Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Bab 7 Selama hidup dirirku selalu mendapatkan kegagalan


" Tolong nih ... Sekalian kamu bawa belanjaan ibu ya soalnya banyak banget ini tolong kamu angkat ya." jawabnya membuat diriku kaget.


sehingga aku membulatkan kedua mataku Apakah ini yang dinamakan seorang ibu yang katanya sayang sama anak nya sampai-sampai ia mementingkan kebutuhan yuli dan juga dirinya sendiri Sementara mereka senang-senang tanpa mengajakku pergi, hingga pada akhirnya mereka berdua melupakanku dan Apakah ini yang dinamakan Keluarga Cemara yang selalu ada malah sangatlah menyakitkan.


" Ya bu.. marini bawa belanjaannya ." jawabku yang membawa belanjaan ibu yang begitu menumpuk sehingga Yuli memberikan belanjaan kepadaku.


" Iya ... Ni sekalian Tolong bawain belanjaan adikmu itu tuh biar nda kecapean." titah ibu yang menyuruhku lagi untuk membawa belanja adikku yang satu.


"Ya bu."Jawab ku sambil menunduk.


" dan jangan lupa ... Kamu bersihin semuanya biar rapih ruangan ini ya biar enak dipandang ni." titah ibu yang menyuruh untuk membersihkan semuanya.


" Iya Bu."jawabku dengan singkat..


dengan terpaksa aku pun membawa belanjaan mereka sehingga Bapak melihatku Kasihan juga dipikir-pikir ya jika aku disuruh-suruh seperti pembantu dan tidak diperlakukan baik oleh mereka malam membuat hatiku sakit dan tidak dihargai lagi.


selalu Ibu manja dulu karena Yuli emang orang nya cerdas dan juga supel orang nya dibandingku yang tidak punya temen apalagi sekarang ia bisa mencari uang sendiri dan juga sering hangout bersama temen-temennya usia yang muda ini semua Ia bisa beli dibandingkan ku yang masih anak rumahan.


" aku harus daftar CPNS ini bulan ini biar nanti mereka tidak meremehkan ku lagi." gerutuku dalam hati.


hingga pada akhirnya aku pun langsung saja mencari brosur iklan yang ada di kamarku yang sudah lama aku simpan berhari-hari dan akhirnya ketemu juga lalu aku pun mulai memantapkan diri untuk mendaftar biar bisa bekerja di bagian pemerintahan agar aku bisa membuktikan bahwa aku bisa aku pasti bisa hingga akhirnya tes CPNS pun dimulai pada tanggal 22 April di situ aku mulai Berdoa salat tahajud itu melancarkan rezeki dan semoga aku diterima.


Lalu aku pun langsung saja mempersiapkan berkas-berkasnya agar tidak repot nantinya untuk berangkat kemudian aku pun mulai tertidur untuk besok persiapan CPNS nanti hingga akhirnya aku berangkat pagi di jam 07.00 sampai aku sudah sampai ke Kantornya terdiri dari dua resepsionis dan 2 satpam.


" Halo Mbak Ada yang bisa saya bantu." jawab satpam itu dengan muka yang Ketus.


" Iya Pak saya mau daftar untuk tes CPNS." jawabku dengan tenang.


"Baik ... boleh saya dilihat dulu kartu pengenal mu sama berkas dan cv-nya." ujarnya yang meminta izin padaku.


" ya Boleh Pak silakan dilihat-lihat dulu." ujarku dengan tenang.


" Baiklah Mbak ini sudah saya cek silakan langsung saja hampir ke raksasa di sebelah yang di klouter 1." Timpal satpam itu yang memberitahukan kepadaku untul pergi kesana.


" Iya Iya Pak makasih Pak." jawab pun berterima kasih kepada satpam tersebut sehingga satpam tersebut mulai menggangguk dengan ketus.


hingga pada akhirnya banyak yang mengantri di situ untuk menjadi pegawai di CPNS sesuai dengan permintaan orang tua atau cita-cita mereka hingga pada akhirnya aku antrian selanjutnya baru dipanggil setelah itu aku mengisi formulir ini untuk mendaftar di bagian guru pkn kemudian aku harus menunggu lagi selama hampir 2 menit.


" bismillah Semoga aja aku diterima di bagian CPNS." doaku dalam hati.


hingga pada akhirnya aku pun disuruh masuk ke ruangan itu beserta dengan peserta lain yang telah duduk di barisan urutan sesuai dengan nomornya lalu petugas tersebut memberikan lembar ujian kepada mereka termasuk diriku terus aku melihat beberapa tes yang sangat membuat Kepalaku pusing ya istilah matematika Aku paling benci dengan matematika Dasar, terus bahasa Inggris dan lain sebagainya.


" pusing juga nih ngerjain soal-soal begini Coba aja aku belajar dari awal." gumamku dalam hati.


kemudian dengan hati-hati Aku mengerjakan soal-soal ini ya sama susah sekali menjawab soal CPNS ini hingga memakan waktu yang lama untuk mengerjakan soal ini dan Mereka memberi waktu kami untuk mengerjakan soal hampir setengah jam hingga pada akhirnya waktu terus berjalan beberapa jam kemudian waktu sudah habisz Namum beberapa soal aku belum mengerjakan sekali di bagian matematika ataupun bahasa inggris.


lalu kita disuruh menunggu hampir 2 jam lagi ya udah pada akhirnya nama-nama kami sudah dikeluarkan dan ada beberapa nama telah lulus paling sedikit 15 orang kecuali aku, ya aku aku selalu gagal untuk apa yang ku mau apa lagi mengikuti tes CPNS ini memang tidak mudah namun Tuhan berencana lain sampai aku menanggis dirumah hingga berlarut-larut.


hari terus berjalan aku pun sudah terbiasa diperlakukan tidak senonoh oleh beberapa orang yang ku kenal ataupun para tetangga yang melihatku dengan tatapan sinis bahwa aku adalah seorang pengangguran yang tidak punya keahlian apapun Ya paling keahlianku hanya mau nyuci piring, membersihkan rumah semuanya , apalagi menyetrika baju adik dan ibu dan bapakku lalu bikin stress diri sendiri.


" eh Bu Bu Risma."timpal bu ami memanggil namanya.


" Iya ada apa sih Bu kayaknya serius sekali dah."jawab bu risma.


" tau nggak sih Bu itu si bu anak bu endah tuh." ujarnya tanpa ragu menunjuk ke arah ku.


" hihihi sampai sekarang dia nganggur loh bu."


"Hahahaha."timpal tawa ibu-ibu yang meledekku.


" Ah ... mungkin dia kurang getol kali Bu nyari kerja nya biasa anak orang kaya ngaku-ngaku kaya makanya kan gitu hidup nya ga berkah-berkah akibat zinah bu." Jawab bu risma yang terang-terangan meledekku di depan wajahku.


Kok ada cuma para tetangga mulutnya kaya gitu seperti itu kayak sampah aja harus dijejelin nih 100 cabe rawit atau digunting congornya biar pada dijaga gara-gara ibu aku dihina mereka di situlah lalu aku tidak terima aku mulai memaki-maki mereka bahwa mereka tidak berhak menghakimi masa laluku, ataupun mengusik masalah pribadi ku yang makin hari semakin jadi susah sekali mengapai cita-citaku dan mereka jugaa tidak tahu perjuanganku tapi suka banget menceritakan Hidupku.


" eh Bu Ibu tuh nggak usah ya ngomongin saya di belakang langsung saja di depan saya aja ya, saya tuh paling nggak suka kalau ada orang yg suka ngusik-ngusik hidup saya He ...Emang saya pernah ngusik hidup kalian."ujarku yang terang-terangan tidak suka dengan mulut mereka.


" emang bener kok kalau kamu tuh pengangguran terus dulu kamu zina kan sama Mantan pacar mu itu toh ." jawab bu risma yang terang-terangan yang tidak suka kepadaku.


"Hahahaha."timpal tawa mereka yang meledekku.


" Emang kalau kalau saya zina kenapa itu kan bukan urusan kalian lagian ngapain diomongin sudah berlalu kalian ini ya nda punya kerjaan saja."jawabku tak mau kalah dengan pertanyaan menyakitkan dari bu gina.


"Huuu .... Goblok kamu makanya jadi perempuan tuh jangan gampangan dong ni itu tuh akibatnya susah nyari kerja kan sama ga dapet jodohne ." jawab emi mantan temen smp ku yang terang- terangan padaku lalu mereka semua mulai menertawakanku.


hingga pada akhirnya aku tidak terima diperlakukan seperti ini langsung aja aku menjambak rambut mereka semua Meskipun mereka lebih tua atau hampir seumuran dengan ibuku lalu para tukang sayur pun langsung menghentikan aksi kami lalu tiba-tiba saja ada orang itu merekam aksi kami dan aku pun langsung saja menarik Cameranya kemudian aku banting lalu ku injek Cameranya itu karena aku paling ga suka ada orang ikut campur seperti ini kurang kerjaan saja.


" Hei kamu lihat kan camera ku sudah rusak cepat kau ganti cepatt." ujarnya si pemilik nya tersebut yang tidak terima kalau cameranya telah dirusak akibat merekam ku tanpa izin.


" lagi salah sendiri rekam-rekam orang tanpa izin lagi Makanya jangan sembarangan rekam jadi orang toh." ujarku yang tak mau kalah dari orang itu kebetulan dia seorang pria.


kemudian ia mulai hampir menamparku dan karena ada seseorang orang yang menahan tangannya itu kemudian tangannya mulai dipelintir lalu dia mulai kabur siapa lagi kalau bukan Mas Ari dengan siap siaga menolongku lalu mas ari menghentikan aksi-aksi orang-orang Desa sini yang membuat kericuhan antara Kampung ini lalu Mas ari menceramahi mereka bahwa membicarakan orang lain tidak baik apalagi menghinanya seperti itu pada akhirnya mereka dengan kesal mulai bubar semua.


" kamu nggak papa kan sih."jawabnya yang perhatian padaku.


" Iya nggak papa makasih ya Mas udah nolongin Saya."Jawabku mulai tersenyum kepadanya.


" ya sama-sama, pokoknya buat kamu tetap sabar yang kuat ya." timpal Mas Ari yang menyemangati diriku.


hingga pada akhirnya aku mulai tersenyum dan memeluknya itu sebagai tanda terima kasihnya ku kepadanya kemudian dia tersenyum lalu ia mengantarkanku pulang dengan jalan kaki hingga pada akhirnya Ibu melihatku dengan wajah yang masam saat aku diantarkan oleh si mas Ari.


" Hai marini kamu tuh Dari mana aja sih baru jam segini baru pulang." cercanya Ibu kepadaku yang telah mengomeli ku.


" Maaf bu tadi masih ada kendala." jawabku yang dengan ada yang sopan kepada dia meskipun dia tidak menyayangiku lagi.


"Walah itu siapa itu mau ngapain kamu bawa pria kucel ini ke sini mau dilihat orang-orang kalau kamu tuh perempuan nggak bener iya." Kata ibuku yang berhasil menusuk hatiku.


"Deg."


" astaghfirullahaladzim." jawab aku yang mengelus dadaku sendiri.


" astaghfirullahaladzim bu endah... kenapa ibu bisa ngomong seperti itu pada marini padahal saya menyelamatin marini dan nganterin pulang itu saja bu." jawabnya Mas Ari dengan menahan emosinya.


" Alah .... Saya ga peduli bilang aja kamu modus ama anakku Buat diapa-apain dasar Bujang Lapuk miskin." teriak ibuku yang menghina Mas Ari.


itulah aku tidak terima jika Mas Ari dihina-hina oleh ibu Kemudian aku pun mulai meminta maaf kepada Mas Ari lalu Mas Ari pun pamit kepadaku tanpa berpamitan kepada ibu, ya aku akui emosi Ibu semakin hari semakin tidak terkontrol karena usianya sudah mendekati senja jadi begitulah sifat ibu selalu memandang orang dari hartanya saja untuk bisa menikahi ku sebagai tanda penghormatan keluarga ini Tapi kalau melihat orang yang gak sederajat pasti dia mencerca habis-habisan kayak Mas Ari yang barusan telah dihina oleh ibu.


"Sudahhh .... bu cukupp bu."teriak ku pada ibu.


/Next cerita berikutnya/