
"Oh, ternyata Anda melebur sendiri emasnya ya, Pak Adam. Kalau begitu, tunggu sebentar. Aku perlu mengecek kemurnian dari emas mulikmu ini, Pak Adam," jawab Heru.
Adam langsung bernapas lega mendengar jawaban dari Heru. Laki-laki itu tidak menolak membeli emas miliknya. Dia hanya ingin mengecek keaslian dari emas yang Adam bawa
"Jalau begitu, tolong cek kemurnian dari semua emas milikku," ucap Adam yang sekarang mengeluarkan beberapa bongkahan emas.
Sebelumnya, emas yang ia keluarkan memiliki berat kurang lebih seratus gram saja. Sekarang, setelah mendapatkan lampu hijau dari Heru, Adam langsung mengeluarkan seluruh emas yang akan ia jual.
Emas-emas ini Adam dapatkan dari menjual pewarna bibir ke para bangsawan perempuan Kota Red Stone. Dari yang ia dengar, itu belum mencakup semua bangsawan perempuan di sana.
"Anda akan menjual emas sebanyak ini, Pak Adam? Apa Anda yakin, Pak Adam?" tanya Heru yang cukup kaget melihat jumlah emas yang Adam keluarkan.
"Kenapa memangnya, Pak Heru? Apakah Pak Heru nggak bisa ngebeli semua emas ini? Totalnya nggak terlalu banyak. Hanya tujuh kilo delapan ons," jawab Adam cukup santai.
"Hanya tujuh kilo delapan ons?" tanya Heru mengulang ucapan Adam.
Itu bukanlah angka yang kecil menurut Heru. Harga pembelian terendah emas saat ini adalah satu juta dua ratus per gram. Jika Heru menghitung berdasarkan harga tersebut, Adam bisa mendapatkan uang sembilan miliar tiga ratus enam puluh juta. Uang sebanyak itu Adam katakan hanya?
"Iya. Untuk sekarang hanya ini yang akan aku jual," jelas Adam.
Heru langsung menangkap sebuah informasi baru dari apa yang Adam ucapkan. Ini tidak akan menjadi yang terakhir kalinya untuk Adam menjual emas. Nasabah yang bisa dengan mudahnya menjual emas sebanyak ini bukanlah orang biasa.
Jika Heru berhasil membuat Adam mengdepositkan uang yang ia miliki itu, maka ia bisa mendapatkan bonus yang tidak sedikit di tahun ini. Apalagi, jika Adam terus menerus mengdepositkan uangnya.
"Kalau begitu, tunggu sebentar di sini, Pak Adam. Aku akan menghubungi orang yang akan membantu mengecek kemurnian emas milikmu," jelas Heru.
Selama dua jam selanjutnya, Adam mengikuti Heru untuk mengecek kemurnian emas miliknya. Laki-laki itu tidak terlalu mempermasalahkan menunggu lama untuk menyelesaikan semua ini. Nilai dari penjualan emas ini tidak sedikit. Jadi itu cukup wajar.
"Untuk harganya, apakah Anda tidak keberatan jika kami membeli emasmu dengan harga satu juta seratus dua puluh per gramnya?" tanya Heru.
"Tidak masalah untukku. Sekarang, kita bisa memulai proses pembayarannya, bukan?" tanya Adam.
Ia tidak menyangka Heru justru menaikkan harga emasnya sebesar dua puluh ribu. Dengan jumlah emas yang ia jual, bank perlu menambahkan seratus lima puluh enam juta dari harga yang Adam perkirakan. Tentu saja ia tidak menolal uang tambahan ini.
Proses pembayaran ini membutuhkan waktu sedikit lebih lama juga. Mungkin karena jumlah uang yang perlu diberikan kepada Adam, bukanlah angka yang kecil. Jadi, pasti ada prosedur lain yang perlu Heru lakukan.
"Pak Adam, aku sudah memasukkan semua uang milikmu ke dalam rekening baru ini, Pak Adam. Kartu itu juga sebagai penanda bahwa Anda adalah nasabah prioritas di sini," ucap Heru menyerahkan sebuah kartu berwarna hitam.
"Pak Adam, Anda juga bisa mengdepositkan uang Anda tersebut. Aku jamin, nilai return yang Anda dapatkan cukup memuaskan," tawar Heru.
"Maaf. Tetapi untuk saat ini aku sama sekali nggak memiliki minat untuk mengdepositkan uangku. Aku udah memiliki rencana lain dengan uang ini," jawab Adam.
Sekarang, Adam terlihat sangat tenang berada di depan Heru. Namun, hati laki-laki itu cukup bergejolak. Sembilan miliar. Di tangannya sudah ada rekening dengan uang sembilan miliar di dalamnya.
Ini bukan lagi uang yang hanya ia bayangkan bisa miliki. Uang ini sepenuhnya sudah menjadi miliknya. Banyak hal yang bisa ia gunakan menggunakan uang ini. Lalu, jumlah uang yang ia dapatkan ini juga jauh lebih banyak dari warisan yang sepupunya dapatkan.
Jika ia bisa terus mendapatkan uang sebanyak ini, maka ada kemungkinan dalam kurun waktu kurang dari setahun ia bisa memiliki kekayaan melebihi paman dan bibinya. Adam bahkan menduga itu hanya membutuhkan waktu beberapa bukan saja.
Dengan uang yang ia miliki, tidak akan ada lagi yang memandang rendah dirinya. Adam bahkan bisa mempekerjakan orang untuk melindungi orang tersayangnya. Tidak akan ada lagi yang bisa mencelakainya.
"Paman, bibi, dan para sepupuku. Nikmati saja kekayaan yang sekarang kalian miliki. Tertawalah sepuas kalian untuk saat ini. Ketika keadaanku sudah stabil, tunggu pembalasan dariku. Aku nggak akan diam aja setelah apa yang selama ini udah kalian lakukan kepadaku," gumam Adam dalam hati.