
"Eh, apa itu yang Kamu pegang, Tuan Adam? Apa itu benda sihir? Tapi aku tidak merasakan adanya mana di benda ini. Tapi kenapa itu bisa bercahaya dan bisa untuk menuliskan sesuatu," tanya Lady Deby yang tertarik dengan ponsel yang ada di tangan Adam.
Beberapa orang bangsawan juga tertarik dengan ponsel yang ada di tangan Adam. Benda itu sekilas terlihat seperti benda sihir, tetapi itu bukanlah benda sihir. Jadi, mereka penasaran dengan benda unik tersebut.
"Oh benda ini ya? Di tempatku ini namanya ponsel. Ini sebuah artefak yang bisa membantu untuk mempermudah komunikasi dan pertukaran informasi. Aku bisa menyimpan banyak informasi di benda ini," jelas Adam memperlihatkan ponsel miliknya.
Adam bisa melihat bahwa para bangsawan ini tertarik dengan ponselnya. Sebenarnya, Adam ingin sekali menjual ponsel ini di Benua Guerio. Namun, ponsel ini tidak akan berfungsi dengan baik di tangan para bangsawan ini.
Tidak ada listrik di sini. Bagaimana caranya mengisi daya ponsel jika sampai dayanya habis? Lalu, di Benua Guerio juga tidak ada sinyal internet. Fungsi utama sebuah ponsel adalah untuk alat komunikasi dan bertukar informasi. Jika tidak ada sinyal internet, maka ponsel ini tidak ada bedanya dengan rongsokan.
Adam masih memiliki nilai moral dan tidak menipu para bangsawan ini terlalu parah. Sudah cukup banyak emas yang ia dapatkan dari para bangsawan. Berjualan pewarna bibir sudah bisa membuatnya jadi milyarder.
Mungkin, jika Adam sudah menemukan cara untuk membuat tower pemancar sinyal atau semacamnya ke Benua Guerio, maka Adam akan membawa banyak ponsel untuk dijual di sini. Benda itu cukup adiktif. Adam yakin peminatnya akan lebih banyak lagi.
"Apa Kamu akan menjualnya juga?" tanya Lady Vrite.
"Maaf, untuk sekarang aku tidak bisa menjual ponsel ini. Masih ada hal yang perlu aku persiapkan jika aku ingin menjual ponsel ini ke kalian. Sekarang, kita lanjutkan saja pemesanan gelas tadi," ucap Adam.
Beberapa bangsawan masih terlihat ingin menanyakan hal lain kepada Adam. Terutama mengenai ponsel yang ada di tangannya. Namun, melihat Adam tidak memiliki niatan untuk membahas hal itu, mereka mengurungkan niat tersebut.
"Apakah masih ada lagi yang ingin memesan gelas ini?" tanya Adam setelah hampir semuanya sudah memesan gelas kepadanya.
Sudut bibir Adam langsung terangkat melihat jumlah gelas yang dipesan oleh para bangsawan ini. Di antara semua benda yang ia bawa dan jual di Benua Guerio, gelas adalah benda yang bisa memberikan keuntungan besar untuknya.
Setengah lusin gelas yang ia beli dengan harga tiga puluh ribu hingga lima puluh ribu, bisa ia jual dengan harga sepuluh koin emas Kyra atau setara dengan delapan belas juta lebih. Namun, benda ini cukup memakan cukup banyak ruang daripada benda lain yang ia jual.
Namun, melihat jumlah uang yang akan ia dapatkan, ia rasa semua ini cukup sepadan. Adam bisa mendapatkan tiga belas ribu emas Kyra dalam transaksi jual beli gelas ini. Itu setara dengan dua puluh tiga miliyar.
Para bangsawan ini menunjukkan sikap asli mereka yang tidak mau ketinggalan dengan bangsawan lainnya. Jumlah dan jenis gelas yang mereka beli, hampir sama semuanya. Bahkan, mereka masih memilih gelas termahal yang Adam jual.
"Sekarang, karena kalian tidak ada yang memiliki niatan untuk memesan gelas, aku akan membahas benda lain yang aku bawa. Benda-benda yang bisa membuat para Lady yang terhormat bisa menjadi lebih cantik dari yang sekarang," ucap Adam.
Mata para bangsawan perempuan itu terlihat berbinar mendengar ucapan Adam. Tidak ada perempuan yang menolak kesempatan untuk bisa menjadi lebih cantik dari sebelumnya. Mereka sekarang cukup antusias untuk mendengarkan penjelasan dari Adam.
Namun, Adam tidak mengambil satu pun barang yang ada di meja untuk memulai penjelasannya. Laki-laki itu justru mengeluarakan benda lain dari cincin ruang miliknya. Ini adalah benda aneh lain yang tidak pernah mereka lihat.
Dua puluh menit kemudian, Adam selesai menyusun benda-benda yang ia siapkan untuk membantu presentasinya. Sebagai seorang laki-laki, yang tidak mengenal kosmetik, Adam tentunya tidak bisa memberikan penjelasan mengenai setiap benda kosmetik yang ia bawa.
Oleh karena itu, Adam membawa sebuah televisi, sebuah genset untuk mensuplai daya, dan juga flashdisk guna membantunya memberikan penjelasan rinci. Adam memanfaatkan video beauty vlogger yang beredar di internet sebagai alat peraga pengenalan produk kosmetik yang ia bawa.
Adam kira dengan menggunakan video dari internet bisa membantunya meringankan bebannya. Namun, laki-laki itu salah besar. Setelah ia menyalakan televisi tersebut, masalah baru yang cukup serius pun muncul.