Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Pembicaraan Dengan Catur


"Aku nggak nyangka ternyata Kakekmu masih peduli padamu. Dia masih memberimu uang yang tidak diketahui oleh anak-anaknya yang lain," ucap Catur setelah Agnez pulang. Sekarang, hanya ada Catur dan Adam.


"Itu adalah uang yang diberikan Kakek sebelum dia meninggal. Ini adalah rekening tersendiri yang tidak diketahui oleh paman dan bibiku," jelas Adam.


Ini adalah alasan yang Adam persiapkan sebagai alibi sumber uangnya. Tidak mungkin ia tidak memberikan alasan kuat kepada orang-orang disekitarnya. Uang enam miliyar bukanlah nominal yang kecil. Apalagi, di kemudian hari kemungkinan besar Adam akan mengeluarkan uang yang lebih banyak lagi.


Lagi pula, Adam tidak sepenuhnya berbohong mengenai asal usul uang ini. Secara tidak langsung, ini adalah warisan dari Almarhum Kakeknya. Adam tidak akan pernah bisa mendapatkan uang sebanyak ini dalam waktu cepat tanpa adanya pintu ajaib yang ada di ruang bawah tanah rumah warisannya.


"Aku mengira Kakekmu itu tidak peduli padamu. Dia hanya memberimu sebuah rumah reyot yang nggak layak huni. Tapi, ternyata dia sudah memberimu lebih sebelum dia meninggal," ucap Catur.


"Kamu sudah cukup cerdik dengan mengembangkan uang itu untuk membeli saham dari perusahaan lain. Perusahaan yang Kamu beli ini, memiliki kinerja yang bagus. Uangmu akan aman dan berkembang nantinya. Jika Kamu tidak mengelolanya, uangmu itu akan cepat habis tanpa Kamu sadari," jelas Catur.


"Aku tahu, Om Catur. Aku sekarang masih tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saham yang aku beli ini, aku jadikan sebuah investasi jangka panjang untuk masa tuaku nanti," jelas Adam.


"Itu sangat bagus. Kau berpikir sampai ke masa depan. Ah ya, akun hampir lupa. Sebelumnya Kamu memintaku untuk mencari tahu apakah ada perusahaan yang ingin dijual atau tidak. Aku mendengar, ada sebuah pabrik kain yang akan gulung tikar."


"Pabrik itu nggak hanya ngejual kain aja, tapi mereka juga mulai memproduksi pakaian sekarang. Alasan mereka gulung tikar, karena terlalu cepat mengembangkan bisnis mereka. Pabrik ini awalnya hanya memproduksi kain. Beberapa bulan belakangan mereka mulai memproduksi pakaian. Ingin membuat arus keungan mereka terganggu," jelas Catur.


"Sebuah pabrik kain yang juga memproduksi pakaian? Memangnya, berapa nilai dari parbik itu, Om?" tanya Adam.


Laki-laki itu tidak menyangka mendapatkan kabar bagus dari Catur. Para bangsawan di Benua Guerio sekarang ini cukup tertarik dengan pakaian yang Adam bawa. Jika Adam memiliki pabrik yang memproduksi pakaian sendiri, maka ia tidak perlu khawatir akan pasokan barang.


Apalagi, sekarang ia sudah melakukan kerja sama dengan Guild Merchant. Adam bisa memasok ratusan atau bahkan ribuan pakaian ke mereka. Cabang dari Guild Merchant sudah tersebar luas di Benua Guerio.


Pakaian yang Adam produksi di pabril ini, bisa ia jual degan harga murah sebagai pakaian sehari-hari rakyat biasa. Sementara itu, untuk para bangsawan, Adam bisa membelikan mereka baju-baku bermerek yang memiliki kualitas tinggi.


"Pemilil pabrik itu berharap parbik ini segera terjual. Jadi, harga yang dia minta tidaklah terlalu besar menurutku. Dia meminta dua puluh miliyar untuk pabrik beserta peralatan di dalamnya. Beberapa orang sudah mencoba menawar menjadi lima belas miliyar, tapi ditolak oleh pemilil pabrik itu," jelas Catur.


"Apakah Kamu berniat membelinya?"


"Dua puluh miliyar ya," gumam Adam.


"Ah, aku seharusnya tanya dulu padamu apakah Kamu punya uang sebanyak itu atau tidak. Sepertinya, Kamu perlu ngasih tahu aku berapa harga tertinggi yang mampu Kamu bayarkan," tanya Catur.


Dua puluh miliar uang di Planet Biru setara dengan sepuluh hingga sebelas ribu emas Kyra. Uang sebanyak itu sekarang bukan menjadi nominal yang besar untuk Adam. Sekarang, ia sudah mengantongi lebih dari tiga puluh ribu emas Kyra setelah menjual barang-barang miliknya ke para bangsawan.


Adam hanya perlu menjual emas yang ia punya. Sebelum itu, Adam perlu melebur semua emas yang akan ia jual.


"Kamu beneran pengen ngebeli pabrik itu? Kamu bahkan belum ngeliatnya, tapi Kamu bisa yakin gitu aja?" tanya Catur heran.


Cara Adam menanggapi kabar yang Catur bawa terlihat sangat biasa saja. Adam seolah tidak menganggap uang dua puluh miliyar adalah nominal yang besar. Tanpa melihat penilaian mengenai parbik itu, atau melakukan peninjauan langsung, Adam sudah setuju begitu saja untuk membeli pabrik tersebut.


"Iya, Om. Aku rasa tidak buruk memiliki pabrik pakaian. Aku hanya perlu mempersiapkan uanya untuk mengakuisisi pabrik tersebut," jelas Adam.


"Adam, aku jadi ingin mengenalkanmu kepada seseorang. Dia bisa membantumu menjadi lebih kaya lagi," ucap Catur tiba-tiba.


"Siapa Om?" tanya Adam penasaran.


Menjadi kaya adalah hal yang cukup mudah untuk Adam. Ia bisa mendapatkan uang miliyaran dalam waktu singkat. Namun, Adam tidak pernah menolak kesempatan untuk bisa memperkaya diri. Jika ada yang bisa membuatnya jadi lebih kaya, maka Adam akan melakukannya.


"Dia adalah temanku, Genta. Dia adalah seorang manager investasi. Kamu bisa menyerahkan sebagian besar hartamu untuk dia kelola. Uangmu itu akan dipakai untuk membeli beberapa saham. Tidak hanya itu, dia juga akan memberilan beberapa saran keuangan agar uangmu tetap tumbuh sehat," jelas Catur.


"Seperti itu rupanya. Baiklah, aku tidak masalah dengan hal itu, Om Catur. Aku akan mempersiapkan uang yang aku punya agar dikelola oleh temanmu itu. Dua puluh miliar mungkin sudah cukup bukan?" tanya Adam dengan santai.


Ucapan Adam ini cukup mengejutkan bagi Catur. Lagi-lagi, Adam seolah menggampangkan uang yang ia miliki. Sudah jelas jumlah uang yang akan Adam serahkan ini bernilai miliyaran. Akan tetapi, ia tidak terlihat memusingkan nomila sebanyak itu.


"Sebenarnya, berapa banyak uang yang Adam terima dari kakeknya? Kenapa dia tidak terlihat pusing memikirkan pembagian uang yang ia miliki?" gumam Catur.


Uang untuk membeli pabrik kain serta uang yang Adam persiapkan untuk dikelola oleh teman dari Catur sudah bernilai empat puluh miliyar. Belum lagi uang yang Adam keluarkan untuk membeli saham dari Agnez. Itu saja enam miliar.


Ini membuat Catur menyimpulkan bahwa uang yang Adam terima dari Kakeknya bernilai lebih dari lima puluh miliyar. Itu adalah nominal yang sangat besar. Sepupu Adam yanh lainnya saja tidak mendapatkan uang sebanyak itu.


"Sepertinya Kakek Adam masih sangat menyayanginya. Terbukti Adam mendapatkan uang yang lebih banyak dari sepupunya yang lain," gumam Catur.