
...Romance 151. Apartemen sengketa....
Saat ini Arya dan Bayu berada di kota Metro Bima untuk pergi ke suatu tempat namun, Bayu ditelepon oleh seseorang dan dia pun menerimanya dengan mengunakan earphone bluetooth nya.
"Halo, ada apa?" sapa Bayu.
Sesaat kemudian, Bayu terkejut. "Apa? Oke, Saya akan kesana."
Arya pun penasaran dengan informasi di telepon itu.
"Paman Bayu, ada apa?" tanya Arya.
"Maaf, Arya. Sepertinya kita harus ke rumah pemilik apartemen. Dia didatangi oleh utusan dari Mirage Group," ucap Bayu.
"Apa? Ayo! kita bergegas!" seru Arya.
Bayu pun mempercepat laju mobilnya menuju rumah pemilik apartemen.
Beberapa menit kemudian, Bayu dan Arya pun tiba yang dimana rumah pemilik apartemen sudah diparkiri oleh mobil Van hitam juga beberapa orang yang berwajah sangar. Mereka adalah para preman dari Mirage Group.
Melihat itu, Bayu memakirkan mobil nya sedikit jauh.
"Arya, sepertinya kita tidak bisa masuk," ucap Bayu.
Arya tersenyum dan melihat Bayu, "Entahlah, kita belum mencobanya," jawab Arya.
Arya dan Bayu pun saling bertukar senyum.
Tidak selang lama, Arya dan Bayu pun keluar dari mobil dan melakukan peregangan tangan.
"Let's Party!" seru Bayu.
Arya pun tersenyum lebar.
Sedangkan, kepala preman bersama dengan beberapa anak buahnya sedang menyandra Gunawan yang duduk berlutut ditanah dalam kondisi memar dan berdarah.
Gunawan sendiri merupakan pemilik apartemen yang sedang Bayu perebutkan. Dia bersih kukuh untuk tetap tidak menjualnya kepada siapapun.
Istri dan putrinya pun berada disamping sedang berlutut paksa oleh anak buah preman.
"Oi, Nyet!" kepala preman menjambak Gunawan dan memaksanya untuk melihat nya, "Cepat, tanda tangan atau gua habisin istri dan anak Lu, Ngerti Loe!" ancam kepala preman.
Gunawan tidak bisa berkata apapun, dia hanya melihat anak dan istrinya yang sedang di sandera. Maka dia mau tidak mau mengambil pulpen dan menandatangani dokumen.
Sesaat kemudian, Gunawan dan kepala preman mendengar suara gemuruh perkelahian di luar rumah.
Hal itu membuat jengkel kepala preman dan melihat ke luar, "Siapa bjingan yang membuat kerusuhan?" ucap kesal kepala preman.
Lalu, Kepala preman pun menyuruh beberapa anak buahnya yang didalam untuk keluar dan memeriksa keadaan. Namun, sebelum sampai keluar. Para preman sudah langsung dilumpuhkan tepat didepan mata kepala preman dan dia pun melihat Arya dan Bayu yang melumpuhkan anak buahnya.
Kepala preman pun beranjak dari sofa dan menunjukkan jari kearah kearah Arya dan Bayu. "Siapa kalian, bedebah?!" umpat kesal kepala preman.
Mendengar itu, Bayu memasukan kedua tangannya disaku dan menjawab dengan tatapan remeh, "Aku Bayu Samudra, Salam kenal," ucap Bayu.
"Ohh, jadi lu ya bjigan Tal yang mengganggu bos!" ucap kesal kepala preman.
"Tidak tahu, aku hanya ingin apartemen milik pak Samudera tidak, itu milik ayah ku, Cahya Samudera," ucap pamer Bayu.
Arya yang mendengar itu, dia hanya tersenyum lebar.
"Banyak Bcot, Lu! Mati, Lu!" kepala preman memberikan isyarat untuk menyerang Arya dan Bayu.
Para preman yang didalam pun tidak ragu untuk menurutinya dan perkelahian didalam rumah terjadi dan mereka pun saling jual beli pukulan serta tendangan.
Namun, Bayu dan Arya berhasil menumbangkan para preman satu demi satu.
Ada satu preman yang terlihat kuat, dia selalu memutarkan pisau dengan senyuman lebar seperti orang gila.
"Gue cincang, Lu. Njing!" umpat pria pisau.
Arya tersenyum kecil, "Coba saja!"
Setelah mendengar jawaban dari Arya, pria itu melesat serangan pisaunya. Pergerakan pisau dari pria itu sangat cepat, dia terlihat profesional meski begitu, Arya mampu mengimbanginya berkat sihir nya.
"Accelaration."
Arya terus menghindar dan mencari kesempatan hingga Arya melihat celah pertahanan yang terbuka. Arya pun langsung menangkap tangan yang memegang pisau lalu, Arya dengan sikunya mematangkan persendian lengan pria berpisau hingga dia pun kesakitan dan melepaskan pisau yang dipegangnya dan tanpa membuang waktu Arya melesatkan pukulan keras tepat di jantungnya hingga pria itu terjatuh dan muntah darah.
Kepala preman yang melihat pertarungan Arya menjadi ketakutan. Bagaimana tidak? pria pisau itu merupakan preman terkuat di kelompoknya.
Sedangkan, Bayu tersenyum senang melihat kemampuan perkelahi yang dimiliki oleh Arya.
"Siapa kalian sebenarnya?" ucap kepala preman yang terbata-bata.
"Katakan kepada, Tuan mu. Saya Bayu Samudera pasti memenangkan hak milik gedung. Camkan itu!" ancam Bayu.
"Dan, sekarang pergi dari sini!" seru Arya.
Kepala Preman yang ketakutan, dia pun memerintahkan anak buahnya untuk mundur sedangkan untuk anak buahnya yang pingsan. Rekan premannya pun membopong nya.
Dan, para preman itu pun pergi meninggalkan rumah Gunawan. Melihat preman sudah pergi, Bayu membebaskan ikatan tangan Gunawan, istri dan putrinya. Lalu, mereka pun saling berpelukan.
Arya dan Bayu pun saling bertukar senyum melihat momen mengharukan tersebut. Tidak selang lama, mereka melepaskan pelukannya dan Gunawan melihat Arya dan Bayu.
"Terimakasih pengacara Bayu, anda tepat waktu dan," Gunawan melihat kearah Arya, "Terimakasih juga mas."
"Sama-sama, apa kalian baik-baik saja?" ucap Arya.
"Iya," jawab Gunawan.
Putri dan istri Gunawan pun menganggukan kepalanya.
Beberapa saat kemudian, Gunawan mengambil nafas panjang dan membuat keputusan. Lalu, dia berdiri dari berlutut nya dan menghadap Arya dan Bayu.
"Pengacara Bayu, aku telah memutuskan untuk menjual apartemen itu kepada Anda!" ucap Gunawan seraya memberikan tangan kepada Bayu.
"Terima kasih, Pak Gunawan. Itu keputusan yang tepat dan secara kebetulan pembeli dari apartemen itu bukanlah Saya melainkan," Bayu melihat ke Arya. "Tuan Arya, dia Boss dan keponakan saya," ucap Bayu.
Ucapan Bayu itu tentu sudah di sepakati oleh Arya yang mana dirinya yang membantu para penghuni apartemen untuk mendapatkan hak milik rumah mereka agar tidak jatuh pada Mirage Group.
Gunawan yang keluarganya sedikit terkejut. Dia pun membuka matanya melihat Arya dan tangannya pun dialihkan kepada Arya.
"Tuan Arya, maafkan saya tidak mengetahui identitas anda dan terimakasih atas semuanya," ucap Gunawan sambil memberikan tangan kearah Arya.
Arya pun menyambutnya dengan senyuman dan menerima tangan tersebut.
"Tidak ada yang salah, aku memang menyembunyikan identitas ku juga terimakasih dan maaf juga karena membuat keluargamu terlibat dalam permasalahan ini," ucap Arya.
Arya dan Gunawan pun saling bertukar senyum.
Pada hari itu juga, Arya dan Gunawan melakukan transaksi dengan harga yang di sepakati yaitu 3,5 Trilliun Rupiah disertai kuasa hukum Bayu Samudra.
Proses jual beli pun selesai dan Arya berhasil memiliki apartemen yang sedang diperebutkan oleh Bayu dan Mirage Group.
Selain itu Arya juga mendapatkan cashback 1,75 Trilliun Rupiah yang langsung di transfer kan ke Rekening World Bank nya.
...# System Of Romance #...
Estimasi Bab ini ...
• Membeli Apartemen, -3,5 Triliun rupiah.