
...Romance 92. Kota Himetsu dan Keluarga NPC Arc....
Idle sistem merupakan proses dalam game yang dapat dilakukan secara otomatis tanpa harus dikendalikan oleh seorang pemain.
Meski di game MAO tidak memiliki sistem seperti itu namun, Arya bisa melakukan nya dengan mengunakan fitur [Living Poltergeist] dan selain itu, avatar Arya dibantu oleh Viki.
Maka dari itu, Arc dalam satu hari sudah memiliki level 40 dengan berbagai sihir yang sudah diciptakan baik sihir biasa, Extra dan Ultimate.
Walaupun, Arya bisa mengunakan Idle tapi tidak bisa menjalankan misi karena Idle yang di program oleh Arya hanya untuk farming.
Dan, saat ini. Arya berada di kota Himetsu untuk menjalankan misi FATE nya tersebut.
Hal itu Arya lakukan karena saran dari Jeremy yang mana Arya harus menguasai sebuah kerajaan dan NPC didalamnya dengan begitu Arya bisa mengerahkan pasukan nya untuk mencari Avatar Adira.
Itulah hak Administrator yang diberikan oleh Jeremy.
Setiba di kota Himetsu, para NPC yang Arya lalui menyapa dan memberikan hormat seperti layaknya manusia sungguhan.
Super AI memang luar biasa.
Arya yang melihat mereka juga memberikan senyuman ramah dan membalas sapaan mereka.
Pemimpin Himetsu berada di istana kota yang memiliki bentuk seperti istana tradisional Osaka dan setibanya disana, para penjaga mengizinkan Arya masuk bahkan memberikan hormat.
Melihat itu, Arya pun menguji coba para NPC dengan cara bertanya kepada nya.
"Permisi, prajurit. Sekarang ini, dimana pemimpin Himetsu?"
"Beliau sedang berada di ruang pertemuan dan Tuan Muda sudah ditunggu!" jawab penjaga.
Melihat respon dari NPC, Arya pun terkagum.
"Terimakasih."
"Sama-sama, Tuan Muda," jawab penjaga seraya menundukkan kepalanya.
Setelah itu, Arya melanjutkan langkah dan pergi kedalam Istana. Lalu, dia pergi ke ruang pertemuan.
Yang mana setibanya disana, Arya melihat banyak NPC yang sedang duduk di sisi kanan dan kiri. Mereka mengenakan pakaian Yukata dengan tongkat sihir kecil pada pinggang nya.
Dan, terlihat sosok pria besar dengan berjanggut tipis dan berkumis duduk didepan tengah ruangan itu. Arya pun menduga sosok pria berkumis itu adalah pemimpin dari kota Himetsu ini.
"Arc, kamu sudah datang! Mendekat lah! Ayah ingin bicara!" seru pemimpin Himetsu.
Saat pemimpin Himetsu mengatakan itu, semua NPC yang ada disisi kanan dan kiri melihat kearah Arya.
"Wow ... luar biasa! Ini sungguh terasa sangat realistis!" gumam Arya.
Setelah itu, Arya pun melangkah kedepan dan duduk diantara dua kaki atau Dogeza di hadapan pemimpin Himetsu.
NPC Pemimpin itu bernama Aoki Himetsu dan itu terlihat dari tulisan nama diatas pemimpin Aoki tersebut.
Sesaat Arya duduk, pemimpin Aoki sontak memulai pembicaraan.
"Arc, Aku dan Ibu mu sudah mempertimbangkan pemikiran mu untuk berpetualang dan menjadi lebih kuat. Meski begitu, kami masih khawatir dengan keselamatan mu dan bahaya nya dunia luar. Namun, jika kami menghalangi keputusan untuk berpetualang itu akan membuatmu menjadi lebih lemah. Maka dari itu ..."
Pemimpin Aoki mengambil tongkat sihir kecil dengan motif naga di sisi ujung nya.
Setelah itu memberikan nya kepada Arya.
"Arc, terima lah tongkat sihir ini. tongkat sihir ini adalah tongkat sihir sembilan naga yang diwariskan secara turun-temurun dari pendiri kota Himetsu ini. Jadi, berjanjilah kepada ayah dan Ibu mu. Disaat pulang nanti, kamu sudah harus lebih kuat."
Setelah percakapan panjang, Arya pun harus menerima katana yang dipegang oleh Pemimpin Aoki dan aku pun menerimanya.
"Terimakasih, ayah!"
Sesaat itu juga pemberitahuan datang.
Ding!
"Arc, ayah memiliki rekan di kota Awal bernama Haro, dia seorang pedagang. Temui lah dia! Mungkin, dia akan banyak membantu mu," ucap Pemimpin Aoki.
"Baik, ayah!"
Sesaat kemudian, pemberitahuan datang.
Ding!
[Misi Fate: Menemui Pedagang Haro di kota awal.]
Dan, ruangan itu pun terdiam. Saat melihat sekeliling, muncul tanda seru dari atas ibu dari Arc. Dia bernama Lin Yamada.
Arya yang penasaran dengan tanda seru yang ada di atas Lin. Dia pun sontak mempertanyakan nya.
"Ibu, ada apa?"
Lin sontak menghela nafas panjang dan memulai pembicaraan.
"Ibu sebenarnya berat melepaskan mu namun, ibu juga tidak boleh menahan demi kebaikan mu sendiri maka dari itu ..." Lin pun mengambil pakaian terlipat yang ada disampingnya.
"Ini adalah jubah yang ibu jahit sendiri dan ibu beri nama Jubah Abyss. Gunakanlah ini!"
"Baik, Bu," ucap Arya seraya menerima baju tersebut.
Ding!
[Anda mendapatkan Abyss Cloak.]
"Selain itu juga ini uang perbekalan mu," ucap Lin seraya menerima kantong uang namun, saat Arya menerima nya kantong itu sontak menghilang dan berubah menjadi digital.
Ding!
[Anda mendapatkan 100.000 Richie.]
"Terimakasih, ayah. ibu!"
Saat mengatakan itu, ayah dan ibu tersenyum. Lalu, Arya pun meninggalkan ruangan karena tidak ada tanda dan pemberian hadiah.
Sebelum itu, Arya juga mencoba berkomunikasi dengan para NPC yang ada disisi kanan dan kiri namun, mereka hanya mengatakan sesuatu yang monoton layaknya NPC.
Dan, setelah itu Arya meninggalkan ruangan dan kembali. Ruangan sudah kosong. Begitu lah cara kerja sistem di dunia game MAO.
Seusai itu, Arya pun memutuskan untuk pergi meninggalkan istana dengan pergi ke Monumen Teleportasi yang mana monumen itu merupakan alat berpindah ruang antar kota.
Arya yang mengerti akan hal itu, tanpa ada keraguan sontak menghampiri monumen itu dan sesaat itu juga layar udara muncul.
Ding!
[Kemana tujuan anda?
- Kota Awal.
- Kota Himetsu (Saat ini).]
Melihat pilihan itu, Arya sontak memilih kota awal dan cahaya biru pun muncul lalu, menutupi pandangan nya.
Sesaat cahaya itu menghilang, Arya membuka mata nya kembali dan melihat suasana ramainya kota meski langit sudah malam.
"Baiklah, kita mulai kembali disini! Semoga aku bisa bertemu dengan Alice!" gumam Arya.
Disisi lain, Yua yang masih makan mie instan. Dia pun tiba-tiba tersedak dan bergegas minum seraya menepuk dada nya.
"Aishh ... siapa yang membicarakan ku?" gumam Yua.
...# System Of Romance #...