System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 83.


...Romance 83. Magic Art Online ...


Pada hari itu langit sangat cerah mengiringi penayangan live streaming dari salah satu game.


[ Layar kaca:


Eden mempersembahkan.


Tahun 2023, umat manusia telah berhasil.


Mengembangkan dunia Maya yang terpadai.


Magic Art online. ]


Setelah tulisan itu, iklan penayangan pun berakhir dan berganti pada seorang reporter muda berambut panjang dengan kunciran Twin Tail dibalik meja panjang studio televisi. Lalu, wanita itu memulai ucapannya.


"Selamat pagi semua. Kembali lagi bersama saya Miku yang akan menyampaikan berita E-sport pada pagi hari. Seperti video yang kalian lihat sebelumnya itu bahwasanya hari ini kita akan menyaksikan sebuah sejarah baru dari dunia Game.


Penayangan berganti kepada antrian panjang di beberapa pertokoan game disalah satu kota Metropolis Jakarta seraya suara Miku yang masih terdengar.


"Lihat! Apa-apaan itu? Apakah antrian itu berasal dari orang-orang yang ingin mengejar barang Obralan? Hmm ... seperti nya bukan. Lalu, apa yang mereka beli sebenarnya?"


Sesaat kemudian, layar berganti kembali ke arah poster besar di samping toko game dan suara Miku masih terdengar.


"Jreng ... Jreng! Yang mereka tunggu adalah Game Magic Art Online atau kita kenal MAO. Dan, untuk jelas nya mari kita tanyakan reporter Budi yang berada di lokasi antrian!"


Layar pun beralih pada reporter yang bernama Budi.


"Iya, terimakasih Miku. Pemirsa seperti yang anda saksikan saat ini saya berada di lokasi antrian yang mana mereka hanya memiliki satu tujuan yaitu membeli game fisik Magic Art Online dan tidak hanya itu saja pemirsa, Miku. Saya sudah bertanya kepada antrian yang paling depan, Mereka sudah menunggu dua hari bahkan menginap sebelum perilisan game. Hebat, Bukan! Yaa ... ingin juga mendapatkan game itu. Baik, Miku. Kembali ke studio!"


Layar televisi kembali ke studio dan Miku.


"Terimakasih laporan nya, Tanaka -san dan hari ini kita juga kedatangan bintang E-sport dalam game League Legend, Suzuki Satoru yang akan menjelaskan secara eksklusif tentang game yang kita tunggu-tunggu ini, Magic Art Online atau lebih dikenal MAO."


Lalu, layar melebar ke Miku dan seorang pemuda yang bernama Suzuki. Dia duduk disamping Miku.


Setelah itu, Miku yang duduk. Dia menghadap kearah Suzuki.


"Selamat pagi, Satou -san!" sapa Miku.


"Selamat pagi juga Miku -san!" jawab Satou.


"Satou -san, apakah anda sudah tahu tentang MAO ini?" tanya Miku.


"Tentu saja," jawab Satou.


"Lalu, apa beda nya game MAO dengan game MMORPG yang lain?"


"Jelas beda, Miku -san! Karena game MAO mengunakan konsole terbaru, Nero Gear," jawab Satou.


"Nero Gear? apa itu?" tanya Miku.


"Nero Gear adalah konsole game tercanggih yang mana memiliki fitur memindahkan kesadaran pemain kedalam game hingga kita bisa leluasa bermain di dalam game dan juga ini merupakan mimpi para game dari dulu tidak terkecuali aku. Hahahaha ..." jawab Satou yang diakhiri dengan tawa kecil.


Melihat itu, Miku pun ikut tersenyum lebar.


"Benarkah? Ya ... saya jadi ingin bermain juga," jawab Miku.


"Miku -san, apakah kamu tahu? game Magic Art Online juga dibuat sendiri oleh penemu dari Nero Gear itu sendiri, Jeremy Eden. Maka dari itu, game MAO dinanti-nantikan para pencinta game," ucap Satou.


"Wow! Luar biasa! Tapi, apakah aman? Dan, ini pasti pertanyaan semua orang tua yang khawatir kepada anak-anaknya yang bermain MAO dan mengunakan Nero Gear?"


"Sangat aman. Hal itu diucapkan sendiri oleh Jeremy Eden yang mana beliau mengatakan bahwa Nero Gear mengunakan sistem Super AI yang mana program itu bertugas menjaga keamanan sistem dari virus atau apapun yang mampu merusak tubuh dan otak kepada pengguna nya. Lebih dari itu, System AI itu juga menjaga pemain agar bisa tetap Log Out. Ya ... jika tidak begitu, mungkin kita para pemain nya bisa terjebak didalam game," jawab Satou.


"Wuaa ... itu sangat menyeramkan. Jika harus hidup didalam game dan meninggalkan aktifitas di dunia nyata," ucap Miku.


"Betul, walaupun kita gamer. Tapi, aktifitas dunia nyata jangan sampai terbengkalai," sambung Satou.


"Selain itu, MAO memiliki kelebihan apa lagi?" tanya Miku.


"Menurut para Beta Tester yang memainkan dan menguji game MAO. Mereka mengatakan bahwa game MAO memiliki map yang luas, kehendak yang bebas juga memiliki banyak fitur menarik seperti memancing, bertani, membeli rumah bahkan kita bisa menikah dengan pemain ataupun NPC dan memiliki anak. Iya, walaupun aku Beta Tester namun, aku belum tahu bisa atau tidak nya karena System menikah dengan NPC masih rumor belaka."


Mendengar itu, Miku sedikit terkejut. "Eh? Mungkin kah ... Satou -San salah satu dari Beta Tester?"


Satou yang mendengar itu, dia tertawa kecil. "Haha ... seperti nya aku keceplosan, Maaf."


"Haha ... Miku -san terlalu memuji," jawab Satou.


Lalu, Satou dan Miku pun saling bertukar senyum.


Sesaat kemudian, kru televisi memberitahu sesuatu kepada Miku.


"Eh ... seperti nya sudah pembukaan game MAO! Kalau begitu, kita akhiri wawancara ini. Terimakasih, Satou -san telah hadir di studio ini."


Satou membungkukkan badannya dan tersenyum. "Iya, sama-sama."


"Dan, mari kita main bersama di game RAO! Game Start!" ucap serempak Satou dan Miku.


Setelah itu, penayangan itu pun berakhir dan beralih kearah iklan produk.


Disisi lain, ada kedua orang tua yang menyaksikan acara e-sport itu disalah satu rumah sakit.


Salah satu nya Ye Zhang yang mana dia melihat dari ponsel nya.


"Game Virtual Dive pertama di dunia? Seperti nya menarik!" Lalu, Ye Zhang memamerkan nya kepada Arya. "Arya, lihatlah!"


Arya yang sedang belajar, dia pun menghentikan aktifitas nya dan melihat kearah ponsel Ye Zhang. Namun, dia tidak begitu tertarik.


"Ah, game. Aku tidak begitu suka bermain game, Maaf," ucap Arya yang kembali melakukan aktifitas.


"Oke, Lu. Memang gak seru. Tapi .." Ye Zhang sontak merangkul Arya. "Temenin gua aja ya! Ya! Please!"


Melihat cara minta Ye Zhang yang seperti itu, dia pun melihat nya dengan tatapan yang mencurigakan.


"Apa tujuan mu?" ucap Arya yang berpura-pura dingin.


"Hehehe .... itu-"


Sebelum Ye Zhang menyelesaikan ucapannya, Lin Tian memotong pembicaraan.


"Arya, kamu main game MAO juga. Saya main lho! Jika, kamu tertarik! Datanglah ke Club game kami!" seru Lin Tian.


Ye Zhang yang mendengar itu, dia sontak bersemangat.


"Iya, kami akan kesana! Bukan kah begitu, Arya?!"


Arya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya, nanti aku datang!" jawab Arya.


"Senang mendengar nya! Aku tunggu ya!" ucap Lin Tian.


Sesudah itu, Lin Tian pun meninggalkan Arya dan Ye Zhang.


"Ya ... Lin Tian gadis yang cantik, bukan?!" ucap senang Ye Zhang seraya menepuk bahu Arya.


Arya pun hanya memberikan jawaban dengan senyuman.


Tidak lama kemudian, Haruka pun datang dan menyambung perkataan. "Aku juga ikut! Ayo kita meriah Club Game! Oo!" seru semangat Haruka yang mengangkat tangan kanan.


Melihat itu, Ye Zhang pun mengikuti nya. "OOO!"


Melihat sikap mereka, Arya pun tertawa kecil.


Tidak lama kemudian, Elsa datang ke kelas Arya. Melihat Elsa, Arya dan lain nya mengembalikan sikap sopan mereka.


"Arya, ada seseorang yang ingin menemui mu! Sekarang, dia ada di ruang Dewan!" seru Elsa dengan tatapan serius.


"Iya, aku akan kesana!" ucap Arya.


Lalu, Arya pun beranjak diri dan pergi bersama Elsa ke ruang Dewan Murid.


Dan, setibanya disana. Arya pun dikejutkan dengan sosok tamu yang datang.


"Om Jeremy?"


Jeremy yang duduk sofa, dia pun beranjak diri dan menghadap kearah Arya dengan senyuman kecil.


"Arya, apa kabar?"


...# System Of Romance #...