Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Ponsel? (1)


"Jadi kapan jam tangan pesananku selesai dibuat?" tanya Lady Vrite.


"Apa yang Kamu bawa sekarang? Apa Kamu memiliki barang baru lagi? Aku ingin barang yang bisa membuatku bertambah cantik. Hal yang mirip seperti pewarna bibir milikmu," ucap Mary.


"Tuan Pedagang, aku datang dari Kota Akroi. Aku mendengar Kamu banyak menjual barang-barang unik dari negeri yang jauh. Apakah Kamu bisa menjual semua barang itu ke Kami?" tanya salah seorang perempuan.


"Tuan Pedagang, datanglah ke Kota Star Wood. Banyak bangsawan yang mendengar mengenai dirimu. Pasti banyak yang ingin membeli barangmu," sahut yang lainnya.


Cukup banyak suara yang Adam dengar secara bersamaan. Para bangsawan perempuan di depannya ini tidak memiliki niatan untuk bergantian dalam berbicara. Mereka seolah-olah ingin berlomba mengutarakan apa yang ada dibenak mereka. Adam cukup bingung mengikuti pembicaraan merkea.


Setidaknya, di depan sekarang sudah ada empat puluh bangsawan perempuan. Ini jauh lebih banyak daripada bangsawan yang ia temui dikunjungan terakhirnya. Keantusian mereka merupakan kabar baik bagi Adam.


Dalam sekali datang, dengan hanya menjual pewarna bibir, bisa membuat Adam mendapatkan uang sembilan miliar lebih. Sekarang, dengan adanya emoat puluh orang bangsawan perempuan di depannya, Adam pasti bisa mendapatkan lebih banyak lagi daripada itu.


Apalagi, kali ini Adam membawa beberapa produk kecantikan lainnya. Tidak hanya itu saja, ia membuat sesi menemui para bangsawan laki-laki di hari berikutnya. Dengan bertransaksi dengan mereka, sudah pasti emas Kyra yang Adam dapatkan jauh lebih banyak lagi.


"Para Lady yang terhormat, bisakah Anda sekalian bergantian dalam berbicara? Aku cukup pusing mendengarkan kalian berdebat seperti ini. Aku juga ingin kalian memberiku kesempatan untuk menjelaskan produk yang aku bawa," ucap Adam setengah berteriak.


Apa yang Adam lakukan ini nyatanya berhasil membungkam mulut para bangsawan ini. Mereka langsung terdiam dan menunggu Adam untuk memulai penjelasannya. Adam mengangguk pelan melihat para bangsawan ini masih mau diajak bekerja sama.


"Baiklah. Aku akan memulai penjelasanku. Lalu, jika ada salah satu di antara kalian yang ingin bertanya, tolong angkat salah satu tangan kalian. Dengan begitu, aku tahu siapa yang ingin bertanya," jelas Adam.


Laki-laki itu langsung mengeluatkan beberapa produk dari cincin ruang miliknya. Beberapa set pewarna bibir Adam tata rapi di meja. Tidak hanya itu saja, ia juga mengeluarkan pelembab, foundation, bedak, dan beberapa produk kosmetik lainnya. Alat-alat merias seperti kuas dan sebagainya, juga Adam tata dengan baik di meja tersebut.


Selain produk kecantikan, Adam juga mengeluarkan beberapa jam tangan, yang ia minta dari Agnez, sebagai contoh. Adam juga mengeluarkan gelas dengan berbagai bentuk dan ukuran.


Para bangsawan ini terlihat sangat senang melihat ragam barang yang Adam bawa. Terlebih lagi mereka yang berasal dari luar kota. Produk milik Adam ini tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Jadi, para bangsawan ini tidak sabar untuk mengetahui nama dan fungsi dari barang-barang yang Adam bawa.


Barang yang pertama yang Adam ambil untuk diperkenalkan kepada para bangsawan ini adalah gelas dengan berbagai bentuk dan ukuran. Ini adalah produk yang cukup sederhana, murah, dan yang pasti akan dibeli oleh semua bangsawan yang ada di sini.


"Lalu, kalian bisa melihat ini, bukan?" tanya Adam sembari menujuk sebuah gambar yang ia tambahkan di salah satu sisi gelas.


"Jika kalian memesan gelas padaku, aku bisa menambahkan lambang keluarga kalian di gelas ini. Bukankah itu nampak lebih mewah dan elegan? Ketika kalian menjamu tamu, mereka akan tahu bahwa gelas itu memang milik kalian."


"Tidak hanya itu, kalian juga bisa memberikan gelas ini sebagai hadiah kepada orang lain bukan? Kalian bahkan bisa mengganti lambang yang ada di sini dengan hal yang lain. Seperti sebuah foto misalnya," ucap Adam sembari mengangkat sebuah gelas yang menampakkan fotonya.


Adam menghentikan sejenak penjelasannya. Laki-laki itu lalu memandang para bansawan ini untuk melihat reaksi mereka. Ia bisa melihat mata mereka berbinar. Sepertinya mereka memang tertarik dengan gelas ini.


"Berapa memangnya harga dari gelas ini?" tanya salah seorang bangsawan.


"Tergantung dari bentuk dan ukuran yang kalian pilih. Untuk yang paling murah, aku menghargainya sepuluh emas Kyra untuk enam buah gelas. Itu tidak termasuk menambahkan lambang. Jika kalian ingin menambahkan lambang, maka kalian perlu membayar dua belas emas Kyra," jelas Adam.


Harga ini adalah harga yang sangat bagus untuk Adam. Menambahkan gambar di gelas tidak begitu mahal. Ketika Adam menanyakan hal ini ke percetakan, ia hanya perlu membayar seratus ribu untuk enam buah gelas.


Adam mulai mendengar diskusi-diskusi kecil di antara para bangsawan ini. Mereka sepertinya tertarik dengan penawaran Adam yang satu ini.


"Jika kalian tertarik, aku bisa mencatat pesanan kalian. Paling cepat empat hari lagi aku akan kembali ke Kota Red Stone untuk membawa pesanan kalian ini," ucap Adam.


"Aku pesan. Tolong catat pesananku," ucap salah seorang bangsawan perempuan.


"Baiklah, silahkan pilih mana gelas yang Kamu pesan, banyaknya, dan apakah Kamu butuh menambahkan lambanh keluargamu atau tidak," jelas Adam sembari mengeluarkan ponsel miliknya.


Sebenarnya Adam bisa menulis semuanya secara manual. Namun, akan lebih mudah jika mencatat semuanya di ponsel. Laki-laki itu sadar bahwa ponselnya masih berfungsi di Benua Guerio.


Daripada ia nanti harus menulis ulang data pesanan di ponselnya, lebih baik Adam mencatat langsung di ponsel. Ini lebih rapi dan terstruktur.