
...Romance 163 - Part 3. Rey dan Marsha....
Kematian Haikal sudah sampai kepada Ayahnya Haiden. Lalu, dia pun Video Call (VC) kepada Arya.
Dengan marah-marah, Haiden memaki dan menghina Arya dalam VC. Arya tidak marah melainkan hanya memberikan senyuman.
" ... Arya, apa kamu mengajak perang?!" ucap kesal Haiden.
"Siapa yang terlebih dahulu mengusik kedamaian?" sindir Arya.
"Apa?" Haiden mencoba mengingat-ingat. "Ah, maksudmu wanita jlang yang mencuri obatku."
"Bukan, dia tapi anak yang kamu culik?"
"Begitu. Jadi, kamu marah dengan assetku sendiri."
Mendengar itu, Arya menjadi jengkel. "Apa?! Aset! kamu pikir manusia itu sebuah aset."
Haiden tertawa remeh, "Hahaha, Arya, Arya. Kamu pria yang masih polos tidak tahunya."
"Itu tidak penting. Sekarang, kembalikan anak itu."
"Tidak akan, aku akan memutilasi dia sebagai hukuman telah mencuri obatku meski dia anak kecil sekali pun, Hahaha ...."
Mendengar itu, tangan Arya mengepal untuk menahan amarahnya.
"Kalau begitu, kamu ingin berperang?!"
"Datanglah kapanpun, ini akan menjadi sejarah baru. Siapakah yang akan menang? Hahahaha ...."
Mendengar itu, Arya semakin geram lalu, Arya menutup panggilan itu. Setelah itu, Yua dan lainnya pun marah-marah dengan sikap Haiden yang begitu semena-mena.
Arya pun menenangkan pikiran dengan menghela nafas berkali-kali.
"Rey?"
"Iya."
"Lakukan eksekusi kepada Haiden Prima!" seru Arya.
"Dimengerti!"
Sesaat Arya ditelepon oleh Haiden, Dina langsung mendapatkan sumber panggilan nya dan Arya memerintahkan Rey untuk pergi ke lokasi.
Tanpa keraguan Rey mempercepat laju motor dan terhenti di sebuah hotel casino Prima. Rey pun turun namun kali ini dia mengunakan helm dan pertarungan tidak terelakkan.
Satu demi satu penjaga terus menyerang Rey. Kali ini jumlah penjaga lebih banyak dari sebelumnya. Rey saling menjual beli serangan dengan puluhan penjaga disana hingga beberapa pasukan bersenjata datang dan Rey pun tidak menyerah yang membuat nya saling adu tembak satu sama lainnya.
Rey pun berhasil menembaki mereka namun, ada tembakan yang mengenai Rey tapi tidak menghalangi langkah Rey.
Setibanya di ruang selanjutnya, ada dua pria yang memiliki menatap tajam Rey. Begitu pun Rey, dia malah tersenyum.
"Hello, brother!" sapa salah satu pria.
Saat Rey sudah tergeletak dilantai dengan penuh luka. Salah satu mekanik mengeluarkan senjata dan menodongkan nya kepada Rey.
"Maaf, brother."
Seusai mengatakan itu, pria itu melesatkan tembakan nya namun, sebuah lingkaran gerbang kecil muncul di depan pria hingga membuat pria itu terkejut dan peluru yang di lesatkan kembali mengarah pria itu dan melukai pria tersebut.
Rey dan Mekanik satunya lagi terkejut. Tidak lama juga Rey melihat sosok Arya dibelakang nya.
"Sudah aku katakan, kembalilah dengan selamat!" ucap Arya yang tersenyum melihat Rey.
Dan, lingkaran gerbang itu berasal dari serbuk gerbang yang di lemparkan Arya yang juga baru tiba di dekat Rey.
Mekanik yang satu nya lagi melesat kan serangan kearah Arya dengan ayunan pisaunya namun, Arya dengan mudah nya membanting mekanik itu. Tidak sampai disitu, saat mekanik terjatuh. Arya memukul pelipis mekanik hingga membuat diri pria itu tidak sadarkan diri.
Arya menghampiri Rey dan mengelurkan tangannya.
"Pertarungan belum selesai, Ray!"
"Iya," jawab Rey seraya menerima tangan Arya dan Rey pun berdiri.
"Ayo kita lanjutkan!" seru Arya.
Arya dan Rey pun melanjutkan langkahnya sampai ke ruangan president Haiden.
"Arya, beraninya kamu! Jika, aku mati maka kamu telah memutuskan untuk berperang melawan Prima Grup."
"Sudah aku katakan, serahkan gadis kecil itu!" balas Arya.
"Tidak akan, aku serahkan subjek Zero," jawab Haiden.
Arya yang mendengar itu, dia mengerutkan dahinya, "Subjek Zero, apa maksudmu?" kaget Arya.
Haiden tersenyum remeh sambil mencari kesempatan untuk menembak Arya. Disaat tangan Haiden mulai bergerak. Rey pun dengan sigap mengambil pistol dan menembaki Haiden terlebih dahulu. Pistol yang dipegang Haiden pun melesat asal dan dia pun terjatuh tidak bernyawa lagi.
Arya masih terdiam dan menganalisa maksud dari Haiden. Sedangkan, Rey mencari Santi yang mungkin berada diruangan itu. Setelah beberapa saat mencari, ditemukanlah ruang rahasia.
"Arya, kesini lah!" seru Rey dari ruang rahasia.
Arya pun menyadarkan lamunannya dan pergi ke ruang Rahasia. Disana, Arya pun terkejut melihat Marsha yang berada di tabung berisikan air dan selang oksigen tanpa busana. Dibawah tabung itu, tertulis.
Subjek Zero.
Project Zero ialah sebuah projects manusia modifikasi yang dimana kecerdasan, fisik, stamina melebihi diatas rata-rata manusia pada umumnya.
Project Zero ini perkembangan dari project Heal yang sebelumnya dilakukan oleh Mirage Group. Lalu, subject yang digunakan anak-anak yang berumur 5 sampai 9 tahun.
Salah satunya, Marsha. Prima group mengkategorikan Marsha di subject Zero. Kategori terbaik diantara subject yang lain.
Itulah informasi yang didapatkan Yua dari meretas komputer milik Haiden di ruang rahasia nya.
...# System Of Romance #...