
"Baron Anderson, apa itu Kau?" tanya salah seorang bangsawan ketika Baron Anderson selesai berganti pakaian.
Penampilan Baron Anderson terlihat sangat berbeda setelah memakai baju yang Adam bawakan. Baju yang Baron Anderson pakai bukanlah yang terlalu formal. Sebuah celana jeans, yang dipadukan dengan kaos. Tidak lupa balazer dengan warna cokelat serta sepatu sneakers.
Kombinasi pakaian itu membuat Baron Anderson nampak jauh lebih muda dari sebelumnya. Apalagi, laki-laki itu memakai pomade yang membuat rambutnya tertata rapi. Jam tangan yang ia pakai pun menambah nilai estetika dari gaya berpakaian Baron Anderson.
"Bagaimana menurutmu, Baron Mard? Apakah aku nampak lebih tampan dengan pakaian ini?" tanya Baron Anderson yang sekarang memutar tubuhnya di depan Baron Mard. Hal itu membuat Baron Mard bisa melihat dengan jelas pakaian yang Baron Anderson kenakan dari berbagai sudut.
"Ya. Kau nampak jauh lebih muda sekarang. Aku mengira, yang berdiri di depanku ini adalah dirimu yang berusia lima belas tahun," puji Baron Mard.
"Apa aku bilang. Memakai jubah seperti itu membuat penampilan kita terlihat sangat buruk. Apalagi jubah dengan banyak hiasan batu kristal. Itu malah membuat pakaian menjadi sangat jelak," ucap Baron Anderson.
"Lihatlah pakaianku ini. Meski tidak ada rune apa pun yang membuatnya memiliki efek perlindungan, tetapi ini bisa membuatku nampak keren," lanjut Baron Anderson.
Ketika berucap demikian, Baron Anderson melirik ke arah Baron Fernandez. Laki-laki itu mendengar dengan jelas bagaimana Baron Fernandez menyidirnya ketima ia akan berganti pakaian tadi.
"Heh." Baron Fernandez mendengus keras. Laki-laki itu langsung memalingkan wajahnya, tidak mau melihat ekspresi menyebalkan yang sekarang terpasang di wajah Baron Anderson.
Baron Anderson hanya menyeringai melihat Baron Fernandez tidak memberikan komentar apa pun. Ia lalu berjalan ke arah Adam yang tidak memberikan ekspresi apa pun melihat perubahannya. Mungkin Adam sudah sangat terbiasa melihat seseorang berpakaian seperti ini.
"Tuan Adam, barang yang Kamu bawa tidak pernah berhenti membuatku takjub. Baju yang Kau bawa saja bisa membuatmu terlihat keren seperti ini. Apakah Kau masih memiki model lain? Aku juga ingin mengambil beberapa warna yang berbeda," ucap Baron Anderson.
"Tentu saja, Baron Anderson. Aku membawa beberapa contoh pakaian. Aku yakin, Kau pasti suka dengan model pakaian yang aku bawa," jelas Adam.
Laki-laki itu kemudian mengeluarkan seluruh pakaian yang ada di dalam cincin ruangnya. Beberapa bangsawan yang sudah melihat perubahan penampilan Baron Anderson, langsung mengerumuni Adam. Mereka ingin melihat lebih dekat pakaian yang Adam bawa.
"Kalian hanya perlu membeli tiga jas dengan berbeda warna, tiga celana dengan berbeda warna, lima kemeja dengan berbeda warna. Semua itu bisa kalian kombinasi untuk menjadi empat puluh lima penampilan yang berbeda, Tuan-Tuan," jelas Adam.
"Hanya sebelas potong pakaian bisa menjadi empat puluh lima penampilan yang berbeda? Apakah itu benar?" tanya Baron Anderson yang terlihat tertarik dengan tawaran Adam.
"Ya, Baron Anderson. Lihatlah ini. Penampilanku nampak berbeda dengan kombinasi pakaian tersebut bukan?" ucap Adam yang sekarang menyodorkan ponselnya. Bangsawan di sini sudah mendengar mengenai keberadaan ponsel dan televisi yang Adam punya. Jadi, mereka tidak terlalu kaget melihat ponsel milik Adam.
"Ah, Kau benar, Tuan Adam. Penampilanmu terlihat sangat berbeda dengan kombinasi pakaian ini. Warna apa saja yang Kau miliki, aku ingin membelinya," ucap Baron Anderson dengan penuh semangat.
"Aku juga menginginkan jas ini. Apakah aku bisa membelinya?" tanya Baron Mard yang tidak mau ketinggalan.
"Tentu saja, Tuan-tuan. Namun, aku tidak membawa cukup banyak pakaian. Aku akan mencatat ukuran baju kalian, dan aku akan membawakan pesanan kalian ketika aku datang lagi ke Kota Res Stone," jelas Adam.
"Mencatat pesanan seperti ini bukankah merepotkan, Tuan Adam. Kau menjadi sering bolak-balik dari Kota Red Stone dan tempat asalmu. Kenapa Kau tidak membuka tokomu sendiri saja? Kau bisa membawa cukup banyak stok dan membiarkan kami berbelanja di tokomu," saran Baron Anderson.
"Membuka toko? Itu usulan yang cukup bagus, Baron Anderson. Tapi, aku tidak memiliki cukup banyak uang untuk membeli toko. Uangku hanya cukup untuk membeli barang untuk dijual kembali," jelas Adam.
Adam memang menjadi kaya raya sekarang. Uangnya bernilai miliyaran. Namun, itu adalah kekayaan dengan standar Planet Biru. Jika dibandingkan dengan standar kekayaan di Benua Guerio, Adam adalah orang miskin. Ia masih memiliki utang cincin ruang yang harus ia cicil.
Dengan keuangannya yang sekarang, jelas Adam tidak mampu membuka toko di Benua Guerio. Dari yang Adam dengar, harga toko di Kota Red Stone berkisar antara lima ratus ribu hingga delapan ratus ribu emas Kyra. Adam perlu menabung cukup lama untuk mendapatkan uang sebanyak itu. Belum lagi biaya operasional toko.
"Modal ya. Kenapa Kau tidak mengajukan pinjaman saja? Jika Kau bergabung dengan Guild Merchant, Kau bisa meminta pinjaman kepada mereka. Kau juga bisa menyewa toko yang ada di bawah mereka," ucap Baron Mard.