Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Kemarahan Adam (1)


Adam memperhatikan dengan seksama Marco dan rekannya yang lain yang sekarang tengah menambahkan rune pada jam tangan miliknya. Mereka berenam sudah membagi proses pemberian rune menjadi beberapa bagian seperti yang Adam sarankan.


Adan menyarankan hal ini mengingat sistem produksi yang ada di Planet Biru. Beberapa pabrik tidak memproduksi barang sekali jadi. Mereka membaginya menjadi beberapa bagian. Itu membuat pekerjaannya jauh lebih cepat.


Tidak hanya itu, kualitasnya juga jauh lebih baik karena seseorang memegang bagian produksi tertentu dan mereka menguasainya. Berfokus untuk melakukan hal yang terbaik di satu bidang jauh lebih baik daripada mencoba memproduksi satu benda sekaligus.


"Tuan Adam, aku tidak menyangka idemu ini cukup bagus. Merkea memproduksi rune semakin cepat sekarang," ucap Jason yang ikut mengamati semuanya.


Dengan keenam orang ini bekerja sama, setidaknya mereka bisa memproduksi enam jam tangan dengan rune dalam waktu satu jam. Namun, dalam setengah jam, mereka sudah berhasil memproduksi delapan buah jam tangan dengan rune.


Adam hanya tersenyum lebar. Ia tidak menyangka rencananya ini benar-benar berhasil. Produksi rune di jam tangannya jauh lebih cepat daripada sebelumnya.


Tiga setengah jam kemudian, Marco dan kelima rekannya selesai dengan penambahan rune di kelima puluh jam tangan milik Adam. Meski mereka bekerja tiga setengah jam tanpa henti, keenam laki-laki itu tidak nampak kelelahan.


Dari ekspresi yang mereka perlihatkan, keenam laki-laki tersebut justru nampak bahagia. Senyum lebar terlihat menghiasi wajah mereka. Jika Adam masih memiliki jam tangan di cincin ruang miliknya, ia yakin keenam laki-laki ini akan dengan bersemangat melakukannya tanpa melakukan istirahat.


"Tuan Adam, terima kasih. Usulanmu ini benar-benar membantu kami. Aku tidak pernah menyangka dengan membagi pekerjaan seperti ini, produksi rune di loka karya miliknya jauh cepat daripada sebelum-sebelumnya," ucap Marco yang tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya.


Jika mereka memproduksi rune ini menggunakan cara sebelumnya, maka mereka baru bisa menyelesaikan kelima puluh jam tangan ini setelah sembilan jam. Namun, sekarang ini mereka hanya perlu menghabiskan waktu tiga setengah jam saja.


"Tidak hanya itu, Tuan Adam. Setelah aku hitung lagi, biaya untuk memproduksi rune ini jauh lebih murah daripada sebelumnya," jelas Marco.


"Benarkah? Berapa biaya untuk memproduksi rune-rune ini sekarang?" tanya Adam begitu bersemangat.


Memproduksi lebih banyak memang bisa memberi Adam keuntungan. Namun, jika biaya produksi jauh lebih murah daripada sebelumnya, maka keuntungannya jauh lebih banyak lagi.


"Ya, Tuan Adam. Jika sebelumnya biaya produksi ketiga rune ini bisa mencapai tiga ribu emas Kyra, sekarang, kita hanya perlu memerlukan sepertiganya saja," jelas Marco.


"Sebanyak itu? Jika aku tegap menjualnya dengan harga normal, maka keuntungan yang aku dapatkan akan jauh lebih banyak lagi," jelas Adam.


Dengan biaya produksi sebelumnya, Adam bisa mendapatkan keuntungan dua hingga tiga ribu emas Kyra. Jika ia menambahkan keuntungan tersebut dengan perbedaan biaya produksi yang sekarang dengan sebelumnya, maka uang yang akan Adam dapatkan akan lebih banyak lagi.


"Aku juga berpikir demikian, Tuan Adam. Dengan produksi yang semakin cepat dan banyak, serta penjualan dengan harga normal, kita akan mendapatkan keuntunngan yang lebih besar lagi, Tuan Adam," ucap Marco.


"Kalau begitu, Tuan Adam. Apalah Kau bersedia bekerja sama dengan Kami?" tanya Marco dengan penuh antisipasi.


"Tentu saja. Aku akan senang hati bekerja sama denganmu. Kau sudah membuktikan padaku bahwa kemampuanmu memang sebagus itu," jelas Adam.


Sekarang, ia memiliki harapan untuk kembali menghidupkan bisnis keluarganya ini. Jika ia mengikuti Adam, Marco sangat yakin bisnis keluarganya ini bisa berkembang jauh lebih pesat. Bahkan, sangat memungkinkan bagi Marco kembali mencapai kejayaan yang pernah keluarga Smith capai.


"Ya, aku harap kerja sama kita bejalan dengan baik. Mari menumpuk kekayaan bersama-sama," jawab Adam.


Jason yang melihat hal itu seakan tahu perbedaan di antara dirinya dengan pedagang yang sukses di luar sana. Para pedagang seperti Adam ini benar-benar mau mengambil resiko. Padahal, resiko yang bisa menimpa mereka sangatlah besar.


Ada kemungkinan dia akan kehilangan semua harta miliknya. Namun, Adam dengan santainya mengabil resiko yang sangat besar itu. Mungkin keberanian yang seperti ini yang membuat seorang pedagang bisa sukses.


...


Adam tidak bisa berhenti menggumamkan lagu kesukaannya. Sekarang ini, ia membawa pulang lebih dari seratus ribu emas Kyra. Angka yang tidak sedikit semenjak ia mendatangi Benua Guerio. Dengan uang sebanyak ini, banyak yang bisa Adam lakukan. Ia bisa memulai melaksankan rencana balas dendamnya.


Seratus ribu emas Kyra ini setara dengan seratus sembilan puluh dua miliar. Itu memang belum seberapa banyak. Namun, ini sudah cukup untuk memulai balas dendamnya. Seiring berjalannya waktu, Adam sangat yakin uang yang ia miliki bertambah semakin banyak. Dengan begitu, serangan balas dendamnya akan jauh lebih kuat daripada sebelumnya.


Senyum di wajah Adam langsung hilang setelah ia sampai di kamar utama rumahnya. Ini karena ia mencium bau sesuatu yang hangus terbakar. Laki-laki itu langsung berlari keluar kamar, ingin tahu sumber bau hangus benda yang terbakar tersebut.


Adam takut yang terbakar adalah rumahnya ini. Ia belum sepenuhnya merenovasi rumah ini. Meski seperti itu, akan sangat menyakitkan jika rumah ini benar-benar terbakar.


Setelah menyusuri sekeliling rumah, Adam tidak menemukan apa pun yang terlihat terbakar. Semua masih terlihat normal sama seperti sebelumnya. Tidak ada barang yang berantakan atau pun hilang di dalam rumahnya.


"Dari mana asalnya bau hangus tersebut? Tidak ada yang berbeda dari sebelumnya. Jadi, apa yang sebenarnya terbakar? Apakah ada seseorang yang membakar sesuatu di dekat sini?" gumam Adam.


Rumah Adam ini bisa dibilang berada di kampung. Masih ada beberapa warga yang memilih membakar sampah milik mereka. Bisa jadi, bau hangus yang Adam cium berasal dari sisa pembakaran yang warga sekitar lakukan.


"Sialan. Siapa yang melakukan hal ini!" teriak Adam dengan lantangnya.


Bau hangus yang Adam cium ternyata bukan berasal dari bekas pembakaran sampah yang warga sekitar lakukan. Itu berasal dari mobil miliknya, mobil yang baru beberapa hari ia miliki.


Mobil tersebut sekarang hanya tinggal kerangkanya saja. Tidak hanya itu, Adam juga melihat bekas pengerusakan pada mobilnya. Beberapa bagian mobilnya terlihat penyok akibat pukulan benda tumpul. Ban mobilnya juga sudah dicopot dan dibakar sedikit lebih jauh daripada badan mobil yang lainnya.


Semua itu memperlihatkan satu hal. Ada orang yang dengan sengaja membakar mobil miliknya ketika Adam pergi ke Benua Guerio.


"Aku rasa, aku tahu siapa yang melakukan hal ini. Aku yakin Brian adalah pelaku dari pengerusakan mobilku ini. Sepertinya, aku harus memberi pembelajaran yang berharga kepada mereka."


"Sudah sangat lama mereka menindasku. Sekarang, sudah saatnya aku membuat mereka merasakan apa yang selama ini aku rasakan," gumam Adam.