
"Semua itu tergantung dengan kualitas rune buatanmu. Jika rune buatanmu memiliki kualitas baik, maka aku akan bekerja sama denganmu," jawab Adam.
Dari penjelasan Marco tadi, Adam tahu bahwa bisnis keluarga Marco mengalami penurunan. Tidak ada lagi yang menjadi penerus pandai besi di keluarganya. Ini membuat Adam mempertanyakan kualitas rune yang dibuat oleh Marco.
Memang, sebelumnya Adam sudah menjanjikan untuk membalas budi kepada Marco. Namun, laki-laki itu tidak mau mempertaruhkan bisnisnya hanya untuk membalas budi. Adam masih bisa memberikan hadiah lain untuk Marco.
"Kau tenang saja, Tuan. Meski di keluargaku sekarang sudah tidak ada lagi pandai besi, tetapi kualitas rune buatan kami masihlah yang terbaik," jawab Marco dengan penuh percaya diri.
Laki-laki itu sudah bisa menebak bahwa Adam ragu dengan rune buatannya. Cukup banyak orang yang memiliki pemikiran yang sama dengan Adam dengan menganggap kualitas rune milik keluarga Smith juga mengalami penurunan.
"Aku tidak perlu janjimu. Lebih baik, Kau tunjukkan langsung padaku bagaimana kualitas rune milikmu," jelas Adam.
"Tentu," ucap Marco yang sekarang memperlihatkan senyuman lebar. Laki-laki itu cukup senang Adam mau memberinya kesempatan. Tidak seperti orang lain yang langsung pergi tanpa melihat hasil rune buatan Marco.
Marco lalu mengajak Adam dan Jason masuk ke dalam loka karya miliknya. Lantai satu bangunan ini berfungsi sebagai sebuah toko. Di dalamnya sudah ada berbagai senjata yang dipajang.
Mulai dari pedang pendek, pedang panjang, tongkat sihir dengan berbagai ukuran, sampai dengan baju zirah. Semua ada di lantai satu ini. Meski dari luar bangunan ini nampak tidak terawat, tetapi bagian dalamnya sangat bersih dan terawat. Tidak ada debu atau pun sarang laba-laba yang terlihay di sini.
Adam mengira Marco akan mengajaknya menuju ke lantai dua. Namun, laki-laki itu ternyata mengajak Adam dan Jason turun ke ruang bawah tanah bangunan ini.
Di ruang bawah tanah ini, ada beberapa meja yang tertata rapi. Beberapa almari yang memiliki kompartemen terlihat mengelilingi ruangan. Terdapat label di setiap kompartemen tersebut. Sepertinya, almari itu dipakai untuk menyimpan bahan-bahan untuk memproduksi rune.
Di ruang bawah tanah ini, sudah ada lima orang yang terngah sibuk dengan pekerjaan mereka. Kedatangan Adam dan yang lainnya tidak mengganggu pekerjaan mereka. Adam mengangguk pelan, mengapresiasi fokus dari kelima orang ini.
"Ini adalah loka karya milik keluargaku. Mereka adalah sepupu dan beberapa temanku yang bekerja di loka karya ini," jelas Marco.
Laki-laki itu kemudian mengajak Adam dan Jason menuju salah satu meja kerja kosong yang ada di sana. Terdapat cukup banyak barang yang berserakan di atas meja tersebut, membuatnya telihat sangat berantakan.
"Maaf, aku belum sempat membereskan mejaku ini," ucap Marco sembari menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Tidak masalah."
"Kalau begitu, aku akan memulai membuat rune pada barang-barang milikmu, Tuan. Bisakah Kau meminjamkan barang milikmu untuk aku berikan rune? Lalu, izinkan aku untuk memodifikasi barang tersebut," pinta Marco.
"Tentu," ucap Adam yang langsung mengeluarkan sebuah jam tangan dari cincin ruang miliknya. Laki-laki itu tidak mengatakan rune seperti apa yang ia inginkan. Adam memberikan kebebasan kepada Marco untuk melakukan modifikasinya.
Ini juga sebagai tes untuk Marco. Modifikasi seperti apa yang laki-laki itu lakukan pada jam tangan milik Adam. Ini juga akan menunjukkan seberapa kreatif Marco.
Marco lalu mengamati jam tangan tersebut dengan rinci. Ia nampak memikirkan modifikasi seperti apa yang akan ia berikan pada jam tangan ini. Setelah lima belas menit mengamati, Marco terlihat memulai pekerjaannya.
Pena tersebut nampak berbeda dari pena yang selama ini Adam ketahui. Itu terlihat seperti pena tinta dari abad pertengahan, tetapi terlihat berbeda. Marco tidak membutuhkan tinda untuk membuat runenya. Lalu, dari yang Adam amati, tidak ada tempat khusus untuk menyimpan tinta pada pena tersebut.
Ketika ujung pena itu bersetuhan dengan jam tangan, Adam bisa melihat garis-garis berwarna keemasan muncul di sana. Goresan demi goresan Marco buat di atas jam tangan tersebut. Adam sendiri tidak bisa menjelaskan dengan rinci hasil dari goresan itu.
Dua puluh menit kemudian, Marco selesai memberikan goresan pada jam tangan tersebut. Adam kira proses pemberian rune juga selesai di sini. Namun, Marco masih membawa jam tangan tersebut ke sebuah lingkaran yang ada di tengah-tengah meja.
Marco meletakkan kedua tangannya di sisi lingkaran tersebut. Laki-laki itu kemudian menggumamkan sesuatu. Sepertinya sebuah mantra untuk menyelesaikan prosesi pemberian rune ini. Cahaya putih yang cukup menyilaukan pun muncul dari lingkaran tersebut.
"Ini sudah selesai, Tuan. Aku sudah memberikan rune pada barang milikmu ini. Sekarang, ini bisa disebut sebagai benda sihir," ucap Marco.
"Jadi, rune seperti apa yang Kau tambahkan pada jam tangan ini?" tanya Adam.
"Aku membuat jam tangan itu tidak mudah rusak. Meski terkena serangan sihir sekali pun, jam tangan itu akan tetap utuh dan berfungsi dengan baik. Lalu, aku juga membuatnya menjadi terang di gelapnya malam. Kau bisa melihat dengan jelas angka-angka yang ada dibdalam jam tersebut dengan jelas," ucap Marco.
"Ini tidak berhenti di situ saja, aku juga menambahkan pemanas pada jam tangan tersebut. Ketika musim dingin tiba, pemakai jam tangan itu akan merasakan rasa hangat di tangan mereka," jelas Marco.
Mata Adam berbinar mendengar penjelasan Marco. Meski ini bukan rune yang luar biasa, tetapi itu adalah modifikasi yang cukup bagus untuk sebuah jam tangan. Adam sangat menyukai fitur penghangat yang Marco tambahkan.
"Jadi, berapa biaya yang harus aku keluarkan untuk menambahkan tiga rune ini?" tanya Adam.
"Ini tiga ribu emas Kyra, Tuan Adam," jawab Marco.
"Tiga ribu emas Kyra? Sebanyak itu?"
Adam tidak menyangka biaya yang dikeluarkan untuk membuat rune ini semahal itu. Harga jam tangan yang ia jual paling mahal berada di harga dua ratus emas Kyra. Penambahan rune ini lima belas kali lipat lebih mahal daripada harga jam tangannya sendiri.
Pantas saja para bangsawan di Benua Guerio tidak terlalu memusingkan harga yang Adam tetapkan. Mereka bahkan memborong cukup banyak jam tangan tanpa memikirkan harga. Ini memanglah barang murah untuk mereka.
"Iya, Tuan Adam," jawab Marco.
"Lalu, jika Kamu hanya ngasih satu rune saja di jam tangan ini, apakah harganya akan tetap semahal itu?"
"Harganya tidak terlalu berbeda. Jika aku menaruh satu buah rune, maka biaya produksinya adalah dua ribu emas Kyra. Dua ribu lima ratus emasKyra untuk dua buah rune. Perbedaannya tidak terlalu besar, Tuan Adam," jelas Marco.
"Ini adalah harga yang wajar, Tuan Adam. Biaya pembuatan rune, sekali pun itu adalah rune yang sederhana, memang semahal ini. Semakin rumit rune yang dipasang, maka harganya juga akan semakin mahal," imbuh Jason.