
"Guild Merchant? Eh, di sini ada hal semacam guild? Aku baru mendengarnya," ucap Adam.
"Ya, di sini ada Guild Merchant. Mereka adalah asosiasi pedagang yang tersebar di seluruh kota di Benua Guerio. Kau bisa menyewa salah satu toko milik Guild Merchant. Biasanya mereka memiliki satu dua toko kosong yang bisa Kamu sewa, Tuan Adam," jelas Baron Mard.
"Lalu, jika Kau tidak mau menyewa toko, Kau bisa menitipkan barang jualanmu ke Guild Merchant. Mereka yang nantinya akan membantumu menjual barang titipanmu. Tentunya Kau perlu memberi mereka komisi," lanjut Baron Mard.
"Iya, itu benar, Tuan Adam. Jika Kau menjadi anggota Guild Merchant, Kau bisa menerima semua keuntungan tadi. Aku lihat, beberapa barangmu tidak masalah untuk dititipkan di guild Merchant. Seperti gelas atau baju ini misalnya, Kau bisa menaruhnya di sana dan mereka akan membantumu berjualan," imbuh Baron Anderson.
Ucapan kedua baron ini membuat Adam sadar sistem penjualan yang ia lakukan tidaklah efisien. Ia tidak harus secara langsung menjual semua barang miliknya. Jika ada yang bisa membantunya menjual lebih banyak barang, itu akan lebih baik. Laki-laki itu bisa fokus untuk memperkuat diri.
"Mendengarkan penjelasan kalian, aku jadi cukup tertarik bergabung dengan Guild Merchant. Apa yang perlu aku persiapkan untuk bergabung dengan Guild Merchant?" tanya Adam.
"Tidak banyak yang perlu Kau persiapkan, Tuan Adam. Kau hanya perlu mengisi formulir dan juga membayar biaya anggota sebanyak seribu emas Kyra untuk satu tahunnya. Aku rasa, Kau sanggup membayar biaya keanggotaan tersebut bukan?" tanya Baron Anderson.
"Hanya itu rupanya. Kalau begitu, aku akan mendaftarkan diri untuk bergabung menjadi anggota Guild Merchant. Mungkin setelah aku menjual barang-barang milikku kepada kalian," jelas Adam.
"Kalau begitu, bolehkah kami tahu berapa harga pakaian yang Kau bawa ini?" tanya Baron Mard.
"Pakaian yang aku bawa ini memiliki kualitas yang sangat baik. Ini berasal dari pengerajin ternama. Jadi, meski pakaian ini tidak memiliki rune pelindung seperti pakaian di Benua Guerio, pakaian ini sedikit mahal. Satu potong pakaian aku jual mulai dari seratus lima puluh emas Kyra hingga lima ratus emas Kyra," jelas Adam.
"Itu memang sedikit mahal untuk pakaian yang biasa ini. Tapi, itu tidak terlalu masalah untukku. Sekarang, tolong catat pesananku. Aku ingin membeli cukup banyak pakaian. Kombinasi yang Kau tunjukkan cukup menarik bagiku, Tuan Adam," ucap Baron Mard.
"Tentu, Baron Mard," ucap Adam dengan senyuman lebar.
Pakaian yang sekarang Adam bawa adalah pakaian dari merek kenamaan. Meski itu bukan merek papan atas, tetapi kualitas dari pakaian ini cukup baik. Adam sadar, dibandingkan dengan jam tangan, yang jelas hanya memiliki desain yang sedikit, berjualan baju adalah pilihan yang lebih tepat.
....
"Jadi ini tempatnya," gumam Adam ketima ia sampai di depan gedung Guild Merchant.
Menurut Jason, yang tadi memberikan arah kepada Adam, gedung milik Guild Merchant ini adalah bangunan termegah, setalah istana kerajaan dan rumah milik beberapa bangsawan. Namun, dari yang Adam perhatikan, gedung ini tidak ada ala-apanya dibandingkan dengan bangunan di planet biru.
Meski tidak ada hal yang berbau sihir, peradaban di Planet Biru sudah sangat berkembang. Gedung tinggi pencakar langit tersebar cukup banyak di kota-kota besar. Sementara itu, gedung milik Guild Merchant, yang katanya adalah bangunan termegah, hanya memiliki lima lantai saja.
"Meski ini tidak semegah gendung pencakar langit di Planet Biru, bangunan ini sangatlah luas. Baron Anderson bilang kalau gedung ini juga menjadi pusat perbelanjaan. Mungkin ini mirip seperti mall di Planet Biru," gumam Adam yang kemudian memasuki gedung Guild Merchant.
"Selamat datang di Guild Merchant, Tuan! Ada yang bisa saya bantu? Barang apa yang ingin Anda beli?" tanya seorang pelayan segelah Adam memasuki gedung milik Guild Merchant.
"Aku tidak sedang mencari sesuatu. Aku ke sini berniat mendaftar menjadi anggota Guild Merchant," jelas Adam.
"Oh, rupanya Anda ingin mendaftarkan diri menjadi anggota guild. Kalau begitu, ikuti saya," ucap pelayan tersebut.
Adam lalu mengikuti pelayan tersebut menuju tangga yang terhubung ke lantai selanjutnya. Di kiri kanannya ada tumpukan barang yang tertata rapi di rak. Dari yang ia lihat, barang-barang di lantai dasar ini merupakan barang kebutuhan sehari-hari seperi tepung, minyak, bumbu masakan dan beberapa peralatan dapur.
Lalu, di lantai satu gedung Guild Merchant, ada beberapa meja dan kursi. Lantai satu ini terlihat seperti sebuah kafe menurut Adam. Atau mungkin orang di dunia ini menyebutnya sebagai kedai. Beberapa orang terlihat menikmati makanan yang mereka pesan.
Pelayan tadi lalu mengajak Adam menuju sebuah meja resepsionis yang ada di sudut ruangan. Sepertinya, selain menjadi kedai, lantai satu gedung Guild Merchant juga berfungsi sebagai kantor.