Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Perkelahian yang Tidak Terelakkan


"Kenapa kalian menginginkanku berhenti?" tanya Adam setelah membalikkan badannya.


Di depan Adam, sudah ada lima orang laki-laki yang kini memandangnya dengan tatapan tidak ramah. Jika tatapan bisa membunuh, kemungkinan besar Adam sudah mati karena menerima tatapan tajam dari mereka.


Di antara lima laki-laki yang memintanya berhenti, Adam mendapati keberadaan Mamat, calo penjual emas yang sebelumnya berdebat dengan Pakde Gani. Adam mengira, hubungan mereka tidaklah terlalu baik.


Mamat cukup sering membuat harga emas menjadi jauh lebih murah, sedangkan Pakde Gani berpikir itu bisa merusak harga pasar. Perdebatan mereka waktu itu membuat Adam menyimpulkan bahwa mereka tidak memiliki hubungan baik satu sama lainnya.


Namun, melihat Mamat bersama keempat laki-laki lainnya menghadang jalan Adam, membuat laki-laki mengubah pemikiran sebelumnya. Ternyata, Pakde Gani dan Mamat bersengkongkol. Bisa jadi, pedebatan mereka waktu itu hanyalah sebuah sandiwara saja.


Lalu, alasan mereka melakukan hal ini, karena Pakde Gani ingin menarik kepercayaan dari orang-orang yang berniat menjual emas. Jika mereka sudah cukup percaya, ada kemungkinan Pakde Gani akan melakukan sebuah rencana jahat kepada mereka. Merampok emas yang akan mereka jual misalnya.


"Serahkan semua emas yang Kamu punya jika Kamu ingin selamat. Jika tidak, Kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini," ucap salah seorang laki-laki yang berada di paling depan. Kemungkinan besar laki-laki ini adalah pemimpin dari kelima laki-laki yang menghadangnya.


"Seperti yang udah aku duga. Mereka emang niat ngerampok emas yang aku punya," gumam Adam dalam hati.


Pertanyaan Adam mengenai batas maksimal emas yang bisa Pakde Gani beli, juga memberikan informasi bahwa emas yang Adam bawa tidaklah sedikit. Itu membuat mereka berpikir uang yang mereka dapatkan akan sebanding dengan resikonya. Jadi, mereka memutuskan untuk merampok Adam.


"Emas? Aku sama sekali nggak bawa emas. Jadi, kenapa kalian tiba-tiba meminta emas kepadaku?" tanya Adam yang bersikap tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh kelima laki-laki ini.


"Heh." Mamat langsung mendengus mendengar ucapan Adam. "Tidak membawa emas, katamu? Nggak mungkin. Kamu baru aja keluar dari tempat Pakde Gani. Aku dengar Kamu juga ingin menjual emas dalam jumlah besar. Sekarang, Kamu bilang Kamu nggak punya emas? Omong kosong," teriak Mamat.


"Pasti dia menyembunyikan emas itu di tubuhnya, Mas Aryo. Aku yakin dia nyoba ngelabuhin kita," lanjut Mamat.


"Kamu benar, Mat. Kita nggak percaya ucapan laki-laki ini. Jadi, karena dia menolak bekerja sama setelah kita ngomong baik-baik, lebih baik kita ajak dia bicara dengan tangan kita," jawab Mas Aryo, yang merupakan pemimpin para preman ini.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, kelima laki-laki itu langsung berlari mengerubungi Adam. Salah satu dari mereka lalu memulai serangak dengan memukul Adam.


Itu membuat laki-laki itu mundur beberapa langkah sebelum kemudian terjatuh. Laki-laki itu langsung tidak sadarkan diri setelah menerima pukulan keras dari Adam.


Sebagai seseorang yang ahli bela diri, cukup mudah bagi Adam membuat seseorang tidak sadarkan diri dengan satu pukulan. Melawan lima orang sekaligus juga sedikit merepotkan, tetapi itu tidak akan membuatnya kewalahan.


Jatuhnya teman mereka rupanya tidak membuat yang lainnya merasa takut. Mereka justru marah karena Adam menyakiti teman mereka.


"Berani sekali Kamu membuat temanku pingsan. Akan aku buat Kamu menyesal karena sudah melakukan ini kepada temanku," ucap Mas Aryo.


"Aku nggak boleh ngehajar teman kalian, tapi kalian boleh ngehajar aku sesuka kalian. Apa begitu maksudmu? Jangan bercanda. Aku nggak akan ngelakuin hal sebodoh itu," jelas Adam.


"Cih." Adam langsung meludah. Ludahnya itu jatuh tepat di sepatu Mas Aryo. Ini membuat laki-laki itu marah.


"Kurang ajar. Semuanya, serang bersamaan. Aku akan menguliti laki-laki ini. Berani sekali dia meludahi sepatu milikku," ucap Mas Aryo berapi-api. Laki-laki itu lalu mengeluarkan sebuah pisau lipat dari saku belakangnya. Sepertinya dia akan berkelahi dengan lebih serius sekarang.


Tidak hanya Mas Aryo dan anak buahnya saja yang serius, Adam yang melihat orang-orang ini melibatkan senjata tajam dalam perkelahian mereka membuatnya juga berubah menjadi lebih serius. Jika lengah sedikit, pisau itu bisa melukainya. Bahkan, pisau itu bisa mengambil nyawanya.


Rupanya, tidak hanya Mas Aryo saja yang membawa pisau. Ketiga laki-laki lainnya juga mulai mengeluarkan pisau lipat milik mereka.


"Rupanya kalian berniat membunuhku dan merebut barang milikku, ya? Aku rasa, kalian juga sering melakukan hal ini bukan?" tanya Adam.


Jelas sekali preman-preman ini tidak memiliki niatan untuk melepaskan Adam. Meski Adam memberikan emas yang ia miliki sekali pun, mereka tidak akan membiarkannya lepas begitu saja.


Ini membuat tatapan Adam menjadi dingin. Orang jahat dan kejam memang tidak pernah habis. Mereka akan mencari kesempatan untuk mencelakai seseorang, meski orang itu tidak melakukan apa pun. Seperti Adam saat ini.