
Adam memandangi jalanan padat di depannya. Lalu lalang orang maupun kereta kuda terlihat di jalanan tersebut. Saat ini, Adam berada di Kota Vredeburg, salah kota pusat bisnis yang ada di Benua Guerio. Kota ini jauh lebih besar dibandingkan dengan Kota Red Stone, tempat Adam pertama kali memulai bisnisnya di Benua Guerio.
Adam merasa, perdagangannya di Kota Red Stone tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Laki-laki itu sadar bahwa Kota Red Stone sudah memberikannya cukup banyak pemasukan.
Namun, jumlah bangsawan yang tetap membuat penjualan Adam tidak mengalami penjualan yang signifikan. Oleh karena itu, Adam memilih untuk berpindah ke Kota Vredeburg yang merupakan kota pusat perbelanjaan.
"Jason, apakah Kamu tahu di mana aku bisa meminta izin untuk membuka lapak sementara di sini?" tanya Adam. Laki-laki itu sengaja mengajak Jason, yang sedang libur, untuk menemaninya pergi ke Kota Vredeburg.
Jason merupakan seorang penjaga kota. Jelas laki-laki itu memiliki kemampuan sihir yang cukup hebat. Dengan mengajak Jason, maka Adam akan semakin merasa aman berada di Kota Vredeburg.
"Kota Vredeburg tidak seperti Kota Red Stone, Adam. Di Kota Red Stone, Kau bisa membuka lapak sementara dengan membayar uang ke pengelola. Namun, tidak ada hal yang seperti itu di Kota Vredeburg," jelas Jason.
"Tidak ada yang seperti itu? Lalu, kenapa orang-orang itu berjualan di sini?" tanya Adam sembari menunjuk ke arah beberapa lapak pedagang. Lapak itu adalah lapak sementara, bukan bangunan permanen. Itu juga bukan sebuah toko.
Adam bisa melihat jumlah lapak pedagang yang ada di sini lebih banyak daripada jumlah lapak pedagang yang ada di Kota Red Stone. Beberapa menjual kebutuhan sehari-hari seperti gandum, tepung, dan sebagainya. Beberapa berjualan barang gerabah seperti piring dan sebagainya.
Dari yang Adam amati, rata-rata yang berjualan di lapak adalah pedagang yang menjual barang biasa, bukan barang sihir.
"Mereka itu menyewa lapak itu selama sebulan, Adam. Kau tidak bisa hanya menyewa tempat selama sehari. Lalu, cukup sulit untuk mendapatkan lapak untuk di sewa di Kota Vredeburg ini. Rata-rata, lapak-lapak itu sudah di sewa selama dua tahun ke depan," jelas Jason.
"Lalu, peletakan lapak pedagang ini sudah diatur. Jadi, Kau tidak bisa tiba-tiba membuka lapak di lahan, yang terlihat kosong," imbuh Jason.
"Ah, seperti itu rupanya. Jadi, apa Kau punya saran di mana aku bisa menjual barang milikku?" tanya Adam.
Bisa saja Adam menjual barang-barang ini melalui Guild Merchant. Akan tetapi, Adam ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Selain itu, ia ingin mengenal lebih dekat pelanggannya. Dengan begitu, mereka akan tahu siapa yang memasok barang-barang unik yang mereka pakai.
"Aku rasa, Kau bisa mengikut sertakan barang milikmu ke dalam lelang, Adam. Aku dengar, hari ini rumah lelang milik Duke Arnold akan melakukan pelangan rutinnya. Akan cukup banyak orang yang ada di sana," jelas Jason.
Sependek pengetahuan Adam, lelang dilakukan untuk menjual barang-barang tertentu yang memiliki keuantitas yang sedikit. Dengan begitu, semua orang akan berlomba-lomba untuk menjadi pemilik barang langka tersebut.
"Itu tidak terlalu masalah, Adam. Barang milikmu tidak akan ditempatkan pada barang langka. Kau bisa memasukkannya menjadi barang pembuka lelang. Lalu, rumah lelang milik Duke Arnold memiliki beberapa ruangan lelang."
"Di saat pelelangan seperti ini, dia akan membuka beberapa ruang lelang untuk menjual barang-barang kecil. Jadi, Kamu masih memiliki kesempatan untuk mengikut sertakan barang milikmu dalam lelang," jelas Jason.
"Ah, seperti itu rupanya. Aku paham sekarang. Kalau begitu, apa Kamu bisa mengantarku ke rumah lelang milil Dule Arnold?" tanya Adam.
"Tentu saja. Kebetulan, aku datang ke Kota Vredeburg karena ingin mengikuti lelang mereka. Aku dengar akan ada pedang sihir baru buatan Tuan Goigre, pandai besi ternama di Benua Guerio."
"Cukup banyak yang ingin mendapatkan pedang buatan Tuan Goigre. Meski aku tidak mampu membeli pedang terbaiknya, aku masih bisa membeli pedang dengan kualitas sedang buatan Tuan Goigre," jelas Jason.
Jason lalu mempimpin Adam menuju ke rumah lelang milik Duke Arnold. Bangunan rumah lelang tersebut cukup besar. Ini hampir setara dengan bangunan milik Guild Merchant. Terdapat lima lantai pada bangunan ini.
Adam langsung mengikuti Jason untuk memasuki rumah lelang itu. Antrean untuk masuk belumlah terlalu panjang. Itu membuat Adam bisa lebih cepat sampi di pintu masuk. Namun, ketika Adam hendak masuk, salah satu penjaga di sana menghadangnya.
"Jika kalian ingin masuk, kalian harus memiliki setidaknya sepuluh ribu emas Kyra," ucap penjaga tersebut.
"Eh, kami harus menunjukkan uang kami? Kenapa Kau tidak meminta itu kepada yang lain tadi?" tanya Adam.
Selama menunggu tadi, Adam tidak melihat penjaga ini meminta pengunjung rumah lelang lainnya untuk menunjukkan uang milik mereka. Namun, ketima giliran Adam tiba, laki-laki ini justru memintanya untuk menunjukkan uang miliknya.
Ini adalah sebuah ketidak adilan menurut Adam. Bagaimana bisa penjaga ini memperlakukannya seperti ini sedangkan yang lain disambut dengan baik?