
"Ada apa ini, Pak?" tanya seorang laki-laki yang baru saja mendatangi mereka. Dari penampilannya, Adam yakin dia adalah manager dari toko ini.
"Aku ingin membeli sebuah mobil. Tapi, aku nggak mau dilayani oleh perempuan ini. Dia sudah membuatku kurang nyaman," jelas Adam.
Manager tersebut langsung memandang bawahannya. Ia ingin mendengar apa yang bawahannya itu katakan.
Ketika ditatap seperti itu, perempuan tersebut langsung mengibaskan tangannya dengan cepat. Seolah ingin membantah tuduhan dari Adam.
"Aku sama sekali nggak ngelakuin apa pun, Pak Budi. Justru, Kakak ini udah ngegangguku. Dia bertindak tidak sopan dan berniat melecehkanku," ucap perempuan tersebut, yang sekarang justru menuduh balik Adam.
Ucapan perempuan itu membuat Adam melebarkan matanya tidak percaya. Perempuan ini benar-benar sudah memutar balikkan fakta. Jelas-jelas dia tadi yang berusaha mendekatinya. Sekarang, justru dia menuduh Adam akan melakukan pelecehan.
"Aku sama sekali nggak ngekauin itu. Jangan nuduh aku sembarangan. Jelas-jelas aku nggak ngelakuin apa pun ke Kamu. Nyentuh aja enggak. Seenaknya aja Kamu nuduh aku melakukan pelecehan," ucap Adam membela diri.
Adam lalu mengedarkan pandangannya ke sekitar. Laki-laki itu mencari keberadaan kamera pengawas di sekitar toko. Jelas toko mobil seperti ini memiliki kamera pengawas di dalamnya.
Benar saja, Adam bisa menemukan keberadaan sebuah kamera yang kebetulan menghadap ke arahnya. Jika data rekaman kamera pengawas itu diputar, maka kebenaran mengenai hal ini bisa diungkap.
"Itu, coba lihat aja di kamera pengawas. Di sana sudah pasti ada bukti bahwa aku nggak ngelakuin apa pun ke Mbak ini," ucap Adam sembari menujuk ke arah salah satu kamera pengawas.
"Maaf, Pak. Tapi kamera pengawas itu mengalami kerusakan dan belum diganti," jawab manager toko bernama Budi itu.
"Rusak? Alasan klise macam apa itu? Apa semua kamera di sini rusak? Aku rasa kamera yang lain masih berfungsi dengan baik, bukan?" tanya Adam.
Laki-laki itu melihat keberadaan beberapa kamera pengawas lainnya. Sangat tidak mungkin seluruh kamera pengawas di toko ini mengalami kerusakan secara bersamaan.
"Maaf, Pak. Tapi semua kamera di sini memang mengalami kerusakan," aku Budi, yang terlihat tidak enak karena ketahuan bahwa semua kamera pengawas di sini sekarang hanya sebagai pajangan saja.
"Sepertinya kalian sengaja melakukan ini ya?" tanya Adam dengan nada dingin.
Namun, sudah menjadi rahasia umum jika dalam kasus seperti ini ucapan pihak perempuan lebih dipercaya daripada laki-laki. Adam perlu menjalani proses panjang pemeriksaan polisi jika memang ingin membersihkan namanya.
"Apa maksdumu, Pak?"
"Kalian sengaja menjebakku dengan tuduhan pelecehan seksual ini bukan?"
Sebelum Budi mengucapkan sesuatu, perempuan itu sudah terlebih dahulu memuka mulutnya. Kali ini, perempuan itu melakukan sesuatu yang lebih parah untuk bisa memojokkan Adam.
"Tetapi itu memang benar terjadi. Aku sama sekali nggak berbohong. Anda mencoba melakukan hal tercela kepadaku, bukan? Anda tiba-tibe mendekatiku dan mencoba menyentuhku. Anda memaksaku dengan mengancam tidak akan jadi membeki mobil di sini, bukan?" ucap perempuan tersebut.
Perempuan itu lalu menundukkan kepalanya, tidak mau bertatap muka langsung dengan Adam. Sebelah tangan memeluk perutnya sendiri, memperlihatkan sikap defensif. Lalu, tangannya yang lain begerak ke wajahnya, seolah-olah ingin mengusap air mata yang keluar dari sana.
"Hah." Adam langsung mendengus mendengar ucapan perempuan itu. "Aku nggak nyangka sebagai perempuan Kamu malah ngelakuin hal serendah ini. Seorang perempuan haruslah bisa menjaga martabatnya. Tapi, Kamu justru menginjak-injak harga dirimu sendiri dengan berbohong seperti ini," ucap Adam.
Ia tidak percaya perempuan ini benar-benar menyerangnya dengan tuduhan pelecehan seksual. Apa ini semua karena tadi ia meminta kepada Budi untuk mengganti seseorang yang melayaninya. Jika ia melakukan itu dan berhasil membeli mobil, maka bonusnya akan beralih ke orang lain. Demi sebuah bonus, dia rela berbuat seperti ini?
"Pak Budi, tolong lakukan sesuatu. Aku butuh keadilan, Pak. Apa kantor nggak bisa ngelindungin karyawannya dari hal kayak gini? Bu Agnez sudah berkali-kali bilang untuk melindungi karyawan terutama yang perempuan dari hal seperti ini, bukan?" ucap perempuan itu.
Ucapan perempuan ini membuat Budi dalam posisi sulit. Masalahnya kejadian ini belum sepenuhnya terbukti. Ia harus bersikap netral dan tidak memihak siapa pun di sini. Budi sudah cukup lama menjadi manager di toko mobil ini. Sudah terlalu banyak pula pegawai perempuan yang ia temui.
Beberapa pegawai perempuan memang mendapatkan pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pelanggan. Namun, tidak sedikit pula pegawai perempuan yang memang sengaja menggoda pelanggan kaya untuk bisa bersama mereka.
Dengan pengalamannya yang seperti itulah Budi tidak akan memihak tanpa bukti apa pun. Namun, pegawai ini yang membawa nama Agnez, pemilil toko ini, membuatnya berada di posisi sulit. Agnez sangat melindungi karyawannya. Ia tidak mau ada yang dilecehkan atau direndahkan di toko miliknya.
"Keadilan? Baiklah. Aku akan ngasih keadilan untukmu. Sekarang juga, kemasi barangmu dan pulanglah. Toko ini nggak butuh orang kaya Kamu kerja di tempat ini," ucap suara seorang perempuan.