir tingkat Extra. "Recovery?"


Tidak lama kemudian, Aoki membuka mata dan terkejut kagum.


"Rasa sakit ku hilang semua dan segar kembali," ucap heran Aoki.


Lalu, Aoki pun sontak bangun dari rebahan dengan bugar nya dan melihat Arya serta Lin.


"Istriku, putraku! Syukurlah, aku masih bisa melihat kalian lagi," ucap Aoki.


Saat Aoki mengatakan itu, Lin sontak memeluk nya, "Suami ku!"


Arya yang melihat itu tersenyum dan juga memeluk mereka.


"Aku beruntung memiliki putra yang hebat!" ucap Aoki.


"Ini semua berkat didikan ayah!"


Ditengah itu, sebuah pemberitahuan datang.


Ding!


[Misi FATE (Change): Temukan pelaku yang menaruh racun!]


Melihat itu, Arya sontak melepaskan pelukan.


"Ayah, ini belum selesai. Kita harus mencari pelaku yang menaruh racun kepada ayah!"


"Benar, sekali! Aku juga penasaran akan hal itu."


...# System Of Romance #...