Multiworld Merchant

Multiworld Merchant
Konspirasi


"Apa Kamu bilang? Perampok-perampok itu tidak berhasil mengambil semua uang mereka?" tanya seorang laki-laki pada anak buahnya yang tengah melaporkan sesuatu kepadanya.


"Maaf, Duke Louis. Perampok-perampok yang kita suruh itu tidak bisa mengambil semua uang Tuan Adam. Tidak hanya itu, kita juga tidak bisa membuatnya terluka sedikit pun," jelas laki-laki itu.


Duke Louis langsung menggebrak meja yang ada di depannya. Meja tersebut cukup tebal, tetapi meja itu langsung terbelah menjadi dua karena kerasnya pukulan yang dilakukan oleh Duke Louis.


"Bukankah aku sudah mengatakan Kau harus melakukannya dengan benar. Kau bilang mereka adalah perampok yang sangat handal yang bisa kita handalkan dengan baik? Kenapa semua bisa berantakan seperti ini?"


"Aku bahkan sampai membayar penjaga kota itu untuk tidak melewati jalanan di sana supanya semuanya berjalan dengan baik. Tapi nyatanya, Kau tidak melakukan semua ini dengan benar, Jacob. Semua rencanaku menjadi berantakan seperti ini," teriak Duke Louis.


"Maafkan aku, Duke Louis. Tetapi, aku tidak tahu bahwa Tuan Adam membawa seorang battle mage dengannya. Battle mage tersebut cukup kuat Duke Louis. Perampok-perampok tersebut berhasil diringkus dengan cepat oleh battle mage tersebut," jelas Jacob.


"Aku tidak mau tahu. Lakukan sesuatu untuk membuat pedagang itu kehilangan semua uangnya," ucap Duke Louis tengah wajahnya yang terlihat sangat marah.


Ada alasan mengapa Duke Louis melakukan hal ini. Laki-laki itu ingin Adam kehilangan semua uangnya. Dengan begitu, Adam tidak akan memiliki modal untuk melanjutkan bisnisnya. Target Duke Louis bukan untuk membuat atau Adam bangkrut atau semacamnya. Rencananya lebih besar lagi daripada itu.


Dengan Adam tidak memiliki modal, maka Duke Louis akan menawarkan diri untuk meminjamkan uang kepada Adam. Ketika itu terjadi, Duke Louis bisa secara perlahan membuat sebuah permintaan-perminataan kepada Adam sebagai debitor.


Duke Louis melihat potensi besar pada bisnis milik Adam. Ia ingin mengambil alih secara perlahan bisnis milik laki-laki itu. Me rebut dengan cara paksa bukanlah cara yang terbaik. Bagaimanapun juga, Duke Louis adalah seorang bangsawan. Ia masih harus menjaga harkat dan martabatnya sebagai seorang bangsawan.


Jadi, Duke Louis perlu membuat sebuah konspirasi untuk membuat Adam menyerahkan bisnis miliknya secara perlahan. Jika perlu, ia akan membuat Adam mengungkapkan semua cara memproduksi barang-barang jualannya dan memberikannya izin penuh untuk memproduksi ulang semua itu.


"Maafkan aku, Duke Louis. Ini memang kesalahanku karena tidak menyelidiki Tuan Adam secara menyeluruh. Aku akan membantumu menacari solusi untuk mengatasi masalah ini, Duke Louis," jawab Jacob.


"Sudah semestinya seperti itu," ucap Duke Louis.


"Bagaimana dengan Duke Arnold, apakah dia menaruh kecurigaan mengenai longgarnya penjagaan di kotanya?" tanya Duke Louis.


Duke Louis sudah menyuruh seseorang untuk menyuap beberapa penjaga kota agar mereka tidak bekerja dengan baik di hari yang ia tentukan. Ini adalah resiko yang cukup besar yang diambil oleh Duke Louis.


Bagaimanapun juga, Kota Vredeburg adalah kota yang berada di bawah kekuasaan Duke Arnold. Sebagai seorang Duke, jelas sekali Duke Arnold tidak suka ada bangsawan lain, apalagi yang sama-sama seorang Duke, mengacau di kota kekuasaannya. Itu hampir sama dengan seruan peperangan.


"Untuk saat ini semua masih aman, Duke Louis. Duke Arnold tidak mencurigai sedikit pun mengenai kejadian kali ini. Kejahatan yang terjadi di dalam Kota Vredeburg meningkat cukup pesat dalam tiga bulan terakhir. Jadi, Duke Arnold tidak berpikir bahwa ini adalah sebuah konspirasi yang Anda dalangi, Duke Louis," jelas Jacob.


"Baguslah. Kepalamu akan menjadi taruhannya jika Duke Arnold sampai mendatangiku mengenai masalah ini. Kau dengar itu bukan?" tanya Duke Louis.


"Sekarang pergilah. Cari tahu lebih rinci mengenai pedagang Adam ini. Cari tahu juga ke mana dia pergi selama ini. Aku ingin Kau mengawasi dia tanpa berhenti," pinta Duke Louis.


Semenjak mendengar mengenai barang-barang yang Adam jual dari Duke George, Duke Louis sudah menaruh perhatiannya kepada Adam. Ia menyuruh seseorang untuk mengikuti pergerakan Adam di Kota Red Stone. Akan tetapi, orang suruhannya itu tidak pernah berhasil mengikuti pergerakan Adam.


Mereka selalu mengatakan bahwa Adam menghilang begitu saja setelah melewati portal teleportasi. Duke Louis juga sudah mengirim beberapa orang untuk menunggu Adam di lota tujuan ia berteleportasi. Namun, mereka juga tidak menemukan keberadaan Adam.


Adam seolah menghilang begitu saja. Sangat sulit menemukan tempat tinggal tetap Adam di Benua Guerio.


"Baiklah, Duke Louis. Dari yang aku dengar, sekarang ini Tuan Adam sudah memiliki seorang pengawal. Jika kita sulit mengikuti pergerakan Tuan Adam, kita bisa mencoba mengikuti pergerakan pengawal ini. Dengan begitu, kita bisa tahu posisi dari Tuan Adam dan apa yang sedang dia lakukan," jelas Jacob.


"Ya. Lakukan itu. Aku mau mengenal kebiasaan pedagang Adam dengan baik. Seperti kata pepatah, kenali musuhmu dengan baik jika Kau ingin mengalahkannya," ucap Duke Louis.


...


Duke Louis memandangi jam tangan di depannya. Ini adalah salah satu jam tangan yang salah satu anak buahnya beli dari rumah lelang Vredeburg. Duke Louis tidak pernah menyangka benda sekecil ini bisa membantunya mengetahui waktu. Ia tidak pernah membayangkan kumpulan logam kecil bisa melakukan semua itu.


Ketika pertama kali melihat jam tangan ini, Duke Louis memiliki sebuah hipotesis yang sangat gila. Sebuah jam bisa menunjukkan waktu, apakah benda itu jika dimodifikasi menjadi benda sihir, jam tangan ini bisa dipakai untuk mengendalikan waktu? Bukankah itu akan menjadi senjata yang sangat berharga?


Tidak hanya itu saja. Duke Louis juga mendengar keberadaan benda yang lebih luar biasa lagi, yang belum pernah Adam jual ke publik. Jika Duke Louis tidak salah ingat, benda-benda tersebut bernama televisi dan ponsel.


Dua benda tersebut lebih hebat lagi daripada jam tangan. Jika benda itu adalah benda sihir, kemungkinan besar ia bisa membuat seseorang terperangkap ke dalam benda seperti televisi. Duke Louis bisa secara perlahan menangkap semua musuh-musuhnya. Tidak akan ada yang bisa menghalanginya.


Selain itu, Duke Louis berpikir jika ia menggunakan semua itu dengan baik, ia bisa menjadi orang terkuat yang ada di Benua Guerio. Ia akan mengalahkan seluruh kerajaan yang ada dan menyatukannya ke dalam sebuah kekaisaran dengan dirinya yang menjadi kaisarnya. Itu adalah ambisi terbesar milik Duke Louis.


"Bagaiamanpun juga, aku harus bisa membuat pedagang Adam tunduk padaku. Apa pun akan aku lakukan demi kesempatan untuk menjadi penguasa Benua Guerio ini. Jika cara konspirasi seperti ini sulit untuk membuatnya tunduk, maka aku perlu memikirkan cara lain," ucap Duke Louis yang masih fokus melihat pergerakan jarum jam.


"Aku perlu mencari tahu siapa orang yang dekat dengannya. Kalau perlu, aku harus mencari perempuan yang dia sayangi. Itu akan lebih mudah untuk mengancamnya."


"Ah, memikirkan hal itu membuatku memiliki sebuah ide baru. Jika pedagang Adam tidak memiliki perempuan yang dia sayangi dan ingin dia lindungi dengan sepenug jiwa, aku bisa membuatnya memiliki satu yang seperti itu," gumam Duke Louis yang sekarang ini memperlihatkan sebuah seringai lebar.


Sebagai seorang laki-laki, Duke Louis sangat yakin bahwa tidak ada laki-laki di dunia ini yang menolak perempuan cantik. Ia bisa mengirim seseorang yang ia kenal untuk merayu Adam, membuatnya jatuh cinta. Jika mereka sampai menikah, maka akan lebih mudah bagi Duke Louis untuk mengatur Adam.


"Ini adalah rencana yang bagus. Aku hanya perlu mencari kandidatnya saja. Aku yakin semua akan berjalan dengan baik. Aku tidak membutuhkan banyak sumber daya jika melakukan rencana ini."