
Adam tidak berhenti memandangi emas yang ada di depannya. Laki-laki itu sudah menumpuk emasnya menjadi lima puluh emas tiap tumpuk. Sekarang, ada lima ratus delapan puluh sembilan tumpukan emas. Itu pun masih ada satu tumpuka lagi yang tidak genap berjumlah lima puluh emas Kyra.
Daam sehari ini, Adam sudah mendapatkan uang sebanyak tujuh puluh sembilan ribu empat ratus tujuh puluh emas Kyra. Jumlah yang tidak pernah Adam bayangkan bisa ia dapatkan. Semua itu Adam dapat setelah menjual barang-barang ke para bangsawan perempuan. Mereka adalah sumber uang yang cukup besar bagi Adam.
Sayangnya, Adam memakai lima puluh ribu koin emas yang ia pakai untuk membeli cincin ruang. Mau bagaiman lagi, tanpa cincin ruang ia tidak akan bisa membawa cukup banyak barang. Jika barang yang ia bawa tidak banyak, maka uang yang laki-laki itu dapatkan juga tidak akan terlalu banyak.
“Sebaiknya aku sekarang fokus berlatih sihir. Aku terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengurusi bisnisku sehingga aku nggak punya waktu untuk berlatih. Uang yang aku miliki sekarang lebih dari cukup untuk menjadi modal usaha. Mungkin aku bisa membeli beberapa perusahan dengan uang ini,” gumam Adam dalam hati.
Jika ia menjua semua emas yang ia punya sekarang, maka uang yang Adam dapatkan sudah lebih dari lima puluh enam miliar. Uang sebanyak itu bisa ia pakai untuk membeli satu atau dua perusahaan kecil. Semisal Adam tidak melanjutkan usahanya ini, dan memilih hidup dengan Airani di tempat yang baru, uang sebanyak itu mampu menghidupinya hingga anak cucu nanti.
Akan tetapi, Adam masih mau memperkaya diri. Ia masih ingin memberi pelajaran kepada merek yang sudah meninjak-injaknya. Tidak hanya itu, Adam ingin mengeksplorai Benua Guerio. Untuk bisa melakukan semua itu, Adam perlu memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya.
Setelah membereskan barang-barang miliknya, Adam langsung duduk bersila di atas ranjang. Telapak tangan dan kakinya ia biarkan terbuka, seperti intsruksi dari buku sihir yang laki-laki itu miliki. Sebelumnya, ia sudah merasakan keberadaan mana. Sekarang, laki-laki itu mencoba untuk mengumpulkan mana yang ada di sekitarnya.
Jika Adam berhasil menyimpan mana ke dalam tubuhnya, maka itu menjadi pertanda dirinya bisa memulai mempelajari sihir. Satu dua sihir perlindungan sangat Adam butuhkan. Laki-laki itu ingin sekali pergi ke kota lain untuk mengembangkan bisnisnya.
Meski Adam mendapatkan uang yang cukup banyak di Kota Red Stone, dari yang ia dengar ini adalah kota kecil di pinggiran kerajaan. Cepat atau lambat semua bangsawan yang ada di kota ini akan memiliki barang yang Adam jual.
Sudut bibir Adam sedikit terangkat setelah dirinya mulai berhasil menyerap mana di sekitarnya. Ini tidak terlalu sulit dibandingkan percobaan pertamanya. Laki-laki itu langsung menyimpan mana yang ia kumpulkan di dalam tubuhnya.
Mana yang Adam kumpulkan seperti tetesan air yang mencoba mengisi sebuah danau. Akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan cukup banyak air. Laki-laki itu hanya perlu bersabar dalam melakukan meditasinya. Cepat atau lambat jumlah mana yang ia kumpulkan akan menjadi banyak.
Rasa lelah tidak Adam rasakan selama bermeditasi. Pada awal melakukan meditasi, kakinya terasa sangat sakit karena kesemutan. Tidak hanya itu, cukup sulit bagi Adam untuk mempertahankan postur tubuhnya.
Sekaran, bermeditasi justru membuatnya rileks dan segar. Mungkin ini semua dipengaruhi oleh mana yang mengalir dalam tubuhnya.
“Hah.” Adam menghembuskan napas panjang. Bermeditasi semalaman benar-benar membuat tubuhnya menjadi jauh lebih segar.
Adam lalu memejamkan matanya, mencoba melihat jumlah mana yang berhasil ia kumpulan semalaman. Mana yang ia kumpulkan tidaklah terlalu banyak. Namun, ini adalah perkembangan yang signifikan menurut Adam.
Sebelumnya, ia tidak mampu mengumpulkan mana sebanyak ini. Tidak hanya itu, sebelum ini laki-laki itu juga merasa lelah ketika mengumpulkan mana. Namun, sekarang tidak lagi seperti itu.
"Sekarang, aku perlu mempelajari rapalan mantra sihir. Dengan banyak berlatih menghabiskan mana dan bermeditasi, maka aku akan lebih terbiasa untuk menggunakan sihir," gumam Adam.
Adam lalu membuka buku mengenai mantra sederhana yang ia beli. Ini adalah mali pertama laki-laki itu membaca buku ini. Sebelumnya, Jason berpesan agar Adam tidak membaca buku ini sebelum ia bisa mengumpulkan mana.
Jason mengatakan akan cukup beresiko jika Adam membaca buku itu tanpa memiliki mana. Bisa jadi, Adam terlalu penasaran dan mencoba merapalkan mantra yang ada di sana. Itu bisa membahayakan nyawa Adam. Mantra itu tidak lagi di suplai mana, tetapi jiwa Adam.
Oleh karena alasan dari Jason yang cukup menyeramkan itulah, Adam baru membaca buku mengenai mantra sederhana ini sekarang. Meski Adam ingin kuat lebih cepat, ia masih sayang nyawa. Laki-laki itu tidak mau mati hanya karena kecerobohannya saja.
"Mantra untuk membuat bola api. Ukurannya bisa tergantung dengan jumlah mana yang dipakai. Harus dilafalkan dengan benar agar sihir ini bisa bekerja dengan baik. Tingkat kesulitan rendah," ucap Adam ketika membaca penjelasan singkat mengenai salah satu jenis mantra.
"Sepertinya ini akan menjadi mantra pertama yang akan aku pelajari. Ini bisa aku gunakan untuk menyerang dan yang lainnya. Jika aku butuh api, mantra ini pasti sangat berguna," gumam Adam.
Laki-laki itu lalu membuka halaman selanjutnya, halaman yang berisikan mantra untuk sihir bola api. Mata Adam langsung melebar melihat mantra yang tertulis di sana. Laki-laki itu bahkan perlu membolak balikkan halaman buku yang ia baca, hanya untuk memastikan bahwa ia tidak salah baca.
"Apa benar rapalan mantranya seperti ini?" tanya Adam pada dirinya sendiri.