
"Tenanglah, para Lady sekalian, harap tenang. Jangan bertengkar hanya masalah sepeleh seperti ini!" seru Adam mencoba menenangkan para bangsawan perempuan yang terlihat akan melakukan pertengkaran ini.
Adam lalu mengedarkan pandangannya. Laki-laki itu mencoba mencari pelayan restoran ini. Mungkin mereka bisa membantunya mengatasi permasalahan ini. Namun, para pelayan uang yang sebelumnya terlihat antusias dengan kedatangan para bangsawan ini, sekarang memilih mundur menjauh. Mungkinkah mereka orang biasa dan bukan seorang Mage?
"Kalian tidak perlu memperebutkan jam tangan ini. Jika di antara kalian masih ada yang menginginkan jam tangan ini, aku akan membawa lebih banyak lagi pada kunjungan selanjutnya. Aku bahkan bisa melakukan sedikit modifikasi sehingga jam tangan ini sesuai dengan keinginan Anda, para Lady," ucap Adam pada akhirnya.
Beberapa orang bangsawan yang mendengar tawaran Adam yang pertama, tidak ada yang terlihat tertarik. Mereka berlomba untuk mendapatkan jam tangan ini terlebih dahulu daripada bangsawan lain.
Meski di Benua Guerio status sebuah keluarga ditentukan oleh kekuatan keluarga tersebut, tidak ada yang mau kalah dalam hal kemampuan membeli barang. Dengan mereka bisa mendapatkan jam tangan ini lebih awal dari yang lain, tentunya itu berarti kemampuan ekonomi serta koneksi mereka lebih bagus dari yang lain.
Inilah kenapa banyak yang ingin membeli enam buah jam tangan berbeda dari Adam. Mereka tidak mau melewatkan satu pun jam tangan dan membiarkan orang lain memilikinya. Demi menjaga kehormatan dan status mereka, para bangsawan wanita ini rela akan melakukan apa pun.
Namun, setelah mendengar ucapan Adam bahwa dia akan membuatkan jam tangan khusus sesuai dengan keinginan mereka, para bangsawan perempuan ini mulai memikirkan ulang keputusan mereka. Aura yang sebelumnya membuat Adam sesak, sekarang hilang begitu saja.
"Pedagang Adam, apa yang Kau katakan tadi benar? Kami bisa memesan jam tangan sesuai keinginan Kami?" tanya Lady Vrite.
Sebagai seorang bangsawan, sebenarnya Lady Vrite tidak suka memakai barang yang sama persis seperti milik orang lain. Ia menginginkan barang yang mencerminkan dirinya dan tidak ada yang menyamai.
Itulah sebabnya kebanyakan para bangsawan memiliki penjahit pakaian mereka sendiri. Ini untuk menghindari pakaian yang mereka kenakan memiliki desain yang sama persis dengan pakaian orang lain. Apalagi jika sampai warnanya juga sama. Itu tidak bisa dibiarkan.
"Ya. Aku bisa menambahkan sesuatu di jam tangan ini agar terlihat berbeda dari jam tangan kebanyakan. Mungkin lambang keluarga kalian, atau bahkan nama kalian bisa diukir di jam tangan ini. Dengan begitu, meski sekilas terlihat sama, jam tangan ini akan sangat berbeda dari jam tangan yang lain," jelas Adam.
Pemikiran ini melintas begitu saja di benak Adam. Ia bingung harus melakukan apa untuk meredam emosi para bangsawan perempuan ini agar tidak melanjutkan perkelahian mereka. Lalu, ingatan Adam mengenai jasa ukir nama di jam tangan terlintas di benaknya.
"Menambahkan lambang keluarga? Itu bukan ide yang buruk. Dengan begitu, jam tangan yang aku pakai akan menjadi identias lainku sebagai putri Duke George dari Kota Red Stone. Berapa lama waktu yang Kau butuhkan untuk membuat jam tangan seperti itu, Pedagang Adam?" tanya Lady Vrite.
Tentu saja Adam tidak tahu berapa lama waktu yang ia butuhkan. Jika itu hanya mengukir nama, itu adalah waktu yang sangat singkat. Namun, jika menambahkan labang keluarga, Adam tahu itu akan membutuhkan waktu yang lama.
Laki-laki itu perlu mendiskusikan hal ini denga toko jam tangan tempatnya membeli semua jam ini. Jika terlalu sulit, bisa jadi Adam akan meminta seseorang untuk membuatkan jam tangan yang benar-benar di kustom.
Semua itu membuat Adam tidak bisa menentukan berapa lama waktu yang ia berikan. Yang Adam hadapi sekarang adalah seorang bangsawan. Jika dirinya menjanjikan sesuatu dan tidak bisa menepati, Adam takut dirinya akan dihukum nanti.
"Seperti itu rupanya. Kalau begitu, aku akan tetap membeli enam jam tangan darimu. Lalu, aku juga akan memesan jam tangan dengan lambang keluargaku. Aku juga ingin menambahkan namaku pada jam tangan yang aku pesan," ucap Lady Vrite.
"Aku juga sama seperti Lady Vrite. Enam jam tangan dan aku juga pesan jam tangan khsusus. Apa Kamu bisa melakukannya?" tanya Lady Gaby.
Adam kembali merasakan kepalanya pening mendengar ucapan dua bangsawan ini. Ia sudah mengatakan bahwa mereka bisa memesan jam tangan khusus. Itu dengan harapan mereka akan berhenti berdebat.
Namun, para perempuan ini masih saja ingin memperebutkan jam tangan ini. Apakah mereka akan bertarung lagi jika tidak terjadi kesepakatan?
"Para Lady yang terhormat, tolong jangan memposisikan aku di posisi yang sulit. Aku tidak bisa melakukan hal ini. Jika kalian saling berebut lagi dan bertengkar, bagaimana bisa aku menjual barangku dengan baik. Tolong pengertiannya," mohon Adam sebelum para bangsawan perempuan ini kembali berdebat.
"Bagaimana jika aku menarik semua jam tangan yang aku bawa sekarang? Aku akan melakukan sedikit modifikasi sesuai dengan yang kalian inginkan. Dengan begiti, kalian tidak perlu berebut lagi. Aku akan mencatat semua pesanan kalian," jelas Adam.
"Apa maksudmu dengan melakukan hal itu? Apa Kau ingin Kami kembali dengan tangan kosong setelah Kami datang ke mari?" tanya Lady Vrite dengan penuh penekanan. Ucapan perempuan itu berhasil membuat keringat dingin mengalir di punggung Adam.
"Bukan seperti itu, Lady Vrite. Aku sama sekali tidak bermaksud begitu. Aku masih memiliki barang lain, yang bisa kalian beli. Barang ini bukanlah aksesoris seperti jam tangan, yang harus dilakukan modifikasi agar tidak ada yang menyamai," jelas Adam dengan sedikit terburu-buru setelah teringat akan benda lain yang ia bawa ke Benua Guerio.
"Karena ini bukanlah aksesoris, meski kalian semua memiliki benda yang sama, itu tidak akan menurunkan wibawa kalian sebagai seorang bangsawan," imbuh Adam.