Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Si Jenius Airani


Mata Airani langsung melebar mendengar ucapan Adam. "Sebanyak itu? Jika memang Kamu menjual dengan harga segitu, tidak terlalu mengherankan jika Kamu bisa mendapatkan uang yang cukup banyak dalam waktu singkat," ucap Airani.


Sekarang, Airani cukup percaya bahwa uang yang Adam dapatkan bukan dari hasil kejahatan. Uang itu adalah halal. Perempuan itu hanya sedikit heran karena Adam bisa menjualnya dengan harga semahal itu.


"Jadi, sekarang Kamu udah percaya bukan kalo aku dapetin uang ini secara halal?" tanya Adam.


"Ya, aku percaya. Sekarang, ajari aku untuk mempelajari sihir. Jika aku bisa melakukan sihir, maka aku bisa membantumu untuk mengembangkan bisnismu ini. Aku yakin, akan banyak saingan yang tidak suka dengan bisnismu ini," jelas Airani.


"Aku kira Kamu udah lupa soal itu. Ternyata Kamu masih ingin mempelajari sihir rupanya," ucap Adam.


Tidak lama kemudian, Adam membawa Airani memasuki salah satu kamar yang sudah ia sewa. Kamar yang mereka tempati adalah kamar terbaik yang ada di penginapan ini. Selain ukuran yang luas, kamar ini juga bisa meredam suara baik dari dalam atau luar ruangan. Itu membuat Adam bisa mengajari Airani dengan tenang.


Laki-laki itu lalu menjelaskan bagaimana cara merasakan mana kepada Airani. Setelah mendengarkan dengan seksama semua penjelasan dari Adam, Airani langsung mengambil pose untuk melakukan meditasi. Ia duduk bersila dengan kedua telapak tangan dan telapak kakinya menghadap ke atas.


Adam langsung ikut duduk di sudut ruangan, mengamati tunangannya yang sekarang meditasi. Ketika ia pertama kali mencoba bermeditasi, ia membutuhkan waktu berjam-jam hanya untuk merasakan keberadaan mana di sekitarnya.


Lalu, Adam juga membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk bisa menyimpan mana di sekitarnya ke dalam tubuh. Dari pengalamannya itu, Adam yakin Airani akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk benar-benar bisa mengumpulkan mana dan menyimpannya di dalam tubuh.


Lima belas menit kemudian, Adam melihat Airani membuka matanya. Adam lalu mengerutkan keningnya. Laki-laki itu berpikir Airani mengalami kesulitan dalam percobaannya untuk merasakan keberadaan mata di sekitarnya.


Adam ingat dahulu juga ia merasakan hal seperti ini. Cukup lama ia tidak bisa merasakan mana dan hampir menyerah. Lalu, ia tetap bertahan dan mengumpulkan kepercayaan dirinya. Hasil kesabaran Adam itu membuatnya bisa merasakan mana. Laki-laki itu berpikir Airani sudah menyerah dengan latihannya.


Namun, pemikiran Adam hilang begitu saja dari benaknya. Ini karena ia melihat binar bahagia di mata Airani. Tidak mungkin perempuan itu membuat ekspresi seperti ini jika dia tengah bersedih, bukan?


"Bagaimana hasil latihanmu?" tanya Adam.


"Aku bisa merasakan keberadaan mana itu. Mana di sekitarku terlihat indah. Itu seperti kumpulan kunang-kunang yang terbang bebas di musim panas," ucap Airani yang terdengar sangat senang dengan apa yang ia lihat.


Adam tidak pernah memberi tahu Airani mengenai bentuk mana. Namun, perempuan itu bisa mendeskripsikannya dengan sangat baik. Itu semua sudah membantah spekulasi yang Adam miliki.


"Sekarang, ajari aku untuk mengumpulkan mana ke dalam tubuhku, Sayang. Aku sudah tidak sabar untuk mencoba melakukan sihir," ucap Airani dengan penuh keatusiasan.


"Baiklah-baiklah. Aku akan menjelaskan semua kepadamu," ucap Adam.


Setiap orang memiliki bakat yang berbeda-beda. Ia hanya perlu menerima bahwa Airani memiliki bakat yang hebat dalam mempelajari sihir. Dengan berpikir demikian, maka Adam tidak akan merasa dirinya sangat buruk dalam mempelajari sihir.


Laki-laki itu lalu memberi penjelasan kepada tunangannya mengenai cara mengumpulkan mana dan menyimpannya ke dalam tubuh. Tidak hanya itu, Adam juga langsung memberitahu Airani mengenai cara menggunakan mana itu untuk bisa menciptakan sebuah sihir.


Adam tidak perlu memberikan penjelasan lebih mengenai perapalan mantra. Airani yang memiliki penguasaan bahasa Inggris lebih baik daripada Adam, tidak akan kesulitan dalam hal ini.


"Ah, jadi seperti itu sekarang," gumam Airani.


Perempuan itu langsung mengambil pose meditasi seperti sebelumnya. Ia sudah tidak sabar untuk mempraktekkan semua yang Adam jelaskan. Tahapan awal yang menjadi penentu apakah dia bisa mempelajari sihir atau tidak sudah berhasil Airani lewati dengan baik.


Perempuan itu percaya bahwa langkah-langkah selanjutnya yang perlu ia lakukan akan jauh lebih mudah lagi daripada sebelumnya.


"Aku harap, Kamu akan sedikit kesulitan dalam mengumpulkan mana," gumam Adam dalam hati.


Terdengar jahat memang. Namun, ego kecil Adam akan sulit menerimanya jika Airani juga bisa menyelesaikan semua ini dalam waktu singkat. Namun, apa yang Adam harapkan itu tidak pernah terjadi.


Satu jam kemudian, Airani sudah bangun dari meditasinya. Perempuan itu tidak banyak berbicara. Ia langsung membuka tangan kanannya. Di atas telalak tangannya tersebut, sekarang sudah ada bola api kecil. Suhu dari bola api tersebut terbilang cukup tinggi. Kamar yang tadinya sejuk kini berubah menjadi sangat panas.


"Sayang, liatlah! Aku udah berhasil ngebuat bola api kayak gini. Sekarang, aku bisa melakukan sihir," ucap Airani yang tidak bisa menutupi rasa senangnya.