Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Serangan Yang Mengejutkan


"Tenang, Tuan Adam. Selama ada aku, akan aku pastikan keadaanmu baik-baik saja," ucap Jason mencoba menenangkan Adam.


Jason cukup geram melihat kemunculan para perampok ini. Meski Jason belum sepenuhnya mengundurkan diri dari pekerjaannya dan bekerja pada Adam, laki-laki itu merasa memiliki kewajiban untuk melindungi Adam.


"Hahaha." Laki-laki yang berada di tengah terdengar tertawa dengan keras. Kepalanya sampai mendongak ke atas karena kerasnya dia tertawa.


"Melindungi dia? Heh, jangan harap Kau bisa melakukannya. Jika kalian tidak menyerahkan uang yang kalian miliki, maka jangan pernah berharap kalian bisa selamat dari sini," jelas laki-laki itu.


"Apa kalian tidak takut akan ditangkap oleh penjaga kota?" tanya Adam.


"Hahaha, lucu sekali Kau ini, Tuan. Mengharapkan penjaga kota datang untuk menyelamatkan? Itu tidak akan pernah terjadi. Jalanan ini tidak pernah dilewati oleh patroli penjaga kota. Lalu, pemilik rumah di jalan ini tengah pergi bekerja di jam sekarang. Jadi, sekeras apa pun Kau berteriak, tidak akan ada yang datang untuk menolongmu," jelas laki-laki itu.


"Sudahlah Bos Thomas. Jangan terlalu banyak berbasa-basi dengan orang-orang ini. Lebih baik kita habisi saja mereka jika tidak juga segera menyerahkan uang milik mereka," ucap laki-laki yang berada di sebelah kiri Thomas.


"Ya, Kau benar Luke. Sudah saatnya kita beraksi. Jadi, kalian mau menyerahkan harta kalian atau tidak?" tanya Thomas dengan nada bicara penuh dengan ancaman.


Sekarang, Thomas mulai memain-mainkan bola api di tangannya. Laki-laki itu melemparkannya ke atas sebelum menangkapnya lagi dengan mudahnya. Thomas ingin menunjukkan bahwa dialah yang mengontrol keadaan.


Jason tidak menunggu perintah dari Adam. Laki-laki itu merasa dirinya bisa mengatasi ketiga perampok ini. Langsung saja Jason mengeluarkan sebuah pedang yang baru ia menangkan dalam lelang. Pedang ini menghabiskan seluruh tabungan miliknya. Jadi, Jason ingin melihat seberapa kuat pedang ini.


"Battle mage? Sialan Kau Petta. Kau bilang mereka adalah musuh yang empuk. Tapi, yang kita hadapi ini adalah seorang battle mage," umpat Thomas dengan keras.


Adam sedikit bernapas lega mendengar teriakan Thomas. Mereka terdengar takut ketika melihat Jason serius menghadapi mereka. Ini membuat Adam merasa jauh lebih tenang.


Ketiga perampok tersebut berniat melarikan diri setelah mengetahui bahwa mereka memiliki kemungkinan yang kecil untuk bisa merampok Adam dan Jason. Akan tetapi, Jason tidak membiarkan hal itu terjadi. Mereka sudah berani menghadangnya. Jadi, merkea perlu mendapatkan pelajaran.


Jason langsung mengibaskan pedang miliknya ke arah ketiga laki-laki itu. Lebih telatnya ke jalan yang akan mereka ambil untuk kabur. Dinding api langsung muncul di depan Thomas dan yang lain. Sekarang, mau tidak mau mereka harus berhenti dan menghadapi Jason.


Thomas langsung melemparkan bola api yang ada di tangannya sebagai bentuk perlawanan. Mereka bisa selamat atau tidak urusan belakangan. Jikalau mereka harus mati sekali pun, Thomas berharap bisa membuat lawannya terluka parah. Atau setidaknya salah satu dari mereka ikut mati bersamanya.


Jason bergerak cukup cepat. Laki-laki itu mengayunkan pedanganya, menebas bola api yang mengarah ke Adam. "Jangan pernah berpikir bisa melukai Tuan Adam selama ada aku di sini," ucap Jadon dengan penuh percaya diri.


"Kau hanya sendirian. Sedangkan kami bertiga. Aku tidak percaya jika Kau bisa menghadapi kami bertiga sekaligus melindungi Tuanmu itu," ucap Thomas.


"Semua, kita hadapi dia bersama-sama," ucap Thomas.


Kedua rekan Thomas langsung memulai menyerang Jason. Mereka mulai menggunakan sihir yang mereka kuasai untuk memberikan luka kepada Jason. Tentu saja ketiga orang tersebut tidak hanya fokus untuk menyerang Jason. Ketiga perampok tersebut juga mencari kesempatan untuk bisa menyerang Adam, yang saat ini hanya diam melihat perkelahian tersebut.


Tebasan demi tebasan Jason lakukan untuk mematahkan serangan ketiga perempuan tersebut. Ia juga beberapa kali melakukan serangan untuk melumpuhkan ketiga perampok tersebut. Jason terlihat sangat santai ketika menghadapi mereka bertiga. Laki-laki itu tidak nampak kesulitan dalam menangkis dan melalukan serangan.


"Sekarang saatnya," teriak Thomas tiba-tiba.


Dua rekan Thomas langsung berlari mendekat ke arah Jason. Hal itu membuat arena serangan Jason menyempit dengan cepat. Thomas langsung memanfaatkan hal ini untuk menyerang Adam. Sebuah bola api langsung ia lemparkan ke arah Adam.


"Tidak!" teriak Jason dengan keras. Serangan tiba-tiba ini yang begitu cepat membuat Jason tidak bisa mematahkan serangan Thomas. Jika ia melakukan hal itu, maka kedua orang yang sedang menyerangnya, bisa memberikan luka yang sangat fatal. Bisa jadi, Jason kehilangan nyawanya karena hal ini.


Meski ia mengorbankan dirinya, Jason juga tidak bisa seratus persen yakin bisa menyelamatkan Adam. Sekarang, Jason merasa sangat bersalah karena meremehkan ketiga perampok ini. Mereka yang terlihat sangat mudah dikalahkan, membuat Jason lupa bahwa seekor kelinci jika terdesak, bisa berubah menjadi singa.


Sebuah dinding yang terbuat dari besi tebal, langsung muncul di depan Adam. Kemunculan besi tebal yang tiba-tiba itu membuat Thomas sangat kaget. Ia tidak menyangka Adam bisa melakukan sesuatu untuk melindungi diri.


Tidak hanya Thomas saja yang kaget, Jason dan dua perampok lainnya juga kaget. Bola api yang Thomas lemparkan, tidak berhasil melukai Adam sedikit pun. Bola api itu pecah oleh dinding penghalang yang Adam buat.


"Apa? Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana bisa Kau membuat sihir seperti ini?" tanya Thomas heran.


Laki-laki itu bisa merasakan bahwa mana yang ada di tubuh Adam tidaklah terlalu banyak. Dengan jumlah mana yang seperti itu, sangat tidak mungkin bagi Adam bisa membuat dinding besi setebal ini.


Jika Thomas memperhatikan lebih lanjut, ia bisa melihat dinding besi yang Adam buat secara perlahan mulai menyerap mana dari lingkungan sekitarnya. Ini adalah hal yang tidak pernah Thomas dengar.


Adam langsung menatap tangannya tidak percaya. Adam sendiri heran dirinya bisa melakuan ini. Laki-laki itu hanya berpikir bahwa dirinya perlu melakukan sesuatu untuk melindungi diri. Ia lalu berpikir jika ada dinding besi yang tebal di depannya, maka dirinya akan selamat. Maka dari itu, Adam langsung mengucapkan kata-kata itu ketika terdesak.


"Jika aku bisa melakukan sihir dengan rapalan yang sangat beragam, mungkin aku bisa membantu Jason untuk meringkus ketiga perampok ini dengan cepat," gumam Adam dalam hati.


"Muddy ground," gumam Adam.


Tanah yang Thomas dan dua perampok lainnya pijak, langsung berubah menjadi tanah berlumpur. Padahal, sebelumnya tanah itu sangat keras. Bahkan, ada batuan alam yang menjadi paving dari jalanan ini. Namun, semua itu berubah menjadi lumpur.


Perubahan dari pinjakan mereka yang tiba-tiba membuat Thomas dan kedua rekannya kaget. Mereka berusaha keluar dari tanah berlumpur yang Adam ciptakan. Namun, semakin mereka bergerak, ketiganya seolah-olah terserap masuk.


Mereka tidak memilili mantra lain yang bisa membantu mereka keluar dari tanah berlumpur ini. Mantra yang mereka ketahui rata-rata adalah mantra sihir untuk melakukan penyerangan.


"Hardened," gumam Adam sekali lagi.


Tanah yang sebelumnya berlumpur, sekarang kembali berubah menjadi tanah keras seperti sebelumnya. Namun, jika dilihat lebih teliti lagi, tanah itu lebih keras lagi daripada sebelumnya. Itu membuat Thomas dan kedua rekannya, yang kedua tangan dan kakinya terkurung di dalam tanah, tidak bisa bergerak bebas.


"Tuan Adam, aku, aku tidak menyangka Kau bisa melakukan sihir sekuat ini," tanya Jason yang masih belum tersadar dari rasa kagetnya.


Adam benar-benar memberi Jason cukup banyak kejutan. Dia sudah mempekerjakannya, akan tetapi Adam juga bisa melakulan sihir sehebat ini. Bukankah dengan sihir ini, Adam bisa melindungi dirinya sendiri? Kenapa pula harus mempekerjakannya?


"Aku juga tidak tahu kalau aku bisa memiliki kemampuan ini," ucap Adam.


"Jika Kau bisa melalukan sihir hebat seperti itu, kenapa Kau justru mempekerjakanku?" tanya Jason heran.


Jason tidak mau Adam pekerjakan hanya dengan alasan kasihan. Dirinya tidak memerlukan belas kasihan Adam sekarang.


Adam lalu mendekati Jason dan berbisik pelan di telinganya. "Sekarang ini mana milikku benar-benar habis. Kemungkinan besar aku tidak bisa melindungi diri sekarang. Jadi, jangan lengah," jelas Adam.


Sepertinya Adam hanya mampu mengeluarkan tiga sihir dengan mananya yang sekarang. Semua mana yang laki-laki itu miliki benar-benar terkuras habis sekarang. Cukup hebat ia bisa membuat tiga orang perampok ini tidak berdaya dengan kombinasi mantra yang baru ia pikirkan.


"Ah seperti itu rupanya."


Jason sekarang sedikit menerima kenyataan bahwa Adam bisa melakukan sihir sehebat itu. Ada harga yang harus dibayar. Untuk Adam, ia hanya bisa mengeluarkan beberapa sihir sebelum mananya habis.