
"Lalu, berapa biasanya harga yang Kau patok untuk menjual benda sihir seperti ini?" tanya Adam. Ia berharap keuntungan yang bisa ia dapatkan dari penjualan jam tangan yang sudah dimodifikasi ini cukup besar.
"Aku rasa Kau masih bisa menjual jam tangan ini di harga lima hingga enam ribu emas Kyra Tuan Adam."
"Sebanyak itu?"
Seribu emas Kyra saja setara dengan satu koma sembilan miliar. Jika ia mendapatkan keuntungan lebih dari dua ribu emas Kyra, maka keuntungan yang ia dapatkan bisa mencapai lima miliar rupiah. Ini bukan lagi keuntungan dari penjualan belasan jam tangan, tetapi satu buah jam tangan.
"Harga umum benda sihir memang sebesar itu, Tuan Adam. Peminatnya juga tidak pernah surut," jelas Jason.
"Begitu rupanya. Lalu, apakah Kamu menbutuhkan waktu selama itu hanya untuk membuat satu rune?" tanya Adam. Setidaknya, Marco menghabiskan waktu satu jam untuk membuat satu rune ini. Adam tidak menyangka ini akan semerepotkan itu.
"Ya, Tuan. Proses memberikan rune memang memerlukan waktu selama itu. Ini adalah waktu tercepat yang bisa dicapai untuk membuat sebuah rune. Jika orang yang baru belajar melakukan ini, maka mereka membutuhkan waktu dua hingga tiga jam untuk membuat satu buah rune," jelas Marco.
"Selama itu?" tanya Adam tidak percaya.
"Memang selama itu, Tuan Adam. Apa yang dikatakan Tuan Muda Marco memang benar. Ini adalah proses tercepat yang bisa seseorang lakukan untuk membuat sebuah rune. Prosesnya cukup rumit dan memakan banyak waktu," jelas Jason.
"Apa semua itu harus dilakukan oleh satu orang? Maksudku, apa Kamu tidak bisa membagi proses produksi menjadi beberapa bagian dan membiarkan beberapa orang melakukannya?" tanya Adam.
"Maksudmu seperti apa, Tuan Adam? Aku tidak mengerti,"
"Mengoleskan cairan ini misalnya. Tidak bisakah satu orang melakukan bagian ini saja? Lalu, yang lain akan menambahkan sebuah rune di jam tangan, sedangkan rune lainnya dikerjakan oleh yang lain? Lalu, untuk penyelesaiannya, Kamu bisa menyerahkan kepada orang lain," jelas Adam.
Marco terdiam setelah mendengar penjelasan Adam. Laki-laki itu terlihat mengerutkan keningnya beberapa kali, nampak mempertimbangkan usulan yang Adam berikan ini.
"Aku tidak yakin apakah itu efisien. Namun, secara teori, hal itu bisa dilakukan," ucap Marco pada akhirnya.
"Kalau begitu, bisakah kita mencobanya sekarang? Tenang saja, aku akan membayar semua bahan yang kalian habiskan untuk memberikan rune pada jam tangan milikku," jelas Adan.
"Baiklah. Tunggu sebentar. Aku akan memanggilkan yang lain," ucap Marco.
Marco pun menghampiri rekannya yang lain yang masih sibuk dengan pekerjaan mereka. Nampaknya, Marco menjelaskan kepada mereka mengenai usulan yang Adam berikan.
"Tuan Adam, apakah Kau yakin akan melakukan hal ini?" tanya Jason yang ragu dengan usulan Adam.
"Aku sangat yakin. Memangnya kenapa Kamu keliatan ragu kayak gitu?" tanya Adam.
"Ini cukup beresiko, Tuan Adam. Bisa jadi, mereka tidak bisa menghasilkan satu rune pun jika mengikuti saranmu ini, Tuan Adam. Jika itu terjadi, maka Kau akan menanggung semua kerugian yang akan muncul karena kegagalan produksi ini," jelas Jason.
"Aku tahu itu, Jason. Marco sendiri sudah mengatakan bahwa secara teori, hal ini bisa dilakukan bukan? Meski begitu, masih ada resiko kegagalan. Namun, aku tidak akan pernah berkembang jika tidak berani mengambil resiko. Segala sesuatu ada resikonya, Jason."
Adam memiliki lebih dari seratus lima puluh ribu emas Kyra di cincin ruang miliknya. Uang itu bisa ia pakai untuk melakukan eksperimen pembuatan rune ini. Resikonya memang sangat besar. Akan tetapi, keuntungan yang mungkin bisa Adam dapatkan juga tidak kalah besarnya.
Jika eksperimennya ini berhasil, maka waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi rune menjadi lebih singkat. Bahkan, ada kemungkinan biaya produksi juga akan terpangkas. Jika itu terjadi, keuntungan yang bisa Adam dapatkan jauh lebih besar lagi daripada ini.
"Tuan Adam, aku sudah menjelaskan semuanya kepada sepupu dan teman-temanku. Aku juga sudah membagi bagian-bagian yang perlu mereka kerjakan. Sekarang, kami sudah sangat siap untuk membuat rune-rune itu pada jam tangan milikmu," ucap Marco.
"Baiklah."
Adam langsung mengeluarkan lima puluh buah jam tangan dari cincin ruang miliknya. Jason sendiri cukup terkejut dengan jumlah jam tangan ini. Bukankah rumah lelang Vredeburg sudah membeli semua barang-barang milik Adam? Lalu kenapa dia masih memiliki jam tangan sebanyak ini?
"Kerjakan dulu semua jam tangan ini. Aku percaya lada kalian," ucap Adam.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin," ucap Marco.
"Tuan Adam!" Belum sempat Jason menyelesaikan ucapannya, Adam sudah lebih dahulu mengangakat sebelah tangannya, meminta pengawalnya itu untuk diam.
"Aku tahu apa yang ingin Kamu ucapkan, Jason. Kamu pasti bertanya-tanya mengapa aku masih memiliki jam tangan sebanyak ini sementara rumah lelang Vredeburg memesan cukup banyak jam tangan bukan? Kamu juga bingung mengapa aku tidak menjual semua ini kepada mereka bukan?"
"Ya, Tuan Adam. Mengapa Kau melakukan hal ini?" tanya Jason.
"Ini aku lakukan untuk mempertahankan harga Jason. Semakain banyak jumlah barang di pasaran, itu membuat para pelanggan berpikir ini adalah barang yang sangat mudah diproduksi. Mereka juga akan berpikir bahwa jam tangan ini bisa dijual dengan harga yang lebih murah lagi."
"Dengan aku membatasi jumlah jam tangan yang aku jual kepada mereka, maka mereka akan berpikir bahwa jam tangan ini sulit untuk diproduksi. Jadi, mereka akan memaklumk jika aku menetapkan harga yang lebih mahal lagi," jelas Adam.
Jason langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Laki-laki itu cukup pusing memikirkan penjelasan Adam yang satu ini.
"Aku tidak mengerti, Tuan Adam. Otakku menjadi panas jika aku pakai untuk memikirkan hal seperti itu," ucap Jason.
"Intinya, dengan aku melakukan hal ini, aku bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar," ucap Adam pada akhirnya.
"Ah rupanya seperti itu, Tuan Adam. Kau cukup hebat bisa berpikir sejauh itu. Tidak hanya itu, Kau juga sangat hebat dalam merapalkan matra. Dari semua mage yang aku kenal, pelafalanmu adalah yang paling sempurna," jelas Jason.
"Tentu saja sempurna. Aku sudah berlatih menggunakan bahasa Inggris sejak kecil. Ini sudah menjadi bahasa keduaku, bukan lagi bahasa yang hanya dipakai untuk merapalkan mantra seperti yang kalian lakukan," gumam Adam dalam hati.
"Apakah Kamu bisa mengajariku beberapa mantra baru, Tuan Adam? Sudah cukup lama aku tidak mengalami perkembangan dalam mempelajari matra sihir. Aku butuh matra-mantra baru untuk menjadi lebih kuat lagi," jelas Jason.
"Itu hal yang mudah. Namun, sekarang ini aku ingin fokus untuk melihat perkembangan kerja dari para Rune Master ini, Jason. Setelah aku mengawasi pekerjaan mereka, aku akan mengajarimu beberapa mantra baru," janji Adam.