
...Romance 30. Chizuru dan pantai....
Pada Sabtu itu tidak seperti hari biasa lantaran hujan melanda desa Pulau Sumeru dari pagi hingga siang hari.
Semua warga melakukan aktifitas nya masing-masing di rumah nya termasuk Arya. Namun, ditengah ingin memasak. Arya melihat persediaan telur nya sudah tidak ada maka dari itu, dia mau tidak mau harus keluar rumah dan pergi ke peternakan ayam keluarga Chizuru.
Dengan mengunakan payung, Arya pun pergi ke sana dan setibanya ditempat itu. Arya melihat pertengkaran di luar pintu antara Ricki dengan Chizuru sampai berujung pada Chizuru yang berlari kabur menerjang hutan dengan air mata yang menetes.
Arya yang sudah memiliki perasaan dekat dengan Chizuru dan Ricki, dia pun memutuskan untuk ikut campur dan membantu menyelesaikan permasalahan mereka.
Disaat yang bersamaan pemberitahuan MOM datang.
Ding!
[Membantu penyelesaian masalah Ricki dan Chizuru. Hadiah: 25 Poin.]
Setelah pertengkaran usai, Arya pun menghampiri Ricki.
"Ricki, ada apa?"
Ricki pun menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Arya. "Chizuru itu selalu mempermasalahkan hal yang sepele. Kamu tidak perlu khawatir."
"Tapi tetap saja ... saat ini hujan lebat. Apakah kak Ricki tidak khawatir?"
Ricki pun sontak melihat ke langit. "Ah, iya. Benar juga." Lalu, Ricki kembali melihat Arya. "Tapi, biarkan saja. Salah sendiri keluar di hujan deras seperti ini. Ahufuu ...." ucap Ricki yang di akhiri dengan helaan nafas panjang.
Meski Ricki berkata seperti itu. Namun, di satu sisi. Ricki memang terlihat khawatir dan Arya pun mengambil inisiatif.
"Baiklah, kak Ricki. Aku akan mencoba menyusul Chizuru dan membujuk nya."
"Benarkah, Terimakasih, Arya." Lalu, Ricki terpikir sesuatu. "Tunggu sebentar!" seru Ricki yang langsung bergegas masuk ke rumah nya.
"Iya," jawab santai Arya.
Tidak lama setelah itu, datang Ronald yang baru saja pulang dari urusan nya.
"Pagi, Arya. Apakah kamu mau membeli telur atau ayam?" tanya Ronald.
"Awalnya aku ingin membeli telur namun, aku harus menjemput seseorang dahulu," jawab Arya.
Arya yang dihadapan Ronald tidak bisa jujur. Takut-takut, dia akan marah kepada kedua anak nya serta membuat masalah lebih ruyam.
"Menjemput seseorang ditengah hujan seperti ini?! Kamu harus bergegas! Kasihan orang yang kamu jemput itu," respon kaget Ronald seraya memberikan kode tangan untuk bergegas pergi.
"Iya, pak," jawab Arya.
Mendengar itu, Arya pun sontak pergi yang mana disaat yang bersamaan Ricki keluar dari rumah dengan membawa payung.
"Arya, ini payun-" ucap Ricki terhenti lantaran dia tidak melihat Arya yang ada hanya ayahnya. "Ayah, dimana Arya?"
"Oh, dia ayah suruh untuk bergegas untuk menjemput orang yang ingin di jemput nya. Kan kasihan jika ditunda-tunda."
Ricki yang mendengar itu, dia pun merespon datar. "Ehh?!" Lalu, Arya berbicara di batin nya. "Ini malah Arya yang kasihan."
Disaat yang bersamaan, Arya pergi ke pantai. Tujuannya itu didapatkan dari informasi Ricki yang mana setiap Chizuru sedang sedih, dia akan pergi ke pantai untuk merenung.
Dan, setibanya disana. Arya melihat Chizuru yang sedang duduk dengan kepala taruh pada kedua lututnya di tepi pantai hingga ombang kecil menerjang kaki nya dengan suara tangisan Chizuru masih terdengar.
Disaat yang bersamaan misi dari MOL datang.
Ding!
[Menghibur dan membuat Chizuru tersenyum kembali. Hadiah: 100 poin].
Melihat itu, Arya pun menghampiri nya. Lalu, memayungi nya agar Chizuru tidak kehujanan tapi, sisi lain Arya yang jadi kehujanan meski begitu, Arya tidak keberatan.
Menyadari diri nya ada yang memayungi nya, Chizuru pun mengangkat kepalanya dan menoleh ke belakang. Lalu, dia melihat sosok Arya yang sedang memayungi nya disertai senyuman kecil yang mana hal itu membuat Chizuru sedikit terkejut.
"Arya? Kamu kok disini?"
"Aku kebetulan lewat saja dan ..." Arya mengambil sapu tangan dari saku nya lalu, memberikan nya kepada Chizuru. "Chizuru, usap lah air mata mu!"
Chizuru pun tersenyum seraya menerima sapu tangan tersebut. "Terimakasih, Arya."
Setelah itu, Arya ikut duduk di samping Chizuru meski yang didudukinya tempat yang basah karena ombang yang menghampiri mereka.
Chizuru hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya. Arya yang melihat itu, dia pun mencoba pengalihan pembicaraan untuk menghiburnya.
"Indah nya! Meski saat ini hujan. Laut tetap lah indah."
Chizuru yang mendengar itu, dia mengangkat kepalanya dan melihat kedepan.
"Arya, kamu tahu. Pantai ini merupakan tempat santai kami sekeluarga di akhir pekan sebelum ibu meninggal. Namun, setelah itu. Kakak dan Ayah selalu sibuk berkerja hingga tidak pernah lagi ke pantai ini."
"Maaf," ucap Arya seraya menoleh kearah Chizuru.
"Tidak masalah lagi hal itu sudah lama berlalu," jawab Chizuru yang juga menoleh kearah Arya.
Setelah itu, mereka pun saling bertukar senyum.
"Oiya, jika kalian sering berkunjung ke pantai. Apakah kamu suka laut?"
Mendengar itu, Chizuru mengangguk kepalanya. "Ibu dan aku sangat suka laut! Kalau kamu?"
Arya pun tersenyum seraya menganggukkan kepalanya juga. "Iya, aku juga suka."
Setelah itu, Arya dan Chizuru pun berbincang-bincang di tepi pantai sampai hujan pun reda dan Arya mengantar Chizuru pulang.
Setibanya di rumah Chizuru, Ronald yang sedang berada di toko peternakan ayam terkejut lantaran melihat Arya dan Chizuru yang basah kuyup. Lalu, dia sontak menghampiri mereka.
"Kalian, kenapa hujan-hujanan?" Ronald melihat kearah Arya. "Mungkinkah, maksudmu dengan menjemput seseorang itu adalah Chizuru?!"
"Iya, pak Ronald," jawab Arya dengan anggukan kepala nya.
Sesaat kemudian, Ricki pun keluar dari kamar dan menghampiri Arya juga Chizuru.
"Chizuru, akhirnya kamu pulang! Maaf kakak karena kakak sudah teledor yang mengakibatkan ayam kesayangan mu mati," ucap Ricki.
Chizuru pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Itu bukan salah kakak. Aku juga minta maaf karena telah membuat kakak dan Ayah khawatir. Seharusnya, aku yang lebih teliti merawat dan menjaga ayam-ayam kesayangan ku."
Seusai itu, Ricki dan Chizuru saling bertukar senyum. Lalu, Arya yang melihat itu. Dia pun bernafas lega.
Sedangkan, Ronald bingung dengan sikap anak-anak. "Tunggu! Sebenarnya, apa yang terjadi kepada kalian?"
Lalu, Ricki pun menceritakan semua nya secara ringkas sampai Ronald mengerti pokok permasalahannya.
"Jadi, begitu. Ini salah kalian berdua. Chizuru, Ricki. Ingat! Sekarang, kita hanya bertiga. Kalian harus saling menjaga dan membantu. Jangan bertengkar! kalian mengerti!" seru Ronald.
"Iya, ayah!" jawab serempak Ricki dan Chizuru.
"Sekarang, Chizuru! Masuk ke dalam! Mandi dan ganti bajumu!" seru Ronald.
"Baik, ayah," jawab Chizuru. Setelah itu, Chizuru menghadap kearah Arya. "Arya, terimakasih. Aku kedalam dulu."
Arya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu, Chizuru juga tersenyum seraya melangkah ke dalam rumahnya.
Setelah melihat Chizuru masuk kedalam rumah, Ricki dan Ronald melihat kearah Arya.
"Arya, terimakasih. Kamu sudah mau menjemput Chizuru pulang ke rumah," ucap Ricki.
"Sama-sama. Aku senang membantu kak Ricki."
Lalu, Ronald pun memegang bahu kanan Arya. "Arya, bapak juga terimakasih dan sekarang, lebih baik kamu juga pulang dan berganti baju sebelum nanti kamu sakit!"
"Iya, pak. Kalau begitu aku permisi dulu!"
Dan, setelah itu. Arya pun pulang ke rumah nya serta dalam perjalanan pulang pemberitahuan sistem datang yang mana Arya mendapatkan 25 poin dari hadiah MOM
..._____...
Estimasi Bab ini ...
• Hadiah MOM, +25 poin.
• Hadiah MOL, +100 poin.